Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk Maret, 2006

0 Centimeter

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 30, 2006

Entah kenapa, aku tetap merasa lebih nyaman dengan model botak gini, dengan potongan rambut 0 centimeter alias emang gak ada rambut sama sekali. Sudah 3 bulan ini sebenarnya rambutku memanjang dan mulai berombak gak beraturan (emang aslinya rambutnya keriting kok :P ). Dan aku sengaja membiarkan aja, selain lagi males ngurusin penampilan (enaknya jadi bujangan, gak ada yang protes kalo penampilan acak-acakan he he he :D ) juga emang kebiasaanku untuk potong rambut pas pulang ke Wonogiri.

Kenapa sih mesti potong rambut ke Wonogiri, males aja potong rambut di Jember, itu jawabannya. Terlebih, aku terbiasa potong rambut sama mas Joko, langgananku semenjak SMA, dan saking akrabnya sama mas Joko jadi tanpa aku minta, dia udah tau model apa yang aku inginkan. (Lha iyalah, soalnya modelnya cuman satu, Plontos alias botak :P )

Kenapa mesti botak???

  1. Aku orangnya sembrono, sering lupa keramas tiap hari, apalagi aku tipikal orang yang cepat kalo mandi, jadinya kadang lupa mesti shampoan segala

  2. Karena rambutku keriting, pernah semasa SMP dan SMA rambutku sampai sebatas bahu, dan bahkan waktu kuliah dan habis KKN rambut keritingku menjadi trade mark nya satu posko karena panjang dan gondrong, dan mudah dikenali karena Kordes (koordinator desa.red) nya Gondrong. Karena keriting itu pula, kalo panjang membuat susah diatur dan juga mudah berantakan, dan tentunya malah kayak preman pasar atau pemain band. Emang sih, dulu pernah ngeband, tapi sebenarnya khan gak mesti gondrong??

  3. Karena wajahku lebih "bersih". Dengan gak adanya rambut, otomatis jadi gak kelihatan kumal lagi, palagi khan kulitku emang dasarnya item, jadi bisa lebih terang dan jelas kalo rambutnya rapi, nah…..kalo gak ada rambutnya…khan jadi lebih jelas lagi (hihihi…teori yang ngasal niy :P )

  4. Efektif dan efisien, yang pastilah, karena hemat shampoo, waktu untuk nyisir dan juga bercermin dulu (ps…aku itu orang yang males bercermin)

Tapi…..meski begitu ada pula yang suka usil dan gak suka kalo aku botak, dengan alasan diantaranya

  1. Mempertegas garis "keras" di wajahku, yang membuat aku kelihatan lebih garang dan galak dari biasanya. Emang sih, dengan botak gini, seseorang emang terlihat lebih galak

  2. Mengesankan kriminal, karena biasanya yang dicukur gundul khan adalah narapidana yang baru ketangkep dan dimasukkan ke sel tahanan.

  3. Gak ada yang bisa dijadikan mainan (no comment kalo ini)

Whateverlah dengan semua itu, yang pasti aku tetap merasa lebih nyaman dengan ringnnya kepalaku tanpa rambut. Dan walau dulu tetap ada yang lebih suka aku menumbuhkan rambut, tapi sementara, enaknya emang botak dulu aja. Lagian, dosen waliku sendiri sempat berkomentar, kalo aku itu pencipta trademark botak di kampus, karena habis itu beliau dan beberapa dosen lain, juga mahasiswa lainnya juga ngikut botak kayak aku :D

piss ah….selama masih baik dilakukan, kenapa tidak, walau aslinya….aku botak pun karena kata seorang teman disebabkan "desperate heart" :D

*********************

ps buat Om Gembul, sekarang saya botak lagi om :P

Ditulis dalam Dari Hidup | 5 Komentar »

Confusing

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 29, 2006

Dilintasi batasan sang waktu

Dalam hening tapak nadir kegelisahan

Mencoba mengayuh peluh merekuh

Menuai gemulai derasnya sendi hidup

Menembus gelap dan pekat kabut

Menaungi senja yang makin memerah

Dalam sebuah keremangan cahaya yang terputihkan

Meraung….

