Jika alam mengamuk
Ketika bumi sudah tidak bersahabat
Ketika tanah tidak lagi tempat berpijak
Dan saat langit mencurahkan isinya
Masihkan kita bersombong diri
Menjadi makhluk dengan penuh keangkuhan



Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 27, 2006
Jika alam mengamuk
Ketika bumi sudah tidak bersahabat
Ketika tanah tidak lagi tempat berpijak
Dan saat langit mencurahkan isinya
Masihkan kita bersombong diri
Menjadi makhluk dengan penuh keangkuhan



Ditulis dalam Dari Hidup | 6 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 22, 2006
Maaf….. karena dalam dua pekan ke depan aku gak akan bisa menulis banyak di blog ini
Satu hal, malam ini aku berangkat ke Trenggalek, ke lokasi bencana alam banjir bandhang. Berdua dengan seorang teman yang mendapat mandat dari portalinfaq, meninjau dan mensurvey lokasi banjir tersebut. dan mungkin akan cukup lama disana, so… gak akan bisa menulis lagi untuk sementara waktu
Kedua, berhubung di Trenggalek juga gak ada sinyal Telkomsel, sementara waktu HP akan non aktif dulu (emang sedikit yang tau nomor ku kok)
dan mengenai kontak mengontak, sepertinya ntar kalo ada nomor lain aja yah
Ketiga, selepas dari Trenggalek, aku kayaknya ke jakarta, so akan memperpanjang masa hiatus ku
jadi maafkan kalo emang benar-benar menghilang
So…
maaf yah
dan doain aku selamat
Ditulis dalam Dari Hati | 7 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 18, 2006
-Postingan ini bukan untuk menggugat Tuhan-
Terinspirasikan oleh sebuah pengalaman hidup, juga sebuah pengalaman dari seorang sahabat, tentang kisah hidupnya.
Kalo kita sadari, sering kita itu jadi makhluk yang bego dan bodoh. Sudah dikasih akal dan pikiran untuk membedakan dengan binatang, masih juga kita bingung untuk mengambil keputusan. Dan setelah kita melakukan atau mengambil sebuah keputusan yang salah, kita kemudian malah jadi bingung dan (maaf) menuduh Tuhan tidak adil.
Emang kadang kita pikir Tuhan itu gak adil. Udah berusaha sekuat tenaga, berdoa siang malam, sholat dan sebagainya, tapi yang kita inginkan itu tidak menjadi kenyataan. Sedangkan di sisi lain, seseorang yang (maaf) bejat pun bisa dapat segala yang diinginkan.
Siapa yang salah? Apakah Tuhan yang salah? Atau niat kita yang salah? Atau kita yang diperlakukan tidak adil? Atau Tuhan sengaja memperlakukan kita tidak adil?
Ada suatu cerita, seorang teman yang karena berlikunya jalan untuk menikahi seorang gadis pujaan hatinya, yang malah bikin hubungan mereka itu (menurutku) ekstra konflikisme taraf akut. Disaat sang pria mencoba menetapkan hati untuk memutuskan pergi, disaat itu pula sang wanita justru memberikan perhatian lagi. Dalam hati sang pria berkata, kenapa Tuhan mengujiku lagi untuk kesekian kalinya. Dan ketika aku luluh, apakah Tuhan akan tertawa akan kebodohanku yang sudah tak terhitung ini?
Tanyakan saja pada hati nuranimu, ketika engkau menuntut keadilan kepada Allah, apakah engkau sudah berlaku adil kepada Allah
for my bro and sist : semua kesalahan dimasa lalu, kita benahi di masa sekarang yuk!!!
Ditulis dalam Dari Hidup | 4 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 13, 2006
Aku takut
Ketika diri ini belum lagi berani
Dan dia berlalu ketika hati ini ingin menyatu lagi
Aku takut
Ketika mulut ini belum terkatup
Mengucapkan kata selamat tinggal untuk kesekian kali
Aku takut
Ketika mata ini tertutup
Dan ku tak melihat bayangannya ketika mataku terbuka kembali
Aku takut
Ketika hidup ini bersemi
Dan terenggut mati ketika dia beranjak pergi
Aku takut….
