Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk April, 2005

pusying

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 30, 2005

versi minang

yah, mungkin disikolah saatnyo awak kano ujian. satalah barusaho kareh, untuak mancari bahan skripsi, tarnyato, bahan tasabuik amatlah suliak didapek. apolai dari dosen ambo, alah maminto awak untuak mamahami talabih dulu apo itu yang ka buek jo awak di panilitian besuak.

awak mancubo mancari ka parpustakaan pusek, sampe ka ruang referensi jo ruang tandon sagalo, namun apo yang ambo cari indaklah basuo. makaonyo awak kini agek pusiang, dan tabaok sampe pikiran sagalo, mangakibatkan awak sampe kumek sasak nafasnyo.
yah.. semoga iko adalah ujian bagi kasabaran ambo

versi endon indonesia

yah, mungkin disinilah saatnya saya kena ujian. setelah berusaha keras untuk mencari mbahan skripsi. ternyata, bahan tersebut amatlah sulit didaptkan, apalagi setelah dosen saya meminta saya untuk memahami terlebih dahulu apa itu yang akan saya guat untuk bahan penelitian besok
saya mencari ke perpustakaan pusat, sampe ke ruang referensi juga ruang tandon, akan tetapi apa yang saya cari tidaklah ada, makanya saya jadi pusing, san terbawa ke pikiran segala sampe mengakibatkan sesak nafas saya kumat
yah.. semoga ini adalah ujian bagi kesabaran saya

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

fenomena sinetron Indonesia

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 30, 2005

Kemarin saya baru melihat sebuah sinetron di suatu saluran TV swasta. Sebuah sinetron religius yang menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di masyarakat, misalnya suatu pengajian, atau ibadah seseorang. Dan kemudian diselipkan suatu konflik dimana terjadi “penyimpangan� dikarenakan tidak beriman dan bertawakal kepada Allah

Sinetron yang saya lihat kemarin itu, menceritakan tentang tipu daya syaithan yang menggoda seorang kyai yang notabene menjadi pemuka agama yang terperangkap dalam bisikan syaithan untuk memenuhi nafsu syahwatnya. Dimana sang kyai tersebut yang pada awalnya mengajari seorang remaja putri tentang agama, namun akhirnya pada suatu hari, mereka terlibat dalam hubungan badan. Lalu dengan bujukan syaithan pula sang kyai tersebut akhirnya membunuh remaja putri tersebut. Sewaktu iklan, saya sempatkan untuk melihat saluran lainnya, tidak tahunya di stasiun TV lain juga menyiarkan sinetron yang sama, bernafaskan religi. Hanya ceritanya saja yang berbeda. Kali ini tentang orang bodoh yang menjadi sahabat syaithan.

Saya tidak akan mempermasalahkan cerita dari masing-masing sinetron tersebut, tapi saya akan mencoba menganalisa bagaimana maraknya sinetron-sinetron Islami di berbagai stasiun TV. Coba saja kita amati, hampir semua TV berlomba menyajikan sinetron religi. Ada yang diangkat dari kisah nyata, semisal majalah Ghoib, ada juga yang berdasarkan cerita orang-orang, cerita pendek suatu majalah Islami atau juga scenario dari pihak produser.

Sungguh, saya bangga melihat maraknya nuansa islami di berbagai TV saat ini, tidak hanya pas saat bulan Ramadhan saja kita disuguhi sajian religi, namun sepanjang minggu kita akan melihat cerita-cerita yang menyentuh hati. Saya jadi ingat saat TV masih hanya TVRI, RCTI, SCTV dan TPI sangat jarang sekali melihat sajian islami. Dan saat ini kita dengan mudah memilih acara-acara yang baik buat menyegarkan keimanan kita.