Mendesak….

Mencabik…..

Tersungkur…

Terhempas….

Terpental….

Dan……………..Mati

sebuah "kebingungan" atas hidup…oh…..kenapa syndrome ini semakin lama makin menghantui ku….menjadi unforgettable syndrome….bukan hanya satu orang yang ku benci..tapi semakin banyak pula yang kubenci…tolong ….bantu aku melepaskan "dendam" ini…help meeee :(

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Sepele emang..namun kita sering melupakan hal tersebut

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 26, 2006

Kita mungkin bangga atau cukup senang jika di layar atau LCD HP kita menampilkan gambar kaligrafi atau lafaadz “Allah” atau juga potongan ayat di dalam Al Quran. Atau pun juga kita biasa mendownload lagu shalawat, atau nasyid yang mengagungkan kebesaran Allah Gak ada yang salah dengan itu semua, bahkan bagus sekali kok. Bisa menjadi suatu pertanda bahwa anda adalah orang yang gemar dengan nuansa keislaman. Atau malah lagu dan logo/screen saver itu bisa menjadi pembuka jalan bagi anda untuk bertemu dengan saudara seiman anda sewaktu berada di kendaraan umum semisal bis kota ataupun kereta. Seperti kejadian yang pernah aku alamin waktu tahun 2004 awal ketika aku dalam perjalanan dari Yogya menuju Solo menggunakan bus setelah ada beberapa keperluan di Yogya.

Saat itu disampingku duduk seorang “akhwat” yang dengan santun mengajakku berbicara dan ngobrol. Mungkin saat itu melihat bajuku yang lagi rapi jali (sueer….kalo orang jawabilang ngepasi, karena biasanya aku pake baju yang gak karuan bentuknya) dan ditambah jenggot tipis yang baru beberapa hari sebelumnya aku cukur biar tampak rapi. Itu akhwat pertama tanya-tanya tentang kuliah dan aktifitasnya. Aku hanya jawab seadanya, karena males dan jaga jarak aja karena aku sempat melihat gantungan kunci KAMMI di tas nya.

Pertanyaannya kemudian menjurus tentang hal kepartaian dan juga dakwah. Maklum aja, masa itu emang masa menjelang persiapan pemilu dan juga sosialisasi sebuah partai dakwah yang mana aku juga terlibat didalamnya (Aku gak malu dan gak akan nutupin bahwa partaiku itu PKS). Dan lagi-lagi aku hanya menjawab seadanya, karena aku saat itu sedang capek banget dan juga gak mood. Dan….tiba-tiba HP ku pun berbunyi dengan kencangnya, mengeluarkan nada dering sebuah “mars” dari partaiku itu, dan serta merta langsung aku merogoh kantung celana ku buat ngambil HP ku itu. Langsung dapat aku lihat adanya perubahan air muka dari si akhwat ini. Bagaimana tidak, kalo saja dia tahu bahwa orang diajak bicara sama dia dari tadi adalah seorang mantan Ketua Komisariat sekaligus penanggungjawab sebuah kecamatan di DP II Pemilihan Daerah Jember.

Sungguh, aku mengabaikan yang dia bicarakan bukan karena ingin mempermainkan dia, atau pula mengaggap remeh, justru aku simpatik dengan yang dia bicarakan, dengan semangat dan ghiroh yang dia punya. Dan, untuk menjaga perasaannya pula, saat itu aku ngajak discuss dia setelah dia tahu kalo aku adalah seorang “ikhwan”.

Aku sengaja tidak meminta nomor HP nya, atau mencari tahu siapa namanya, bukan karena gak suka atau pula karena tidak peduli, namun biarlah nanti jika waktu memungkinkan semoga bisa bertemu kembali di Surga-Nya.

Atau, pengalaman lainku, ketika naik bis dari Jakarta, pulang ke wonogiri, saat itu seorang disampingku. Melihat screensaverku yang terpasang lafadz Allah dengan manisnya, membuat dia langsung mengucapkan salam dan menyapaku, dan “menuduh” aku orang PKS. Dan ternyata dia sendiri adalah simpatisan dari PKS wilayah Kebayoran Lama, ah mas Dedi, semoga nanti kita dipertemukan oleh Allah kembali di Jannah-Nya.

Namun….dibalik semua segi positif tersebut, sebenarnya ada sebuah “resiko” yang senantiasa menyertai pemilik HP yang memiliki screensaver lafadz Allah, ataupun potongan ayat di Quran. Tiada lain dan tiada bukan adalah kebiasaan anda semua pergi ke kamar kecil. Tanpa anda sadari, anda sering membawa barang pribadi anda seperti dompet, jam tangan, tissu, bahkan sampai HP segala ke kamar mandi, terlebih jika anda berada di kantor, rumah suudara, restoram, warung atau bahkan sedang dalam perjalanan didalam bus atau kereta api yang memiliki fasilitas kamar mandi. Dan serta merta, HP anda yang bertuliskan lafadz Allah atau juga nasyid yang menyenandungkan shalawat atau juga kebesaran Allah juga akan “terkontaminasi” dengan suasana kamar mandi. Sedangkan ada larangan untuk membawa segala yang bernamakan Allah juga surat dalam Al Quran ke dalam kamar mandi karena kamar mandi adalah tempat yang kotor dan penuh dengan kenajisan.

Kita sering tidak menyadarinya, pun termasuk aku. Dulu aku sering tidak menyadari bahwa screen saverku bertuliskan Allah. Demikian pula diwaktu lain, tanpa sengaja HP ku itu terbawa ke kamar mandi dan ada sms masuk yang mana nada deringnya adalah nada sholawatan.

Memang, bisa aja screensaver anda dirubah dulu ke gambar lain, atau nada deringnya disilentkan alias bisu. Atau malah HP nya di non aktifkan sekalian. Tapi menurut ku itu sama aja, karena pada intinya ada tulisan Allah dan juga nada dering sejenis di dalam memori HP tersebut.

Dari situ, akhirnyaaku menghapus semua screen saver di HP ku yang bertuliskan lafadz Allah, juga potongan ayat dalam Al Quran, juga nada dering yang aku khawatirkan nanti juga akan terkena imbasnya :)

Walau sebenarnya, HP kesayanganku itu jarang aku gembol kemana-mana, soalnya ukurannya yang gede membuat males ngantongin, akhirnya terbiasakanlah N7650 ku itu tersimpan manis di laci meja admin sekaligus meja kerjaku. Sepele emang, tapi sering kita lupakan hal itu

Ditulis dalam Dari Hati | 8 Komentar »

Pengaruh…..!!!

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 23, 2006

Mungkin aku sedikit diantara sekian orang yang “beruntung” karena aku dibesarkan dengan musik The Beatles di telingaku. Ayah ku adalah salah satu penggemar musik dan salah satu fansnya The Beatles. Grup musik paling legendaris sepanjang abad 20 ini

Dan aku sendiri sebenarnya memiliki warisan kaset yang cukup lengkap dari ayahku mengenai Beatles. Karena tentunya sebagai penggemar Beatles, gak lengkap jika tanpa koleksi kaset. Itu masih belum lagi gaya ayahku waktu muda yang mirip para personil Beatles, rambut poni, sedikit gondrong dan kemeja ketat. Model retro beneran deh.

Lepas dari Beatles….aku tergila-gila dengan Gun n Roses. Dengan suara melengking Axl, garukan Slash di melody, hentakan Steven Adler di Drum membuai telinga dengan hipnotis musik dan sihir liriknya. Lagu November rain, Don’t Cry, Welcome to The Jungle sampai daur ulang Live and Let Die nya paul McCartney seakan merasuk jiwa.