Untuk mencintai lagi
(andai dia tahu)
Ditulis dalam Dari Jiwa | 11 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 12, 2006
Seharian ini, aku cuman ngebaca sebuah "hadiah" yang ditulis oleh orang yang gak aku kenal di dalam Guest Bookku. Dari nada bahasa dan juga gaya bicaranya, seakan hanya melampiaskan kemarahan dan emosi yang dia punya kepadaku. Dan bahkan menuliskan kata bahwa aku hanyalah setan, sampah hitam bahkan seperti anjing.
Sebuah nasehat sebenarnya, kalo dilihat dalam substansinya. Namun, kalo melihat gaya bicara dan tulisan tersebut, seperti malah hujatan. Jadinya, inti dari nasehat itu malah tertutup oleh amarah dan emosi serta kekasaran dalam gaya tulisan yang dia lakukan.
Ya sudahlah, aku gak memperpanjang apa yang dia tuliskan. Kalo banyak sodara ku yang bilang, biarkan aja lah. Di ambil hikmahnya, nilai yang dibawa, tapi jangan diambil gaya dan kekasarannya. Urusan kekasaran dan sumpah serapah yang dia lakukan, biarkan aja itu menjadi urusan antara dia dan Allah.
Tapi…rasa penasaran ku masih ada dihati.. sapa sih yang iseng nulis gitu. Dan menggunakan IP yang tercantumkan dalam "hadiah" itu, akhirnya aku bisa melacak sapa dia. Dan ternyata…. orang yang gak jauh-jauh dari aku kok
So.. buat kamu yang udah nulis "hadiah" itu, kena kau…!!! jangan kau pikir aku tidak tahu dirimu, walau kau mengaburkan nama dan juga emailmu
Lain kali…. kalo emang sayang sama saya, sebagai sodara, bisa pake bahasa yang baik khan??
Ditulis dalam Dari Hidup | 4 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 11, 2006
Jujur aja, aku sampai mengernyitkan dahiku beberapa tahun lalu ketika seorang sahabat ikhwan ku mengatakan hal yang membuat ku heran. Dia berkata kepadaku, "Aku akan menikahinya, meski aku harus ribuan kali melamarnya sampai dia bisa menjadi istriku"
Dulu aku tidak terlalu ambil pusing dengan statemen itu, terlebih juga aku orangnya emang gak terlalu suka "diatur-atur" dan "terikat'. Meski sebenarnya aturan itu digunakan untuk kebaikan kita juga, serta berguna untuk menjaga kita dari banyaknya penyakit hati dan juga masalah-masalah yang akan muncul di kemudian hari nanti
Sampai akhirnya, aku sendiri menemukan banyak cerita yang terkait dengan statemen yang dilontarkan temanku diatas. Bahwa ternyata, kembali lagi kita hanya manusia lemah yang mempunyai rasa dan perasaan serta kehendak untuk memiliki seseorang yang kita anggap berarti bagi kita.
Kalo saja kita menyadari, bahwa sesungguhnya rahasia Allah itu sangatlah indah kita dapatkan, bahkan terkadang kita tidak menduga apa yang akan kita terima dalam hidup ini sebenarnya merupakan hasil dari apa yang kita lakukan selama ini. Dan juga kita tak menyadari, bahwa yang kita inginkan itu sebenarnya "dekat" dengan diri kita. Kita lah yang terkadang gak peduli dan buta dengan itu semua dan dengan sombong dan angkuhnya meminta sesuatu yang dengan kekerasan hati kita untuk meminta agar dapat menjadi milik kita.
Aku pun sempat menjadi makhluk "angkuh", dengan sombongnya meminta sesuatu yang belum pasti akan aku miliki, dan ketika kehilangannya aku menjadi limbung dan gak tahu arah. Di sisi lain, aku pun melihat ada juga yang dengan angkuhnya, meminta sesuatu yang juga belum pasti akan bisa dimiliki dan meski lewat berbagai cara, masih berusaha sampai yang di inginkan tercapai
Jadi ingat, cerita seorang kawan. Ketika dia mengharapkan seseorang yang dia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya, dan disaat pula seseorang itu justru mengeluarkan pernyataan bahwa dia memilih orang lain sebagai pendamping hidupnya. Sedangkan proses untuk memilih orang lain itu masih jauh, bahkan sangat panjang jalan yang harus ditempuh.