Terlepas masih banyaknya kekurangan dalam sinetron seperti cerita yang kurang masuk akal, ataupun saya yakin kalo pemain yang berperan disana bukan mahrom yang mana banyak adegan yang mereka berpelukan, bergandengan tangan dan lain-lain, namun paling tidak itu bisa menjadi tontonan alternative bagi kita semua, dari pada ngelihatin sinteron-sinetron yang menjual mimpi buatannya Production House (PH) saat ini yang hanya mengejar keuntungan semata, atau sinetron-sinetron tentang ABG yang ngajarin pacaranlah, foya-foyalah, berantem antar temenlah dan lain-lain, yang mana tentunya bikin “panas” mata

Tapi kemudian sempat terlintas dalam pikiran saya bahwa maraknya sinteron islami tersebut merupakan imbas atau mungkin bahasa kasarnya adalah jelinya para PH melihat peluang untuk memasarkan sinetron islami. Kita lihat saja seperti sinetron “Titipan Illahiâ€? di sebuah TV swasta yang dibintangi Anjas dan Tia Ivanka, yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari sinteron yang sama pada saat bulan ramadhan lalu. Setelah sinteron tersebut mendapatkan rating yang tinggi (mampu mengalahkan sinetron “Adam-Hawa” di stasiun TV swasta lain yang mempunyai jam tayang yang hampir sama) serta mendapatkan penghargaan sebagai acara Ramadhan terfavorit, Raam Punjabi selaku produser tentunya melihat ini sebagai peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan melanjutkan produksi sinetron tersebut, meskipun memang itu hak dia selaku produser. Tapi tentu saja, ceritanyapun jadi sangat jauh dari nuansa islami, meski terkadang dipaksakan agar penonton menganggap bahwa sinetron tersebut tetap Islami. Jalan ceritapun juga kembali “back to basic” alias jualan mimpi dan kemewahan lagi seperti biasanya.

Itu baru satu sinetron, padahal masih banyak lagi sinetron lainnya yang mungkin sama seperti sinetron diatas. Belum lagi adalah opini yang bisa beredar bahwa orang Islam itu bodoh-bodoh, juga gila harta atau lainnya.

Mungkin kita harus sabar untuk menyaksikan film dengan nuansa Islami yang kental seperti Fatahillah dengan bang Igo sebagai pemeran utamanya. Atau juga script yang ditulis oleh Mbak Asma Nadia yang pernah disiarin di FTV

So… pada kesimpulannya, saya sepakat aja, selama sinteron islami tersebut berpengaruh positif terhadap perkembangan dakwah. Dan tentunya hal ini jadi PR yang teramat besar bagi kaum dai yang berkecimpung di dakwah sinematografi. Kita harus banyak memunculkan banyak Chairul Umam baru untuk menyutradarai film-film Islami, juga penulis-penulis scenario yang mengembangkan dakwah Islami yang utuh. Sudah saatnya sineas-sineas Islami mulai berperan dalam mengambil porsi dakwah yang lebih banyak.

Dan dilain pihak, kita selaku konsumen, tentunya jangan mau hanya jadi obyek garapan para PH saja. Kita harus memilih tayangan yang memang sesuai untuk kita dan juga sebaiknya meningkatkan keimanan kita. Jadi, maju terus dakwah sinematografi Indonesia!

Ditulis dalam Dari Pikiran | 1 Komentar »

i will survive

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 28, 2005

i will survive

Awalnya aku akui, aku memang takut
Aku takut sekali
Membayangkan aku tak bisa hidup
Tanpamu disisiku
Lalu setiap malam kubayangkan perbuatanmu padaku
Dan aku menjadi kuat
Aku belajar meneruskan hidupku
Lalu kau kembali dari dunia lain
Aku menjumpaimu dengan melihat muka sedihmu

Seharusnya aku mengganti kunci rumahku
Seharusnya aku tak membiarkanmu membawa kunciku
Anda aku sadar sekejap kau kembali menggangguku
Pergilah……Jauhi pintu rumahku!
Kembalilah pergi karena kau tak diterima disini
Bukankah kau mencoba membuatku terluka dengan meninggalkanku
Kau berpikir aku goyah
Kau pikir aku putus asa
Tidak……Aku bisa bertahan
Selama aku bisa mencintai
Aku tahu aku akan hidup
Aku punya kehidupan yang kujalani
Aku punya cinta untuk kuberikan
Aku akan bertahan