Itu dulu, sewaktu aku melalui masa pertumbuhan dan belajar beranjak dewasa. Masa-masa dimana aku memakai celana panjang jins robek-robek, rambut gondrong dan sering nongkrong di perempatan lampu merah. Juga masa saat ngebentuk band di SMA, dengan aliran grup ngerock, namun karena akunya dari dulu demen ama mainnya Paul McCartney, jadinya ya grup ngerock namun bassisnya model retro he3 :D (ada yah model ginian??? :P )

Lepas SMA, mulai males main Band, dan tenggelam dalam aktifitas kuliah dan organisasi ekstra kampusnya. Langsung nemukan dunia yang “nyaman” ketika teman-teman ngajak bikin sebuah grup Nasyid, dan suaraku yang aslinya berat emang lebih cocok ditempatkan di nada suara bass. Gak usah aku sebutin ngapain aja kami selama di Jember, yang pasti kami pernah dua kali maen bareng dengan Suara Persaudaraan dari Malang di Jember

Tahun 2002, kenal dengan Linkin Park, dan langsung jatuh cinta pada liriknya yang berbentuk protes sosial dan juga anti kemapanan. Emang mulai dari Beatles, GnR sampe LP yang menjadi kesukaanku, semuanya bermuara pada satu hal, protes! meskipun protes tersebut berbagai macam caranya dan tujuannya. Dan aku sangat “ngena” sekali lirik-lirik protes kehidupan dari LP ini. Satu lagu yang bikin aku jatuh cinta pada LP, langsung di album Meteora yaitu “In the End”. Reffrainnya yang menyatakan protes akan usahanya yang dianggap sia-sia meski semua daya telah dilakukan ternyata tidak dianggap sedikitpun oleh organisasi. Yah…sebuah penggambaran akan kenyataan dalam diriku saat itu meski tidak sedrastis itu.

Namun….berlanjutnya waktu, membuat aku makin jatuh cinta dengan hampir semua lirik dan lagu LP. Bahkan, ketika aku lagi bengong pun, langsung nyetel LP dan dengerin lagunya “don’t stay” ngebikin malu untuk berdiam diri dan berusaha memotivasi buat beraktifitas kembali. Atau saat sedang jenuh melanda, sepertinya malu kalo cuman berdiam diri aja

Tapi paling asyik adalah kalo lagi nyetir jarak jauh malam hari, sebodo deh dengan anak-anak yang protes karena aku nyetel LP kenceng-kenceng di mobil, lagian mereka juga paham yang namanya orang nyetir itu butuh “cara” agar bisa melek dan salah satunya adalah dengan dengerin lagu yang “kenceng” :D

Mungkin buat kebanyakan orang, aneh..tapi bagiku sendiri 3 band itu banyak mempengaruhi dalam gaya pemikiranku..semoga aja positif

ps—

kayaknya aku akan sakit…flu berat dan tenggorokan panas,badan pegel dan kepala pusing. Semoga gak thypus ku yang kambuh
Doain cepet sembuh yah :) :) :)

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Ijinkan Aku Mencintaimu

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 21, 2006

Ijinkan aku memelukmu sekejap saja
Meski hanya melembutkan tangan
Dalam detak nadiku
Yang menyatu bersama angin malam

Ijinkan aku mendekapmu sekali saja
Meski hanya merengkuh dalam dada
Bersama degup jantungku
Yang mengiringi sepinya hari

Ijinkan aku menciummu sekali saja
Meski hanya sekedar keningmu
Dalam kecupan mesraku
Yang langsung kering tersapu angin

Ijinkan aku mencintaimu sekali saja
Meski hanya dalam alam bawah sadar
Dalam alunan mimpiku
Dan aku tetap mencintaimu

Ditulis dalam Dari Jiwa | 11 Komentar »

Yahooku ilang juga

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 21, 2006

Setelah account atau ID ku di Blogspot tidak bisa dibuka, lagi-lagi account ku di Yahoo ada yang tidak bisa dibuka lagi. Accountku di yahoo dengan ID “muhandira” secara bersamaan tidak bisa dibuka pula. Heran aja, ada apa sebenarnya, karena aku yakin bahwa passwordku itu tidak pernah aku ganti, tetap password yang lama. Bersyukurnya adalah account tersebut bukan account utama ku, sehingga tidak terlalu banyak data yang ada disana

Aku masih gak ngerti kenapa seperti itu, yang jelas kemaren malam masih bisa aku buka, lalu pagi ini juga masih bisa, sampai siang tadi aku nyoba buka ternyata malah invalid dan password keliru. Aku udah nyoba untuk melacak password, tapi tetap saja gak bisa.