Atau, ada juga sebuah cerita yang aku tahu, ketika ada seorang wanita yang sekian lama menunggu hadirnya laki-laki yang telah mengikat hati dengannya, namun belum juga ada keseriusan untuk melangkah ke arah selanjutnya yaitu pernikahan. Sedangkan disisi lain, si wanita ini juga sudah menginginkan adanya komitmen tingkat lanjut, padahal dari si pria, masih ada aja halangannya.
Tidak salah memang, karena itu adalah pilihan dalam hidup. Meski demikian, mungkin saja dalam hati kita akan muncul "keangkuhan" bahwa kita akan dapat memiliki seseorang yang kita inginkan itu, untuk menjadi pendamping hidup kita. Dan ketika rasa angkuh itu sudah mendominasi hati, apakah akan menjadikan kita sebagai insan yang takabur didepan Sang Pencipta kita?
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Al-Baqarah : 216)
Dan lagi-lagi ayat ini yang mengingatkan ku untuk menerima semua yang terjadi dalam diri ini. Baik suka ataupun duka , manis maupun pahit. Dan sebagai manusia adalah sepatutnya kita tunduk kepada ketentuan Sang Pencipta kita.
Jadi…. mengapa kita mesti repot-repot untuk mencoba ribuan kali melamar seorang wanita yang kita cintai, jika ternyata Allah sudah menggariskan kita untuk cukup sekali aja melamar seorang wanita yang akan menjadi istri kita.
Ditulis dalam Dari Hidup | 7 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 9, 2006
Semalam bisa juga menyempatkan diri buat maen ke DPD, setelah 2 bulan ini kantor DPD pindah ke daerah Kampus. Sebenarnya, setiap aku pulang atau pergi dari dan ke kampus, aku pasti ngelewatin DPD. Cuman entah kenapa, selain juga karena setiap lewat selalu tutupan, aku lagi “vacuum” dari semua kegitan dan amanah. Paling yang ringan-ringan aja, gak sampe terlibat terlalu jauh.
Dan semalem, setelah makan jam 10 malam, akhirnya nyempatin juga mampir ke DPD. Dan Alhamdulillah, bisa ketemu sama Ustad Khairul Hadi, sang Ketua DPD yang lagi asyik membaca kitab, dan beberapa ikhwah yang lagi asyik ngobrol dan diskusi.
Dan…. ini dia yang beda. Baru aja duduk, udah ditarik maen tenis meja alias pingpong didepan kantor DPD. Walah….udah 2 tahun gak megang bed pingpong, sekarang diajak maen. Ya sudah deh, akhirnya maen deh aku tenis meja. dan skornya… 3-0 buat kemenanganku
Jadi ingat, minggu kemaren aku pulang ke Wonogiri, sehabis sholat ashar di masjid agung, ketemu dengan seorang ikhwah yang dengan susksesnya berhasil menarik aku buat datang ke GOR buat maen badminton
. Wah…. kalo badminton mah..aku udah 3 tahun gak megang raket badminton. Semenjak pindah kos, trs gak punya tempat lapang lagi buat maen badminton membuat aku udah gak pernah maen badminton. Akhirnya….setelah beberapa kali pemanasan, dan mulai tanding, selama 2 set aku ngerasain keringat yang bercucuran di sekujur tubuhku. Meski kalah, tapi aku seneng karena bisa gerak badan lagi, memacu adrenalinku yang sekian lama stabil aja, karena tidak terpakai.
Dan…. kemaren malah dapat “permintaan” khusus. Adek juniorku di kampus, menanyakan “mas, sampeyan masih punya KTM ga?”. Ketika aku jawab masih, khan aku lom wisuda, serta merta dia ngajak aku buat maen bola lagi, buat jadi kiper di acara tanding antar jurusan. Walah…., aku itu sejak tahun 2002 udah gak pernah maen bola. Meski statusku saat itu adalah kiper utama tim fakultas, tapi itu dulu setelah aku “males” latihan gara-gara cedera
.
Yah…. sepertinya, meski uda tua.. tapi jiwa masih muda…… Keringatan lagi yuk ![]()
Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 9, 2006
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman"
-Surah Al-Imran ayat 139-
Kembali aku melihat dan mencoba mengambil nilai dari ayat cinta dari pencipta kita. Ketika banyaknya masalah yang menderaku lebih dari setahun belakangan ini. Hidup bagaikan sebuah permainan yang didalamnya muncul kejutan-kejutan kecil yang membuat kita tidak menyangka akan adanya hal tersebut.
Sedih..terlalu banyak aku rasakan dalam keseharian. 6 bulan aku terpuruk dalam sebuah catatan fase "gelap" dalam hidupku. Emosi lebih banyak mendominasi, demikian pula, ego dan juga amarah terlalu banyak menguasai sisi manusiawiku. Namun, aku menyadari, hanya bersama Allah aku bisa menjadi lebih baik. Seorang adekku, menuliskan bahwa dia justru lebih tenang ketika mendekatkan dirinya kepada Sang Maha Kuasa. Dan aku kemudian merasa seharusnya aku bisa lebih tenang dan tenang lagi dengan menyerahkan diri kepada-Nya
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui"
-Surah Al-Baqarah ayat 216-
Dan ketika aku menemui ayat ini, sirnalah semua kesombongan dalam hati. Kadang kita tidak menyadari bagaimana kita berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan yang kita inginkan, namun kita juga sering pula lupa bahwa hanya Allah yang berhak menentukan apa yang terbaik untuk kita, dan apa yang Dia kehendaki bagi umatnya. Dan kita tidak berhak untuk menolak atau bahkan menghindar dari apa yang telah Dia gariskan.
Aku jadi ingat, obrolan semalem dengan seorang teman meski cuman lewat YM saja. Belum pernah ketemu, tapi banyak diskusi banyak hal mulai dari masalah hidup, persahabatan, sampai juga becandaan yang ringan. Temanku ini, mengaku kalo udah ngerasa "jauh" dari Allah, dan ketika mau mendekat lagi dia merasa "buruk sangka". Dan entah kenapa, meskipun dia ingin bisa kembali dekat lagi sama Allah, tapi selalu aja ada hal yang membuat dia merasa berat untuk melakukan ibadah hingga bisa lebih "dekat" lagi kepada Allah. Yah..semoga saja engkau membaca ayat ini, dan bisa menyadarkan dirimu kembali untuk lebih semangat
(semoga engkau baca postingan ini yah!)
"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya"
-Surah Al-Baqarah ayat 286-
Dan aku percaya…setiap yang terjadi dalam diriku dalam seluruh masa hidupku dari aku bayi sampai nanti aku meninggal, menyimpan banyak hikmah dalam setiap kejadiannya. Meski berat yang kudapatkan, namun Allah tidak akan mengujiku diluar batas kemampuanku. Tawakal aja kepada Nya…Insya Allah, pertolongan Allah dekat
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk"
-Surah Al-Baqarah ayat 45-
So…..Bersabarlah yah!!
Dedicted for : "Seorang Teman" yang mengajarkan nilai kesabaran dan memaafkan, semoga engkau bisa istiqomah sampai hari akhirmu
Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 6, 2006
Sebenarnya…. aku sendiri sudah capek juga berselisih. Kalo kata adekku ini, aku ini suka banget ngebuang energi yang gak kepake buat “berantem” sama orang-orang terdekatku, orang-orang yang ada di “ring 1″ yang semestinya mereka memahamin karakterku, juga sifatku, walau semestinya juga justru aku lebih “memperhatikan” mereka dibandingkan yang lain
Kalo kata adekku ini (lagi), aku itu kayak anak kecil, mudah meledak emosinya, terlebih kalo udah dalam keadaan tertekan dan kepepet. Pas kapan hari aku lagi dalam fase puncak kejengkelan terhadap banyak orang, aku malah ngamuk-ngamuk gak jelas ketika dia SMS. eh gak tahunya malah dia ketawa-ketawa karena ada yang “lucu” dengan diriku. Dia bilang, mekanisme pertahanan diriku lucu, soalnya malah tidak mau menerima pendapat orang lain, kayak anak kecil (Mentang-mentang dia sekarang lagi masuk “jiwa” jadinya ngerasa sok tau psikologis orang
). Malah ketika aku ngebalas SMS nya, dia udah nebak apa yang bakalan aku tulis (dasar gendut
).
Demikian pula yang semalem ditulis adekku (yang lain) dalam SMS nya, dia muak dengan adanya kebencian dan pertentangan didalam blogku, konflik yang terjadi diantara dua orang yang semestinya tidak terjadi. Dan semalem, hal itu benar-bnar aku pikirkan lagi lebih dalam
Tapi sebenarnya, tetap ada rasa bersalah didalam hatiku dengan kondisi seperti ini, yang kalo boleh aku bilang, hari ini dapat sedikit nasehat dari Om Gembul, Temen diskus ku yang kalo lagi “waras” sebenarnya baik banget, tapi seringnya kok ngejek aku mulu yah kesehariannya he he he he …(piss Om..no offense yah
). Kalo Om Gembul bilang, masak sesama “ikhwah” berantem” sih, kudu segera diselesaikan, bahkan terlepas sapa yang salah, kalo nyadar bahwa gak baik berselisih dan mendiamkan sodaranya, ya duluan minta maaf (eh..ini statemennya “mas” ku, bukan Om Gembul). Jadi pada intinya ya..tetep aja gak baik berselisih pendapat kayak gini.
Walau…. ada yang kemudian menjustifikasi aku sebagai “orang yang tidak jelas“, yah…sabar aja deh sepertinya karena itu yang lebih baik. Bukan karena tidak mau bereaksi, karena tadi pagi ketika sempat ngebaca itu, senti tensi darahku langsung naek kembali, meski makin siang bisa aku redam, dan menganggap itu hanya ucapan seorang “anak kecil yang terperangkap di tubuh manusia 26 tahun“. Jadi….ya sudahlah..buat apa juga diingat
So…., kalo emang mesti lewat cara publik…. Baiklah…..
Wahai sodaraku (kalopun masih dianggap sodara), please forgive me, semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Dan..kalo emang mesti kita ada di dunia masing-masing, semoga bukan atas kebencian dan rasa tidak saling menghargai antar sesama.
Akhirnya……lega…. sedikit melepas beban dihati
Ditulis dalam Dari Hati | 6 Komentar »
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada April 6, 2006
Dengan segala hormat, aku meminta maaf karena adanya beberapa hal, option untuk berkomentar di blog ini akan di"Moderatori" dengan kata lain, semua komentar akan di publish atas sepertujuan owner.
Bukan kenapa-kenapa, hanya karena aku merasa membutuhkan "respect" dari setiap orang yang mampir ke "rumah" ku ini. Dan wajar khan, aku sebagai tuan rumah meminta setiap pengunjung untuk bersikap sopan di dalam areal ku. Meskipun sebenarnya, hak sapa aja untuk berkunjung ke rumah maya ku ini, tapi ada "sopan santun" dan "ada" yang harus diperhatikan
Dan, setelah ada postingan dengan nada "menantang" (apakah emang sengaja menggunakan kapital semua, atau hanya ketidaktahuan dari orang tersebut) maka dengan ini pula aku merubah status open comentar menjadi moderate comentar.
Aku tidak mempermasalahkan setiap komentar yang anda tulis, baik itu mengkritik, saran, atau juga malah cercaan dan makian. Namun ada baiknya anda tunjukkan letak kesalahan ku dimana, dan mari kita selesaikan dengan dialog secara personal. Dari pada anda mencerca dan menghina, namun bagaikan "tamu" yang tidak berani menunjukkan identitasnya sehingga hanya bisa menghakimi namun tidak mau menerima pembelaan dan argumen dari pihak lain. Kalo udah gitu, sebenarnya yang tidak gentleman dan orang yang aneh itu aku atau anda?
Masih lebih baik, jika anda meskipun tidak menunjukkan identitas, namun anda memilih untuk memberikan nasehat dan saran, karena masukan dari sapapun itu, selama untuk kebaikan Insya Allah akan aku dengar, meski tantunya aku punya alasan lain untuk mempertimbangkannya
Silahkan berkata semaunya….namun jaga sopan santun dan adab jika bertamu
Ditulis dalam Dari Pikiran | 4 Komentar »