Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk Juli, 2006

Iseng

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 25, 2006

Iseng-iseng barusan ngebuka statistik pengunjung di blogku selama sebulan terakhir ini. Buat pengguna wordpress (WP), sudah disediakan blogstats yang selain menunjukkan berapa kali halaman blog anda di buka, juga menunjukkan aktifitas blog anda saat dilihat oleh orang lain. Dan menurutku, perhitungannya lebih akurat, berbeda dengan blogstats dari “pelayanan” lain, yang mana tidak bisa membedakan sang administrator dengan para guest nya. Di WP, saat anda login sebagai admin, maka blogstats tidak akan bergerak. Sedangkan pengalaman ku dulu waktu masih menggunakan jasa “hit counter” saat masih di blog lama, meskipun sudah login sebagai admin, tetap ada penambahan perhitungan di stats nya.

Dan pelayanan lain dari WP, adalah adanya penyedia “referrers”, yaitu sumber atau dari mana saja pengunjung itu berasal. Jadi kita bisa tau dari mana saja orang yang berkunjung dan juga berasal

Jika kita lihat, ada fluktuatif dalam statistik kunjungan dalam dua minggu terakhir. Hal ini disebabkan sekitar dua minggu lalu, aku sempat vacuum menulis selama semingguan saat harus menghadiri sebuah interview di kawasan Sudirman, Jakarta. Dan dilanjutkan untuk trainig beberapa hari. Tentu saja membuat karya tulisku menjadi macet, yang menyebabkan tidak ada berita yang bisa disampaikan lewat agregator-agregator blog dalam updatenya. Tapi karena ada suatu “MUSIBAH” yang membuat aku merasa terdzalimi dan disusul oleh postingan sebelum ini, membuat fluktuatifnya tidak menjadi terlalu tajam, meskipun turun, tapi tetap saja disekitar angka 25an.

Sedangkan referrers yang nampak, ternyata hampir setiap hari, pasti ada yang berkunjung ke blogku, oleh ikhwan ini. Makasih yah dek udah sering mampir ke rumahnya mas :)

Sekali lagi, ini cuman iseng-iseng aja, karena sedianya aku akan melanjutkan sebuah postingan yang memang sengaja aku siapkan untuk melanjutkan postingan sebelum ini, tapi karena beberapa hal, selain mesti meng-edit kembali, juga mesti berpikir dan menimbang lebih banyak dengan kepala dingin, karena apa yang aku tulis, secara terang-terangan akan menuding sebuah tindakan main hakim sendiri, juga sebuah kemunafikan dari orang yang sedianya pengen membongkar sebuah kesalahan, yang dia sendiri sebenarnya tidak tau apa-apa, tapi udah ngerasa sok tau.

Aku sadar resiko akan tulisan itu, tapi sekali lagi….maaf, sifat ku adalah pemberontak. Meski aku lebih sering menghindar, bukan berarti aku bisa di tekan. Jadi, kalo emang mesti konfrontasi, kita selesaikan dengan cara kita sendiri-sendiri

Satu hal yang mesti kita sadari, kita bertanggungjawab secara moril maupun publik, serta tanggungjawab kita kepada Allah. Terserah kita menulis apa, thoh blog itu adalah rumah pribadi kita yang kita berhak menulis apa saja. Namun akses, akibat dan juga persepsi yang diambil orang akan berbeda-beda.

Aku menyadari itu, dan aku sempat melakukan kesalahan, tapi…..buat apa melibatkan organ yang gak ada sangkut pautnya dengan kesalahanku, sedangkan sebenarnya, yang membacapun tidak mengerti akhir dari cerita dan tulisan tersebut.

Jad..jika emang gak tau semuanya, maka carilah tahu pada yang bisa tahu dipercaya, dan jika emang gak bisa cari tau maka lebih baik ANDA DIAM…!!!

Dunia itu kejam…namun manusialah yang membuat dunia lebih kejam

(Selasa,25 Juli 2006 menjelang pukul 01.30 WIB, hari-hari terakhir di lab komp kampus…tetep setia dengan Lagunya Linkin Park, “Runaway” —> and i find myself in question, guilty by association)

 

Ditulis dalam Dari Hidup, Dari Pikiran | 4 Komentar »

Hebatnya Gosip Ampuhnya Fitnah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 14, 2006

Jika anda adalah seorang tertuduh, paling tidak sistem hukum di Indonesia menyediakan seorang pengacara, dan juga ada penyidikan dari pihak kepolisian. Ketika ada laporan, maka jika anda adalah tertuduh, anda berhak mendapatkan hak untuk tahu perihal laporan tersebut, lalu anda tentunya punya kesempatan untuk membela diri di dalam persidangan nanti.

Tapi, ada yang aneh dalam suatu masalah yang terjadi saat ini. Seorang laki-laki, dituduh melakukan sesuatu hal yang dianggap bertentangan dalam ajaran Islam, melecehkan agama dan merusak nama baik organisasi yang mana dia termasuk salah satu “freelance” sebuah media komunikasi organisasi tersebut. Tanpa disebutkan kesalahan tersebut, siapa yang melaporkan, bahkan tanpa ada kesempatan untuk klarifikasi, maka langsung diambil keputusan untuk membebas tugaskan laki-laki tersebut dari fungsinya di organisasi tersebut oleh pihak pimpinan media komunikasi tersebut.