Lalu aku coba akses email tersebut dari luar komputerku, di komputer lain, dan juga bahkan di warnet segala namun hasilnya tetap sama….what happen ini??

ID tersebut berisikan beberapa member milis yang sempat aku ikutin, juga account utamaku di FS, serta beberapa teman yang tau tentang email tersebut. Tapi secara umum, memang keseharianku menggunakan account “dua_dunia_berbeda”

Ya sudahlah, mungkin emang udah nasibnya.

Ditulis dalam Dari Hati | 5 Komentar »

Latihan Sabar

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 20, 2006

Sudah genap 3 bulan aku kerja di lab komputer dan itu berarti 3 bulan pula aku menjalani kehidupan sebagai seorang teknisi kompter (mesti masih amatir) :)

Dan selama itu pula, aku menghadapi berbagai macam karakter manusia yang beraneka macam ragamnya. Mulai yang biasa aja, sampe yang banyak tingkahnya. Mulai dari yang sekedar make aja, sampe yang banyak tanya. Dan..kebanyakan adalah anak-anak baru, angkatan 2005 yang aku sendiri aja sampe heran bahwa mereka masih sangat blank tentang komputer.

Aku bisa memaklumi mahasiswa “sepuh alias tua” yang kebingungan dengan operasional komputer, karena memang tidak ada mata kuliah yang terkait dengan komputer di kurikulum lama, pun demikian juga dengan bapak/ibu dosen yang sering bertanya tentang operasional komputer, termasuk tentang penggunaan internet. Namun aku justru heran dengan para mahasiswa baru yang kebingungan dengan operasional komputer.

Dalam persepsiku, semestinya mereka sudah bisa menggunakan komputer, thoh di SMA mereka memakai komputer untuk mengerjakan tugas dan paper mereka, atau bahkan ada yang terbiasa untuk main ke warnet. Tapi ternyata, masih pada kebingungan soal operasional komputer.

Belum lagi tingkah mereka, juga ucapan mereka yang sebenarnya menurutku “kebangetan”. Sudah dikasih harga murah yang ditetapkan oleh tim management lab komputer, tapi masih saja mengeluh dan komentar kalo harga di lab komputer mahal. Biasanya kalo ada yang komentar seperti itu, langsung saja aku timpalin dengan ucapan besok gak usah ke lab lagi aja yah, ngetik aja di trentalan lain biar ngerasakan “murah”. Sebenarnya, kalo sekali dua kali aja seperti itu sih gak masalah, namun setiap hari selalu saja ada keluhan seperti itu dan orangnya ya itu-itu mulu. Asal tau aja, lab komputer direntalkan untuk pengetikan dengan harga hanya 600 perak per jam sedangkan diluaran berkisar 1000 rupiah. Belum lagi akses internet yang hanya 1200 rupiah / jam, sedangkan di warnet sendiri rata-rata 3000 rupiah. Opo rak kebangeten tho, diwenehi murah ngunu isih ra trimo lan ndresulo. Jane kiy, lare-lare kae opo ra ngajeni awake dhewe.

Untungnya aku udah bisa lumayan sabar, sebgai satu-satunya teknisi yang udah lulus membuat waktu luangku menjadi lebih banyak. Dan akhirnya aku lebih sering jaga dibandingkan yang lain, dan kuterima dengan enjoy aja kok

Namun…karena seringnya jaga membuat aku menjadi banyak interaksi sama para user. Dan seperti yang tadi aku bilang diawal, karena pada gaptek semua, sehingga aku sering ngider menuhin panggilan mereka (sampe aku ngerasa jadi cowok panggilan aja, dipanggil orang terus disamperin :D ). Dan yang biasanya bikin aku rada gak betah adalah kalo segerombolan mahasiswi yang kebingungan dan aku berada ditengah-tengah mereka. Waduh…aku paling gak betah dalam kondisi seperti itu, karena jangankan banyak orang, dekat dengan satu orang cewek aja aku udah males, ini suruh nanganin ditengah-tengah kumpulan cewek.

Belum lagi mereka seenaknya njawil alias nyentuh tanpa permisi, bisa di pakaian, tangan atau juga pundak. Hey… gini-gini aku masih njaga tentang hijab, tentang sentuhan dan tentang pandangan. Semua kesalahan yang lalu, biarlah berlalu, dan aku coba mulai yang baru. Jadi serba salah juga, karena nyentuh seenaknya

Ah sudahlah….

Belajar ditengah-tengah komunitas heterogen gini ternyata cukup membuat aku sadar bahwa ini hanya dunia kecil, belum kondisi nanti ketika aku terjun ke masyarakat. Namun paling tidak, aku sudah punya persiapan untuk itu.

Segi positifnya aku kerja di lab adalah, Dhuhur sampe Isya ku terjamin untuk sholat berjamaah di masjid, karena lab komputer persis di depan masjid fakultas yang selalu adzan setiap saat. Belum lagi kalo aku tidur di lab yang pastinya Shubuh pun aku akan terbangun.

Efek negatifnya adalah, sering begadang dan badan jadi tambah kurus, untungnya kantin buka sampe jam 9 malem jadi makan mulai terjamin. Udah gitu, aku jadi jarang pulang ke kos, karena biasa tidur di lab. Sampe ada seorang teman ikhwan yang ngolokin aku, kalo istriku ntar kasihan karena ditinggal trs ama suaminya :D ……….. Ah teman, becandamu emang keterlaluan, masakan aku lebih betah tidur di lab komp yang dingin dan sepi sedangkan dirumah ada seoarang bidadari yang siap melayani pangerannya, mendingan pulang lagi he3 :P . Namun berhubung masih bujang, ya dinikmatin aja tidur bersama komputer dan juga kebiasaan tidur sehari cuman 4 jam, atau pulang ke kos an menjelang atau sehabis shubuh. Mumpung masih bebas dan gak ada tanggungan :D

Ditulis dalam Dari Hati | 2 Komentar »

Dan….Pabila Esok

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 20, 2006

Ada yang menarik hatiku ketika seorang teman yang belum lama ku kenal kemudian mengajak diriku bercerita banyak tentang romantika kisah cintanya. Mulai dari menyukai seorang pria, sampai menyadari bahwa kemudian sadar tak khan mungkin bisa bersama.

Dan seperti kisah telenovelalah yang terjadi, sebuah drama percintaan yang memilukan

Namun herannya, udah tau gak bisa bersama, kenapa masih mengharapkan??? Kenapa masih mengeluarkan semua rasa?? Kenapa masih mencintainya??? Kebodohan atau sengaja membodohi diri sendiri??

Dan ternyata kebodohanlah yang dia ucapkan kepadaku, sebuah pengakuan dalam kejujurannya. Entahlah, manusia hanyalah makhluk yang lemah dengan hati yang mudah tersentuh dengan semua rasa. Sedangkan yang membolak-balikkan hatipun, Allah, mungkin terlupakan barang sejenak

Namun..mungkin akupun belum bisa menjadi orang yang tegas dalam perkaatn tersebut, aku sendiri masih perlu belajar banyak dalam hidup ini. Semua yang pernah terjadi dan yang kulakukan adalah keterbatasanku sebagai seorang manusia yang lemah dalam akal, pikiran dan perasaan

Aku jadi ingat ketika banyak konflik berkecamuk dalam hatiku, setengah tahun yang lalu dalam sebuah emosi dan ketidaksadaran dalam sebuah perasaan. Well…. Andres yang biasanya dingin jadi serba salah ketika menerima kenyataan tersebut, harus menanggung akibat yang semestinya tidak harus aku tanggung. Dan juga kesalahan yang semestinya tidak aku lakukan

Ah..sudahlah……!!! Hidup emang begitu indah dengan banyak dinamikanya meski emang terkadang menyakitkan. Hanya bisa menikmati hidup dan berdoa agar bisa bertahan terhadap segala hal yang mewarnainya

Dan mulai mencoba menatap sebuah awal baru dalam hidup ini

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »

Evakuasi

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 19, 2006

Entah kenapa, aku gak bisa login di Blogspot.

Aku pikir karena maintenence or ada perbaikan dari blogspotnya jadi awalnya aku diam, tapi gak tahunya ketika aku iseng memasukkan ID dan pass teman ku di blogspot, kok tiba2 bisa masuk? tidak percaya, lalu aku coba ID dan pass teman yang lain dan tetep aja bisa masuk

Lalu aku coba untuk login kembali dengan namaku, dan ku yakin ID dan passwordnya benar karena gak ada yang ngutak utik komputer ku
Dan jawabannya tetep sama
yaitu “User account not found”

Aku coba untuk recover ID lewat recover via email yang dulu di konfirm kan ke blogspot, dan hasilnya tetap sama yaitu “User account not found”
dengan kata lain, ID ku berubah menjadi ID lain tanpa ku sadari atau ID ku tiba-tiba terhapuskan dari sistem blogspot. Alangkah anehnya, karena aku recover ID lewat email pun menemukan jawabn yang tetap sama yaitu “User account not found”

Aku baru beberapa jam lalu mengakses blogspot dan bisa login, lalu aku tinggal tidur jam 10 malam tadi, dalam keadaan masih login. Bangun jam 2 pagi, komp ku dalam keadaan hang sehingga ku restart, setelah restart itu, aku mendapatkan bahwa aku gak bisa login ke blogspot (komp ku di lab komp, dan aku yakin teman-teman tidak ada yang mengutak-atik komp ku, jaminan tersebut dari seorang teman yang lagi kerja di depan komp ku)

Tetap aneh menurut ku karena dengan ID punya teman ku, aku masih bisa login, bahkan menggunakan ID blog ku yang lain pun masih bisa login. Hanya dengan menggunakan “dua_dunia_berbeda” ternyata tidak bisa login. Dan yang lebih anehnya, email recover pun juga tidak menemukan “account” ku di blogspot. padahal aku yakin aku benar memasukkan pass dan ID serta emailku

Lalu….kecurigaan ku akan adanya penghapusan ID ku di blogspot makin kuat ketika aku coba sign up dengan ID “dua_dunia_berbeda” dan pass yang sama serta alamat email ku di dua_dunia_berbeda@yahoo.com, tiba2 saja bisa masuk dan terdaftar dengan kata lain…emang tidak ada ID dua_dunia_berbeda serta email dua_dunia_berbeda@yahoo.com yang pernah dipake sbelumnya…so..bisa dikatakan bahwa ID saya yang lama…tidak ada lagi dalam sistem blogspot.

Aneh memang…..masak ID bisa berganti sih?? Kalo pass or email mungkin bisa, tapi setahuku ID tidak bisa diganti..sama halnya dengan ID email kita..akan selamanya tetap sama.

Entahlah….mungkin ada yang bisa bantu??

Kalopun memang ada yang “usil” dan jail dengan aku, sehingga mengganti pass, ID bahkan juga recover email ku, yah semoga diampuni kesalahannya

Kalopun emang blogspotnya yang error, kenapa cuman punyaku aja?
Kalopun blogku emang udah tamat riwayatnya
Yah..berarti dengan ini pula aku tidak bertanggung jawab atas tulisan yang terpublishkan setelah tanggal 18 Maret 2006, karena aku emang tidak menulis apapun setelah tanggal tersebut

Tulisanku di “rumah hari” sudah sejumlah 207 buah selama hampir setahun, pun demikian rumah puisi yang juga ber ID sama sudah sejumlah 20 buah. Mungkin aku harus merelakannya semua tinggal sejarah

Semoga diberi kesabaran, karena aslinya, tepat dua minggu lagi, blog ku tersebut akan berusia setahun sesuai dengan miladku

Never mind, hanya kehilangan sebuah blog aja kok…belum sampai kehilangan identitas dan keyakinan, apa lagi keimanan
*************

Catatan penting

Ini adalah email yang aku kirimkan ke beberpa milis dan mail teman-temanku, sebagai permintaan bantuan dan share, juga sebagai pemberitahuan bahwa aku tidak menggunakan blogspot lagi

Semoga kesabaran itu tetaplah bersama diriku

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Dialog dari Hati dengan Hati

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 18, 2006

Malam itu, kulewatkan hampir dua jam untuk mendengarkan kisah seorang adekku, seorang adek yang kutemukan barusan, belum juga genap dua minggu. Dan saat itu, aku mesti berperan jadi “mas” untuk ndengerin semua masalahnya.

Lagi-lagi soal “cinta”
Entah kenapa, sekali lagi aku menghadapi hal beginian
Dan..lagi-lagi semua ceritanya seakan menohok hatiku, bahwa aku sendiri pun pernah mengalaminya, bahkan menjalaninya dengan kesadaran. Jujur aja, aku malu untuk mengakui beberapa “kelebatan hati” yang masuk tanpa permisi dan merenggut cintaku kepada yang Maha Kuasa dan berganti kepada cinta kepada makhluk manis berkerudung itu.

Gak usah khawatir kalo aku akan “terjebak” dengan adekku itu, karena dia sendiri adalah seorang pria. Dan sebenarnya, aku makin menjauh dari komunikasi dengan wanita. Bahkan di YM pun, seingatku hanya ada 3 orang wanita lajang yang biasa komunikasi, sisanya adalah wanita dewasa yang biasa aku panggil mbak atau ummi, dan mereka udah menikah semua. Lainnya, adalah ikhwan-ikhwan yang kujadikan sodara ku.

Keinginan untuk menikah muda, banyaknya interaksi dalam amanah, kepanitiaan maupun kegiatan, terlebih jika SDM nya sangatlah sedikit, lagi-lagi menjadi pemicu munculnya rasa-rasa didalam hati yang makin bersemi didalam hati adekku ini. Ah… andai saja engkau tau dek, saat semua sudah kau lewati nanti, justru kau akan tau begitu nikmatnya kemampuan dirimu untuk menjaga hati dari hal yang semestinya gak perlu itu.

Aku ingat, saat menjelang usia adekku tersebut, keinginan untuk segera menikah sangatlah menggebu-gebu. Ingin sekali melepas masa lajang dan menjadikan diri untuk berbagi hidup dengan seorang wanita yang tercinta. Hal itu wajar sebenarnya, karena fase-fase usia segitu, berkisar di awal sampai pertengahan 20an merupakan masa yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang, dan pada masa itu pula “rasa” cinta itu mendominasi dan ingin terpenuhi

Alhamdulillah, menjelang usia 25 ku yang kurang dari sebulan ini, fase itu sudah terlewati. Bagiku sendiri, mungkin bukan menjadi prioritas untuk mengakhir masa kesendirianku, meski selepas ujian skripsi kemaren, tawaran untuk mengenalkan diriku dengan banyak akhwat makin deras saja. belum lagi tawaran dari beberapa orang untuk mencarikan aku seorang Pendamping Wisuda (PW). Aku hanya tertawa kecil dengan itu semua. Semua nanti adalah rahasia Allah, aku pun tak tau kapan dan dengan siapa nantinya. Mungkin saja bisa besok, atau bahkan masih tersimpan rapi rahasia siapa yang akan menjadi bidadariku. Maaf aja teman, andai waktu itu tiba…aku akan tahu dengan sendirinya siapa dia yang terpilihkan untukku.

Aku sendiri sadar, aku bukan orang suci yang tak pernah berbuat dosa, bahkan untuk menjaga hatiku dari hal gak perlu pun aku pernah tidak mampu. Namun aku berani berkata, bahwa aku berani mengakui kelemahan dan kesalahanku, bukan kemudian bersembunyi dibalik topeng kesucian yang selalu dikenakan banyak ikhwah disana


Ditulis dalam Dari Hati | 2 Komentar »