Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk November, 2005

fixing a broken heart(2)

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 22, 2005

Melanjutkan cerita kemaren….saya pikir lebih baik detail dan kejadiannya seperti apa menjadi rahasia saya sendiri, namun yang pasti ketiadaan dalam sebuah ketentuan menjadikan arti dari sebuah pengorbanan menjadi sebuah hal yang hampa.

Semuanya menyalahkan diriku, yang menjadi “orang bodoh” dalam masalah ini, meski BALUNG serta KANG FUNS tiada tahu yang terjadi sebenarnya, mereka masih saja mensupportku dengan kata-kata yang bijak, tentunya dengan versi dan karakter mereka. Ada satu yang terucapkan KANG FUNS bahwa selama masih berhubungan dengan dunia, kenapa sih harus diberatin, kenapa sih harus gak diikhlasin?. Lain halnya dengan ucapan BALUNG bahwa aku adalah “manusia bodoh” yang berharap bintang jatuh. Well…..semua nasehat mereka aku terima dengan tangan terbuka karena pada dasarnya sebuah kebaikan meski dengan cara yang berbeda dalam penyampaiannya.

Telah berbuat kesalahan, itu adalah fitrah manusia. Menjadi menarik kiranya jika kita kemudian memilih untuk meninggalkan apa yang telah kita lakukan dan kemudian menyadari kesalahan tersebut, meski kesempatan tetaplah ada untuk mengulang kesalahan. Dan alangkah bergunanya, kesalahan yang pernah kita lakukan pada satu orang menjadi pelajaran penting agar tidak diulangi dengan orang lain, bukan kemudian kemudian menyalahkan orang terdahulu atas kesalahan yang kita lakukan dengan orang lain itu. Ketika aku diskusikan dengan KANG FUNS , bahwa sesungguhnya penyesalan itu bukan dinilai dari berhasil tidaknya rasa menyesal itu merasuk dalam hati, tapi bagaimana usaha dan proses kita untuk menyesal dan tidak mengulanginya. Pada dasarnya setiap manusia akan berbuat salah, dan dalam kasusku, aku telah berupaya untuk meminimalisir kesalahan yang pernah terjadi, dan biarkan Allah lah yang menilai apa yang telah aku lakukan untuk menjaga agar tidak mengulangi salah tersebut

Terlepas dari itu semua, menata hati kembali yang telah hancur terkoyak menjadi sebuah pilihan yang harus kita lakukan. Menjadi pribadi yang berbeda adalah sebuah pilihan yang diterima, namun tetap bersama dengan kebaikan juga adalah sebuah hal yang harus dipertahankan. Kebaikan tentunya akan berbuah manis, meskipun kebaikan itu sering disalahgunakan banyak orang dalam kehidupan ini. Saya percaya, menjadi orang baik (meskipun amat naif, itu yang selalu dikatakan BALUNG terhadap saya) bagaimanapun juga adalah sebuah hal yang bisa saya berikan kepada orang lain. Dan kebaikan itu, adalah hal yang menjadi modal berharga kita dalam meniti kehidupan.

Ada sebuah kiriman yang menarik dari seoarang sahabat

Allah menguji keikhlasan kita dalam kesendirian
Allah memberikan kedewasaan ketika masalah-masalah berdatangan
Dan Allah melatih ketegaran dalam kesakitan

Semoga semua yang terjadi, mampu mendewasakan kita sehingga kita senantiasa ikhlas dan tegar dalam menghadapi ujian tanda cintaNya

Dan kepada “MENTARI” jauh disana, kejujuran lah yang selalu aku utamakan. Maaf kalo dianggap tidak mengindahkan apa yang kita sepakati, karena bagiku biarkan yang Maha Kuasa yeng menentukan nilai dari yang kita lakukan. Please forgive me!

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »

fixing a broken heart(1)

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 20, 2005

Mestinya akan timbul pertanyaan, kenapa blog ku berubah menjadi mellow begini, begitu lembutnya seakan jadi akhwat atau cewek he he he

Sesuai dengan judulnya, yaitu fixing a broken heart, yaitu memperbaiki hati yang telah terbelah, hati yang rusak ataupun. Seminggu yang sangat melelahkan hatiku. Memberikan segenap perhatian dan seluruh apa yang aku punya, waktu, tenaga, fikiran, perasaan dan juga biaya, dan yang terjadi adalah sebuah “kebohongan” yang seperti terkamuflase dibalik airmata. Aku termangu saat ini, ketika aku mengira bahwa semua yang dikatakan adalah sebuah pengakuan dan kejujuran, namun setelah didapatkan yang dia mau, maka kata-kata manis itu tak akan berlaku lagi

Bukan aku benci, bukan aku kecewa atau merasa dimanfaatkan, tapi seperti yang barusan dikatakan oleh salah satu sahabat terbaikku, Kang Mono , “Mereka adalah makhluk-makhluk lemah, dan kita seharusnya tunjukkan mereka seperti apa kebenaran itu. Kita ingin mereka bahagia, jika mereka mengambil jalan curang, biarkan itu menjadi urusan mereka dengan Allah. Yang mereka rasakan, bukanlah concern kita, tapi bagaimana kita merencanakan langkah kita ke depan”. Sebuah nasehat yang aku terima dari kawan yang tau benar bagaimana diriku dan juga perasaanku, karena bisa dikatakanlah kami seperti senasib dan sepenanggungan, meskipun level yang tertinggi telah ku lampaui. Tinggal bagaimana mengikhlaskan hatiku sepenuhnya, bahwa seorang yang berniat baik, dan melakukan hal yang baik pula, saat dia dibohongi, maupun di khianatin, maka keyakinan bahwa Allah pun akan berlaku adil pula.

Bagaimanapun juga, aku akan kembali pada jalan yang seharusnya aku tapaki, jalan keridhoan yang nantinya akan berbuah manis Karena itu pula, akhirnya dengan sedikit ide kreatif dari “kembaran”ku di Surabaya BALUNG dan juga masukan penting dari PAK FUNS akhirnya kami bertiga sepakat untuk menggunakan lay out ini sebagai template kami sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Kedua teman yang setia menemaniku, mengorbankan hari, tenaga dan juga dana yang gak sedikit bagiku, meski sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa masalahku. Paling nggak, aku sedih aku tidak mendekati wanita, karena itu lebih berbahaya, dan aku sedih, aku bersama orang-orang yang mencoba menemaniku dalam kesedihanku

Dan sekarang…adalah memperbaiki hatiku yang telah berkeping-keping (tulisan ini masih akan bersambung)

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »

lelah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 20, 2005

Sebuah perjalanan yang melelahkan

kalo mau jujur, banyak episode kelam dalam hidupku yang terjadi begitu saja dan tak mampu aku cegah untuk melakukan antisipasinya. Tapi dari sebuah kisah ini, aku belajar bahwa untuk mencintai sesuatu memang butuh sebuah pengorbanan, bahkan untuk melepaskannya pun jauh membutuhkan pengorbanan
Mencintai sesuatu membutuhkan kesetiaan, namun melepaskan sesuatu juga membutuhkan kerelaan
Mencintai sesuatu butuh kejujuran, namun melepaskan sesuatu butuh keberanian
and now…ku mencintai dan melepaskan sesuatu yang sama dalam sekali waktu

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

Dasar wanita

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 6, 2005

Aku pernah bertanya, apakah arti kesetiaan itu?
Yang ada,
didepanku adalah kebohongan-kebohongan
Bahkan ketika aku jelaskan kebohongan kepada dia
Yang ada malah balik membalas tentang apa yang aku lakuin
Dasar wanita……

Ditulis dalam Dari Jiwa | Leave a Comment »