Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk September, 2005

Planet Footbal

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada September 15, 2005

Memang benar, kalo ada istilah bahwa sepak bola adalah olahraga yang sangat merakyat. Pun demikian aku juga, meskipun memilih Basket sebagai eskul saat awal-awal kuliah, namun akhirnya masuk juga ke tim football fakultas

Dengan tinggi badan 180 centimeter, memang menjadikan aku memiliki postur tubuh yang tinggi menjulang dibanding dengan teman-teman lainnya. Makanya itu pula, aku memilih posisi sebagai Penjaga Gawang alias Kiper. meninggalkan posisi sebagai bek kiri yang pernah aku jalanin selama masih SMA

Dan ternyata emang gak memalukan, penampilan perdanaku bisa membawa Tim Fakultas Pertanian menjadi juara II Maba Cup. Dan selanjutnya bisa membawa Tim FP menjadi Juara I Rektor Cup. Di ajang Rektor Cup ini, aku resmi ditasbihkan sebagai Kiper spealis Adu penalti. Karena di babak Semi final dan Final, mampu menghadang tembakan algojo lawan. Dan memang dengan jangkaun tangan yang cukup panjang serta naluri menebak arah bola berdasar dari gaya berat tubuh sang penendang membuat aku mendapatkan julukan tersebut.

Tapi tentunya aku tanpa kelemahan. Dengan pengelihatan yang terpaksa menggunakan kacamata minus 2,5 membuat aku cukup riskan main sore hari, terlebih menjelang maghrib, karena bola menjadi tidak nampak. Dan itu aku sadari, makanya biasanya aku sering minta main jam pertama yaitu jam 14:30 agar saat itu matahari masih bersinar, sehingga bola masih kelihatan

Tapi tahukah anda semua, jika mungkin pakaian atau kostumku sebagai Kiper, sering membuat orang heran. Sebagai seorang yang mengerti batas aurat seoarang laki-laki, tentunya aku tahu kalo dengkul alias lututku tidak boleh dikonsumsi orang ramai. Tapi sebagai pemain bola, tentunya pakai celana pendek. Memang ada kelonggaran sebagai Kiper untuk pakai celana panjang, atau bahkan training. Tapi jujur saja, aku gak nyaman pake training, karena gerah, juga berat, apalagi kalo maen pas hujan. Akhirnya aku keluar akal. Aku beli celana senam buat cewek, yang ketat alias full pressed body, sepanjang 3/4 kaki, yang kemudian aku padukan dengan kaos kaki panjang sampai atas lutu, dan kemudian di lutut aku tutup pake “deker”. Penampilan itu membuat aku dari leher sampai ujung kaki tertutup rapat, dan terus dengan rambut gondrong yang diselipi bandana membuat temen-temen bilang lebih pantas jadi rocker dari pada maen bola. But, its oke kok. Bukankah arena lapangan hijau juga bisa jadi arena “caltwalk” dengan berpakain dan bergaya lain dari yang lain, meski tetep syari’

Prestasi sebagai tim juara Rektor Cup membuat tim kami cukup dikenal sehingga beberapa kali diundang main dengan tim lain. Seperti di foto, itu kami maen di sebuah desa di lereng gunung Ijen. Dan tahukah anda, jika oksigen disana cukup tipis, membuat kami lebih cepat lelah, selain dingin, juga lembab, tapi yang penting, kami bisa enjoy melihat pemandangan yang Subhanallah, sangat indah sekali

Well…itulah sedikit pengalamanku, mungkin bisa berguna sebagai cerita buat anak cucuku suatu saat ntar. Semoga saja!

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

Untung aku masih……..

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada September 13, 2005

Main-main berbahaya…Yah itulah yang biasa aku lakukan dengan teman-temanku semenjak SMP sampai SMA. Aku tumbuh, meski dengan latar belakang agama yang cukup kuat, namun pergaulan disekitarku, membuat aku menjadi seorang laki-laki yang berkarakter keras, juga brutal. Sejak SMP aku udah terbiasa untuk berkelahi, duel bahkan sampai tawuran antar sekolah, itu hal yang biasa bagiku. Dan tentunya, lingkungan seperti itu, juga membuat aku menjadi remaja yang cukup nakal, dalam ukuran saat itu tentunya Ada satu hobiku, yaitu mancing. Dan biasanya aku mancing di Waduk, malam minggu sambil bareng dengan teman-teman sekolah dan pulangnya esok paginya sambil membawa hasil pancingan sisa, karena lainnya udah kami bakar sebagai sarapan pagi.

Kami biasa berangkat sekitar jam 7, perjalanan ke tempat mancing, tidak jauh kok, hanya sekitar 5 kilo, tidak sampai 10 menit kami mencapai lokasi pemancingan. Daerah waduk, seperti danau membuat angin cukup kencang, dingin memang. Tapi biasanya kami punya cara tersendiri untuk mengusir rasa dingin…Rokok kretek, itu pasti, terlebih Djarum 76 adalah favorit kami, soalnya emang bikin hangat selain Bentoel tentunya.

Namun…..ada satu yang pasti akan membuat badan hangat. Tahukan itu apa? Yup…Alkohol alias minuman keras. Bukan sekedar Bir, ataupun Anggur Ketan Hitam, tapi kami membawa mulai dari Mansion House, Red Label, Mc Donald, sampai kelas murahan macam ciu atau topi miring. Dan jangan heran, jika kami semua adalah orang-orang yang tahan minum, termasuk aku tentunya (sssttt..rahasia yah, jangan kasih tahu sapapun) Dengan minum, memang badan hangat, tapi imbasnya ada dua, kalo kebanyakan, kami jadi teler, dan gak jadi mancing, atau kalo gak kebagian banyak, jadi tetap kedinginan.

Nah…permainan gila-gilan dari teman-temanku adalah….wanita. Yup, tepat sekali. Udara dingin didaerah itu, membuat beberapa rumah disekitar sana menjadi lokalisasi terselubung. Dan rata-rata teman-temanku itu, ya emang para bajingan yang udah tahu dunia seperti itu. Sungguh hal sulit diterima, kami yang masih bercelana pendek, masih SMP udah bermain-main di lokalisasi, dan termasuk aku, terbiasa nganterin konco-konco untuk nyewa.

Bahkan, karena alasan mancing itu pula, beberapa teman yang sebenarnya “cukup baik” punya alasan untuk bisa keluar dan nyoba “jajan”. Tapi…aku masih perjaka karena emang cuman nganter aja, dan gak tergoda buat nyoba seperti teman-teman Gendhenk gak kuwi rek?

Sampai sekarangpun aku masih gak percaya, kalo dulu aku pernah njalanin hidup seperti itu, bahkan bener-bener surprise deh buatku, karena saat pulang ke Wonogiri, aku terkadang masih bertemu dengan teman-teman SMP yang biasa gila-gilaan bareng itu, dan memang, rata-rata mereka jadi preman pasarlah bahkan ada yang jadi penjahat segala.

Untung aja, aku bisa sedikit rada “aman”, ya iyalah, mana ada yang berani ganggu temannya preman pasar he3 Its my story…diceritakan kembali sebagai renungan, betapa berharganya Hidayah yang tlah ku Temukan

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »