Iseng-iseng barusan ngebuka statistik pengunjung di blogku selama sebulan terakhir ini. Buat pengguna wordpres
s (WP), sudah disediakan blogstats yang selain menunjukkan berapa kali halaman blog anda di buka, juga menunjukkan aktifitas blog anda saat dilihat oleh orang lain. Dan menurutku, perhitungannya lebih akurat, berbeda dengan blogstats dari “pelayanan” lain, yang mana tidak bisa membedakan sang administrator dengan para guest nya. Di WP, saat anda login sebagai admin, maka blogstats tidak akan bergerak. Sedangkan pengalaman ku dulu waktu masih menggunakan jasa “hit counter” saat masih di blog lama, meskipun sudah login sebagai admin, tetap ada penambahan perhitungan di stats nya.
Dan pelayanan lain dari WP, adalah adanya penyedia “referrers”, yaitu sumber atau dari mana saja pengunjung itu berasal. Jadi kita bisa tau dari mana saja orang yang berkunjung dan juga berasal
Jika kita lihat, ada fluktuatif dalam statistik kunjungan dalam dua minggu terakhir. Hal ini disebabkan sekitar dua minggu lalu, aku sempat vacuum menulis selama semingguan saat harus menghadiri sebuah interview di kawasan Sudirman, Jakarta. Dan dilanjutkan untuk trainig beberapa hari. Tentu saja membuat karya tulisku menjadi macet, yang menyebabkan tidak ada berita yang bisa disampaikan lewat agregator-agregator blog dalam updatenya. Tapi karena ada suatu “MUSIBAH” yang membuat aku merasa terdzalimi dan disusul oleh postingan sebelum ini, membuat fluktuatifnya tidak menjadi terlalu tajam, meskipun turun, tapi tetap saja disekitar angka 25an.
Sedangkan referrers yang nampak, ternyata hampir setiap hari, pasti ada yang berkunjung ke blogku, oleh ikhwan ini. Makasih yah dek udah sering mampir ke rumahnya mas
Sekali lagi, ini cuman iseng-iseng aja, karena sedianya aku akan melanjutkan sebuah postingan yang memang sengaja aku siapkan untuk melanjutkan postingan sebelum ini, tapi karena beberapa hal, selain mesti meng-edit kembali, juga mesti berpikir dan menimbang lebih banyak dengan kepala dingin, karena apa yang aku tulis, secara terang-terangan akan menuding sebuah tindakan main hakim sendiri, juga sebuah kemunafikan dari orang yang sedianya pengen membongkar sebuah kesalahan, yang dia sendiri sebenarnya tidak tau apa-apa, tapi udah ngerasa sok tau.
Aku sadar resiko akan tulisan itu, tapi sekali lagi….maaf, sifat ku adalah pemberontak. Meski aku lebih sering menghindar, bukan berarti aku bisa di tekan. Jadi, kalo emang mesti konfrontasi, kita selesaikan dengan cara kita sendiri-sendiri
Satu hal yang mesti kita sadari, kita bertanggungjawab secara moril maupun publik, serta tanggungjawab kita kepada Allah. Terserah kita menulis apa, thoh blog itu adalah rumah pribadi kita yang kita berhak menulis apa saja. Namun akses, akibat dan juga persepsi yang diambil orang akan berbeda-beda.
Aku menyadari itu, dan aku sempat melakukan kesalahan, tapi…..buat apa melibatkan organ yang gak ada sangkut pautnya dengan kesalahanku, sedangkan sebenarnya, yang membacapun tidak mengerti akhir dari cerita dan tulisan tersebut.
Jad..jika emang gak tau semuanya, maka carilah tahu pada yang bisa tahu dipercaya, dan jika emang gak bisa cari tau maka lebih baik ANDA DIAM…!!!
Dunia itu kejam…namun manusialah yang membuat dunia lebih kejam
(Selasa,25 Juli 2006 menjelang pukul 01.30 WIB, hari-hari terakhir di lab komp kampus…tetep setia dengan Lagunya Linkin Park, “Runaway” —> and i find myself in question, guilty by association)












Akhirnya, 
Dan Maldini inilah yang menjadi “figur” saat aku bermain di posisi bek kiri tim SMA saat bermain sepakbola. Namun, karena banyak faktor dan sebagainya, semenjak aku kuliah, aku berubah posisi menjadi seorang penjaga gawang alias kiper. Dan kembali kepada catenaccio, kuci dasar pertahanan yang kuat, adalah seorang kiper yang tangguh dibawah gawang yang di topang oleh bek dan gelandang bertahan yang lugas menghalau serangan. Di tim ku sendiri, aku lebih dikenal sebagai kiper jagoan penahan tendangan pinalti. Dari 4 kali, pernah mengalami adu pinalti, kesemuanya berujung pada kemenangan timku (boleh khan narsis dikit