Ini mungkin sebuah terjemahan bebas dari sebuah lagu Gloria Gayrun, I Will Survive. Kalo denger lagu ini, aku jadi inget sebuah filem dengan judul Replacment yang di bintangi Mas Nunu Reeves. Cerita tentang para pemain pengganti American Football yang di kontrak cuman 4 pertandingan karena pemain aslinya mogok kerja minta kenaikan gaji. Di filem ini, banyak pelajaran yang dapat ku ambil saat pertama kali melihatnya. Diantaranya, kesabaran, keberanian, kepercayaan, dan juga tentunya keyakinan. Meski hanya sebagai pemain pengganti, meraka mampu meraih 3 kemenangan untuk membawa tim nya ke Playoff.

Well, sedikit mengupas tentang lagu ini, mungkin akan terlontar ucapan bahwa ini adalah kisah sepasang kekasih yang berpisah, namun kemudian salah satunya mencoba untuk kembali bersama. Terserah apa kata anda semua deh, toh tiap orang berhak untuk punya pendapat sendiri. Namun, kalo menurut diriku, .dia.? yang di maksudkan disini adalah rasa takut itu sendiri. Karena pada dasarnya semua manusia mempunya rasa takut, takut untuk mencoba, takut untuk kehilangan, takut untuk percaya diri dan masih lainnya. Bagaimanapun juga, manusia akan belajar dari ketakutannya itu. Manusia akan berlatih untuk mencoba berani, akan mncoba untuk mengambil sebuah resiko, akan berani untuk berbuat sesuatu untuk dirinya.

Nah.. bagaimanapun juga, kondisi ini akan terjadi pada manusia. Namun suatu saat, bisa saja terjadi rasa takut itu akan muncul kembali, menyerang dan menghantui diri kita. Pada saat itulah kita harus mempunyai ketahanan mental, ketenangan dan tentunya perlindungan. Sebagai muslim, tentu saja perlindungan kita hanya oleh Allah. Banyak caraa untuk memperolehnya, sholat yang paling mudah, atau tentu saja tilawah jika hati gelisah. Dengan membaca Quran, hati akan menjadi tenang, dan tentunya, rasa takut yang menyerang tersebut akan berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.

Jadi, sekali lagi terserah anda semua untuk menafsirkan arti lagu tersebut. Kebebasan dihargai kok, jadi silahkan ajah mikir macam-macam. Cuman buat apa sih mikir macam-macam, ngabisin memory otak dikit saja. So. Marilah kita berpikir positif

Wah udah jam 4 pagi kurang nih. Habis nonton liga champions, horeee Milan menang, tapi jangan lupa, Qiyamul lail dunk ndres.¦.!!!

Oke.. sekian dulu yah, udah mepet nih QL nya. Mana tilawahnya belon lagi so tetep semangat!!! Caaaooooo.¦

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »

Ritualku

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 28, 2005

Beberapa hari belakangan ini, hampir tiap malam saya menyempatkan diri untuk keluar kamar sejenak, ke teras depan musholla untuk melihat langit. Emang sih, rada-rada suntuk juga akhir-akhir ini, apa lagi semakin sepuh? di kampus, mau gak mau mikir wisuda juga, jadilah deh ngerjain skripsi sekarang.

Nah, pas lagi suntuk gitu jadi mengulang kebiaasaan lama, malam-malam jam 12an gitu keluar sejenak untuk melihat malam dan langit yang hitam dihiasi bintang-bintang dijauh sana. Serasa damai sekali melihat mereka yang bersinar dengan terang meski jarak yang sangat jauh membentang, namun meski kecil, tapi bintang2 tersebut seola tersenyum melihat kita.

Emang sih setahun terakhir ini, semenjak pindah kos, jadi jarang melakukan ritual? tersebut. Soalnya kalo kos yang dulu enak, tinggal naik ke tingkat dua, duduk diatas tandon air, sambil merenung dan menatap langit, malah kalo bulan lagi terang bisa sambil tilawah lho, sangat menyentuh hati dan jiwa ketika kita mendapatkan momen yang begitu khusyuknya. Tapi semenjak pindah kos, dua kali malah, gak nemuin tempat senyaman kos ku yang dulu untuk melakukan ritual tersebut

Tapi gak masalah kok. Sekarang aku masih bisa melakukan, meski tidak begitu nyaman. Asal jangan lama-lama aja diluar dan melihat bintangnya, cukup 20-30 menit saja, lebih dari itu bisa sesak nafas nih karena asmaku kumat akibat kedinginan he3.
So kalo ada yang punya ritual sama, bikin perkumpulan penikmat bintang yuuukk!!

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

Antara Kang Barry dengan Patrol

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 27, 2005

Mungkin akan timbul pertanyaan, kenapa saya menaruh sebuah lirik lagu “modern� didalam blog saya. Mana lagunya (menurut saya sih) sangat puitis. Well itulah lagu kang Barry Manilow dengan Can’t smile without u

Baru sehari saya menulis lagu tersebut diblog, langsung mucul komentar dari beberapa temen. Ada yang bilang saya lagi jatuh cinta, ada pula yang bilang saya sok naruh lagu, tapi yang paling ‘pedes’ ada yang protes kenapa saya masang lagu “jahiliyah� diblog saya. Oke, semua bisa saya terima kok, meski gak semuanya benar. Terutama sindiran kalo saya lagi jatuh cinta. lha gimana mau jatuh cinta, kalo dalam beberapa hari belakangan ini saya deketnya ama diktat dan jurnal berbahasa inggris demi sebuah proposal skripsi. Kalopun lagi jatuh cinta sama sapa juga he3, lha wong lagi ancur-ancuran gini kok.

Nah, yang “pedes� itu, saya bisa maklumin kalo dia belon tahu background saya. Well… mungkin suatu anugerah yang terindah bagi saya saat saya dipertemukan oleh Allah dengan teman2 yang sholeh dan juga berazzam kuat untuk meninggikan kalimatullah di muka bumi. Padahal dulunya, naudzubilah mindzalik deh, ancur banget saya ini. Bagi temen2 yang pernah atau emang mengetahui zaman baheula,saya, pasti pada geleng2 kepala deh. bahkan, pas saya cerita sama seseorang yang jadi adekku, dia ajah gak nyangka kalo mas nya ini gak cuman bandel, tapi emang brutal dan berandalan.

Dulunya sih, pas jaman masih muda (emangnya sekarang udah tua?), pas lagi keranjingan ama musik, sempet bikin Band sama temen2 kelas di SMA. Saya pas waktu itu megang Bass. Rada unik sih band kami, soalnya aliran masing2 personil beda-beda. Klepon di vocal suka ama jamrud dan GNR, willy di gitar rada Nirvana-an, Zenk di drum juga rada ngerock, nah saya di Bass gandrung ama Paul McCartney dengan BEATLES nya, gara-gara sejak kecil udah sering denger beatles koleksi bokap. Nah, meski gitu masih bisa jalan walau gak lama.

Nah, meski kemudian mulai “ngaji� dengan aktifitas Liqoatnya, namun jiwa seni masih ngalir nih dalam diri saya. Beruntung, selepas dari Band, bersama temen2 Rohis SMA membentuk sebuah grup nasyid (bukan nasyid goreng lhoh, tapi nasyid anak kos). Yah meski gak pake alat sama sekali, paling gak bisa nyalurin bakat seni saya (lain kali akan saya tulis tentang nasyid di SMA ini, termasuk juga sampai bikin grup nasyid pas Kuliah)

Sebenarnya ampir saja saya jadi pemain band pas Kuliah kao saja saya nerima tawaran temen akrab di kampus buat ngisi posisi bass di grupnya. Untung ajah masih nyadar, masak label ikhwan, tapi nyanyinya ngerock sih

Tapi, bagaimanapun juga saya gak bisa memungkiri kalo saya masih suka sama lagu2 yang “modern� gitu. Bahkan sampai sekarang, kaset NAIF masih ada, juga di Kompie masih ada file nya lagu Muse, GnR, dan tentu saja Kang Barry. Nah disinilah saya pingin mengajak anda untuk berpikir. Emangnya kalo kita main musik itu salah? Terus kalo saya ndengerin musik gituan juga salah? Atau kalo saya megang gitar dan kemudian nyanyi meski lagu kritik social nya Bang Iwan atau Ebiet itu juga salah?
Well…. Saya jadi inget pas jamannya kampanye pemilu Parpol Maret lalu. Pas saat itu, saya beserta seluruh tim Nasyid saya diperbantukan untuk mengisi kampanye salah satu partai Dakwah (tentunya juga jadi kader lhoo, dah tahu khan partai apa). Nah, saat itu kita kolaborasi dengan kesenian daerah Jember yang bernama musik PATROL. Patrol adalah sejenis alat musik yang berupa kentongan dengen berbagai macam ukurang yang dipukul dengan berbagai variasi sehingga menimbulkan harmoni. Nah, saya jadi bertanya-tanya, apa bedanya dengan sebuah band, karena menimbulkan nada yang beraneka ragam.

Pas kampanye propinsi di Jember, yang diisi wakil ketua DPPnya, yaitu Ust. Muzzamil Yusuf, sempet ada peringatan dari ketua DPW Jatim, agar jangan sampai menggunakan gitar sebagai alat musik. Kita bisa nerima itu, karena emang gak pake gitar kok he3. kemudian, pas kampanye nasional di Surabaya, putaran terakhir di tambaksari, lagi2 kami diminta tampil dengan Patrol. Nah disinilah saya sempet berbincang-bincang dengan salah satu seniman yang dimiliki oleh partai ini, yaitu Mas Zack Sorga, well bagaimanapun juga nanti pas kampanyenya akan menampilkan teaterikal yang kemudian diiringi musik dengan gitar.

Saya gak akan membahas tentang boleh dan nggaknya pake gitar, tapi yang saya garis bawahi, apakah kalo kita ngeband kemudian kita bawain lagu rohani itu salah? Atau apakah kita membawakan lagu rohani dengan diiringi alat musik missal gitar itu juga salah? Permasalahannya sekarang banyak sekali grup2 nasyid romantis (begitu saya menyebut mereka) dengan lagu yang mendayu-dayu dan juga lirik yang sangat halus (biasanya kaum hawa sangat suka grup-grup ini) yang menyelipkan komponen musik disitu. Nah, kalo udah gitu gimana?

Saya gak akan munafik, gak mengakui kalo saya menyukai musik, namun jangan sampai sodara-sodara saya menafikkan fakta bahwa diluar sana banyak yang perlu mereka “protes� keberadaannya
Wallahualambishshowab

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

gak lulus-lulus

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 24, 2005

“assalamualaikum, ndres ini didik, sekarang aku lagi di tempat yuni.what’s up bro? JGN “LETOY GITU DONG”!!knp, susah lulus yah?!sama dengan gue tu!Rasanya malu, orientasi dan motivasi jd absurd, pokoknya aku bisa merasakan gmn deh rasanya.Percaya deh Akh!Tp kitagak boleh kalah!Ayolah meski jauh, kita hadapai ujian ini bareng2.OK!LOVE U!

Sebuah SMS dari seorang sahabatku, yang mencoba menyemangatiku untuk terus berusaha menggapai gelar sarjana. dia yang nun jauh disana, juga lagi berusaha menggapai titel sarjananya pula.

sedikitku tersadar bahwa aku tinggal ber 9 di kampus ini. dari total 67 anak Agronomi angkatan 99, hanya tersisa 9 orang. 2 sudah siap ujian, 3 tinggal seminar dan 4 sisanya, satu dah mulai penelitian, yang dua masih belum jelas dan yang satu lagi berusaha mengajukan prososal skripsi dan itu adalah aku

teringat masa2 kuliahku yang sudah berjalan hampir 6 tahun ini. IP pas2an, sering bolos, gak ikut praktikum, ditambah banyak masalah di luar kampus, malah bikin gak betah. mungkin penyesalah tiada berguna, namun jujur ajah, kuliah pertanian adalah bukan pilihanku, secara generalisir, IPA adalah bukan minatku, cita2ku adalah menjadi seorang jurnalis yang meliput berbagai berita, hanya sayang, mentok di kemauan bunda dan ayah yang ingin anak2nya menjadi Insinyur semua
balik lagi ke masalah…
mungkin aku satu dari sekian banyak mahasiswa dengan label “aktifis” yang kuliah lama banget. well… partnerku di KASTRAT KAMDA juga sama2 anak 99 dan sama2 belum lulus, Kang rudi, di kaderisasi bahkan angkatan 97
juga beberapa teman2 yang lain di luar kota sana

tapi sebagai anak, tentunya aku harus nyadar apa dan bagaimana diriku
tuntutan orang tua tentunya menjadi “nightmare” di pelupuk mata
bahkan mau gak mau, harus nyadar usiaku udah menginjak 24, masa yang harusnya udah produktif untuk menghasilkan uang

lalu aku bertanya, akankah aku bisa?
sedang tenaga, daya dan upaya masih sangatlah terbatas,bahkan aku sendiripun juga gak tahu nanti mau kemana?

pernah aku ditanya ama mantan “binaan” ku, sering dia nanya, mas kapan wisuda. aku cuman bisa nyengir kuda. dan dia yang angkatan 2001 lagi ngajuin judul sekarang, dan kemungkinan ntar kalo gak dia duluan, mungkin bareng malah

makanya
jadi sempet bertanya2

apakah rasa bimbang, ragu, suntuk, jenuh dan lainnya ini juga dialami oleh mahasiswa2 yang lama di kampus seperti aku ini?

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

i still believe in u

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 23, 2005

“ndres, xxx semakin jauh, piye iki?”

“Akhi Fauzi, ini benar2 permintaan yang amat sangat, akhi xxx kondisinya sedang sangat kecewa terhadap sikap jamaah, mungkinantum paham beliau (sms dari seorang akhwat”

itulah dua sms yang aku terima dua malam yang lalu, pas pulsa lagi cekak dan juga pikiran ngeluw ngerjain proposal skrip yang gak beres-beres.

Fauzi, saudara ku yang dipertemukan Allah saat aku di SMU, saudara yang bisa dibilang bagaikan kakak kandungku sendiri, orang yang banyak merubah “jalan hidupku” dari bernadalan dan tukan bikin onar, menjadi sedikit mengenal Islam meski karakter “bengal” nya masih nampak walau dah jadi ikhwan :)

sms yang sangat mengganggu hatiku, karena ada satu lagi yang bagaikan sodara sendiri bagiku, yaitu ikhwan yang menjadi topik di sms tersebut. bersama Fauzi, kami bertiga bisa dibilang “kader” yang bertahan sejak SMA sampai kuliah dan kemudian disusul oleh temen2 yang lain yang mulai “ngaji” saat menginjak bangku kuliah
Fauzi sendiri menjadi Salah satu pembesar di Majelis Syuro UNS, aku sendiri sempat menjadi sekum SKI sebelum hengkang menjadi ketua Komsat dan juga Kastrat KAMMI Daerah Jember, sedang xxx sendiri juga sempat menjadi ketua komsat di sebuah kampus di yogyakarta dan sempet masuk jajaran pengurus KAMMI Daerah Jogja. dari kami bertiga sebenarnya dialah yang paling mempunyai jiwa organisasi, jago orasi dan akalnya jalan, sedang aku adalah orang lapangan yang agresif dan mobilitas tinggi, sedang Fauzi adalah pemikir yang jempolan dan menjadi “pendingin” bagi kami berdua

Aku jadi ingat sms dari Yuni, akhwat temen SMA ku yang sering disilaturahimi oleh xxx, dia sempet mengabarkan kondisi xxx yang sekarang sering jalan bareng sama akhwat, terlebih setelah mendapat fasilitas mobil dari ortunya.

Hal ini bermula ketidakpuasan saat xxx merasa di”kalahkan” secara rekayasa pada saat pemilihan ketua Organisasi, dan ternyata ini karena “pesanan” para ustad2 di sana. dab hal ini memicu ketidakpercayaannya terhadap jamaah, dan membuat dia mundur dari aktifitas organisai tersebut.
Aku sempet terkejut mendapatkan berita tersebut, namun aku coba untuk terus menyemangatinya meski aku gak tau caranya
Cukup lama… berita itu berlalu, dan aku pikir itu sudah normal kembali

ternyata….
hal ini muncul lagi saat sms yang aku terima malam itu

Ada pertanyaan yang kemudian menggayut dalam benakku

Apakah idealisme, cita2 dan juga semangat juang akan pudar saat ternyata kita mendapatkan ujian dan cobaan didalamnya
Ataukah…

kita harus mengakui keberadaan “kekuatan” lain yang mengendalikan sebuah pergantian kekuasaan?

Aku gak menyalahkan temenku, saat dia kecewa terhadap jamaah. hanya menyayangkan imbas dari kekecewaan tersebut berpengaurh negatif terhadap aktifitasnya

mungkin aku juga sama, pemberontak yang sering mengambil jalur melawan arus terhadap keputusan jamaah, sama-sama pembangkang (meski aku pembangkang yang taat) untuk mengambil sudut pandang lain dalam melihat sebuah kasus. tapi meski begitu, meski dilabeli status pemberontak dan pembangkang, aku masih ingin menjadi seoarang “jundi” yang berarti dalam jamaah ini. jadi inget ucapannya K’Adewiyah di jakarta sono, akhwat yang kayak kakak sendiri bagiku, “meski aku berbeda dengan yang lain, aku masih ingin jadi jundi yang baik di jamaah ini”

So…
meski aku sedih atas keberadaanmu my brother
i still believe in u

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

i hate tuesday

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 20, 2005

well…
hari yang sangat melelahkan
setelah kemaren kecapekan terus dibayar lunas bobo seharian
hari selasa ini bener2 melelahkan hati dan pikiranku
jam 4 pagi dah bangun dengan memulai ritual pagi hari yaitu QL dan shubuhnya
jam 5 menghidupkan kompie dengan harapan bisa mulai mengetik “proyek” tulisan yang harus aku buat agar aku merasa menjadi orang yang produktif, but.. ternyata sama ajah blank. tetep buntu. kemudian teringat bahwa aku masih punya “konflik” dengan seseorang dan yah.. aku buka komunikasi yang terhenti selama dua hari ini dengan sms, arti pentingnya seseorang.
lanjut kemudian mandi, dan berangkat ngampus, seoalnya kudu kuliah Teknologi Benih yang mana ngulang 3 kali ini dan sebelum2nya sukses dapat E :(
kelar kuliah,semept dhuha terus jadi moderator seminar hasil temenku, jadi ngiri kapan yah bisa lulus diriku ini, pa lagi di tanyaian sama Bu Denna, dosen fistum kapan aku lulus, jadi tambah malu nih :(
kelar jadi moderator,ngadep Bu tatik, Kajur sekaligus DPU skripsi ku, yang ada malah dimarahin karena proposalku kacau, minta ditambahin litaratur tentang PEG. Apaan tuh PEG? aku ajah gak ngerti, dan dengan berat hati ngendon deh ke perpus nyari apa itu PEG. sejam ngubek2 perpus kagak ketemu apa itu PEG, udah ampir putus asa, untung ada Mas Budi, teknisi Lab Aronomi, tanya eh malah dikasih tahu kalo PEG itu Polyethylen Glicol, zat untuk membuat tanaman menjadi stress air. Thnx mas Budi
langusng pulang deh, setelah sempet Jamaah Dhuhur di Masjid Kampus, pingin tidur tapi gak bisa yang ada malah maen CM :D
rada pusying, terus nonton bola di TV,Persija Vs Sriwijaya FC.
Abis maghrib, langsung deh kerasa teler, tepar deh akunya. eh.. gak tahunya ibu kos baeik hati ngirim sate kambing makanan buat acara selametan di sebelah
kalo gini terus aku bisa gemuk deh he he he he
dapat sms, balasan dari “seseorang” tentang arti pentingnya seseorang. tapi aku ngerasa ternyata aku emang gak penting buat dirinya.
Jam 8, bunda tersayang nelpon nanyaian kabar, kepaksa deh kudu tebuka ngeluh soal skrip yang kacau balau juga kondisi keuangan yang makin kritis..
(catatan.. aku minjem uang udah ampir 500 ribu, padahal didikan bokap ku, gak boleh ngutang, please forgive mom/dad)
Jam 10 kepaksa ke warnet.. kud nyari jurnal tentang PEG, nyari dari tad sampai sekarang ga ketemu apa yang aku cari. jadi khawatir nih diriku
buka Frendsterku…
buka blogspotku..
buka blogspot “seseorang” dan …. (terhenyak)
sekali lagi aku harus “pergi” dari hidup seseorang
tak aku sesali ataupun aku sedih dengan semua ini..
sudah jalan hidupku untuk sendiri dan selama ini juga sendiri
alangkah mulianya hati orang itu mampu bertahan dalam hidupku, terlebih dengan temperament dan karakterku yang bikin orang bakalan “sakit hati” kalo gak bener2 memahaminya
itu lah aku
sang dua dunia berbeda yang kesepian dalam keramaian
dan tepat jam 01.00 hari rabu ini.
Ku semakin merasa “sendiri”

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

record lagi

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 18, 2005

huah…..

setelah kemaren 30 jam gak tidur, kemaren malah bikin catatan record jadi 36 jam tak tidur. iyalah, hari sabtunya bangun pagi jam 4 terus ke kampus nyari dosen nyambung ngerjain dan ngetik proposal skrip, malamnya ambil mobil, jam 1/2 2 berangkat ke surabaya, nyetir sendiri sama anak2. perjalanan yang biasanya 4 jam dipersingkat jadi cuman 3 jam euy.. dah gitu di surabaya ikut pawai akbar munashoroh palestine, jalan panas sampai jam 12 siang, rada limbung juga sih, pan dah gak tidur tuh, sebenarnya mau dicariin obat ama “adekku” tapi gak ada obatnya. yah sia-sia dunk jadi tim medis, lha wong kakaknya “teler” gak diapa2in
jam 3 start pulang ke jember…
baru sejam nyetir udah 3 kali “kesirep”, nyetir sambil tidur

wah.. bahaya deh, akhirnya dengan berat hati, menepi dulu deh buat tidur barang satu jam, setelah istirahat satu jam, baru deh hyetir lagi..
ngebut lagi….
salip kanan-kiri lagi…
tapi safe kok..
tenang ajah
akhirnya..
sampai rumah
jam 10 malam…
kutemukan “surga” ku di kasurku
enaknya bisa istirahat
:D

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

i wish

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 12, 2005

semoga…
Allah mengampuni dosaku
semoga…
Alah menerima amalanku
semoga…
Allah mengasihi diriku
semoga…
Allah bersamaku

Ditulis dalam Dari Jiwa | Leave a Comment »