Dan, bukan hanya itu saja, berita negatif tentang tuduhan tersebut, ternyata cukup tersebar secara luas di organisasi tersebut, yang mana tentu saja menjatuhkan nama baik sang laki-laki. Banyak orang tahu, bukan hanya lingkup internal, tapi si pelapor nampaknya menyebar luaskan ke banyak orang tentang aib si laki-laki (versi si pelapor)

Ada beberapa catatan tentang kasus diatas

  1. Terlepas benar atau salah, apapun yang dilakukan oleh si tertuduh, dia berhak untuk mengetahui apa laporan yang ditimpakan kepada dia, dan juga berhak tau siapa sang pelapor

  2. Tertuduh sendiri, sama sekali tidak mendapatkan hak untuk klarifikasi terlebih membela diri terhadap tuduhan yang dikenakan, sedangkan “putusan” sudah dijatuhkan

  3. Jika tuduhan yang di kenakan, adalah melanggar nilai syariat Islam, maka proses “peradilan” yang terjadi justru mencerminkan akan jauhnya dari nilai Islam, dimana langsung pengeksekusian tanpa adanya pembelaan

  4. Terjadi penyebaran aib kepada khayalak umum, yang mana belum jelas duduk perkaranya, sehingga justru muncul fitnah

  5. Jikapun aib atau fitnah ini tersebar, sebenarnya kalo dianggap bahwa sang tertuduh melakukan perbuatan yang tidak Islami, maka pembukaan aib sodara sendiri juga menunjukkan perbuatan yang tidak Islami pula

  6. Jikapun dianggap bahwa ketika masalah bisa selesai diklarifikasikan dan terbukti bahwa sang tertuduh “tidak bersalah” belum tentu nama sang tertuduh akan direhabilitasi, sehingga anggapan khayalak umum dan juga orang yang tahu masalah ini, tetap si tertuduh berbuat salah

Masih banyak lagi, point-point yang bisa dituliskan dari masalah tersebut diatas, tapi mungkin beberapa point diatas cukup mewakili beberapa gambaran permasalahan yang terjadi

Jika anda mengalaminya, jika anda menjadi sang tertuduh, jika anda menjadi sang terdakwa, dihakimi tanpa anda tahu salah anda dimana, bahkan anda tidak punya kesempatan membela diri saat eksekusi dilakukan, apa yang anda lakukan??

Jika itu ditanyakan kepada aku, aku akan menjawab dengan senyuman saja, sebab… kasus ini pula yang sedang terjadi padaku. Singkat kata, sang laki-laki dalam cerita diatas itu adalah aku, dan sang eksekutor hukuman secara sepihak diatas adalah sebuah Bidang HUMAS Sebuah ormas atau lebih tepatnya sebuah organisasi mahasiswa yang bernafaskan Islam yang kental,  namun saat ini melakukan kekeliruan yang tidak mencerminkan nafas Islami dari tindakannya (silahkan tebak sendiri apa organisasi tersebut)

EPILOG
Aku tidak memusuhi organisasi, aku tidak memusuhi sang eksekutor, tapi aku hanya kecewa,  akan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan. Jika bisa menjatuhkan nama baikku, aku tidak akan membalasnya, meskipun aku merasa terdzolimi. Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua, akan mahalnya sebuah arti “klarifikasi” meskipun itu disebuah organ yang bernafaskan Islam

Ditulis dalam Dari Hati, Dari Hidup | 16 Komentar »

Duka

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 8, 2006

Tak mengira
Langit cerah diangkasa
Seketika tertutup awan gelap
Dan dukapun turun bersama hujan.

 

Tak menyangka
Lilin kecil yang menerangi
Kemudian berkobar tinggi
Menghanguskan harapan yang ada

 

Aku terhempaskan badai,
Tenggelam dalam lautan kesedihan
Tanpa daya, melawan “titik hitam”
Yang merenggut semua rasa yang ku punya

Ditulis dalam Dari Jiwa | 6 Komentar »

Sesal Diri

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 5, 2006

Hidup adalah sebuah “drama”.
Ada banyak peristiwa yang terjadi didalamnya.
Bahkan, tiada yang menyangka,
sedetik lalu dia masih dalam keadaan tertawa,
kebahagiaan menyertai hari-harinya
detik berikutnya dia akan menangis tersedu-sedu
atas apa yang terjadi dan menimpanya.

Dan hidup seperti itu pula yang aku hadapai saat ini.
Baru saja, aku seperti berada diatas awan,
terbang ke angkasa dan tertawa bahagia.
Detik selanjutnya, aku bagaikan terhujamkan ke dasar bumi,
terbanting dengan keras ke tanah,
terbenam dan tenggelam semakin dalam
tanpa aku tau bisa bergerak atau tidak

Dan tiada yang menyangka, hidupku akan berakhir dengan cara seperti itu
Sebuah kejutan
Sebuah tragedi
Sebuah kesedihan
sebuah ratapan
Sebuah kehilangan
Sebuah kehinaan
Sebuah penyesalan
Sebuah sakitnya harga diri dan jiwa

Ditulis dalam Dari Jiwa | 4 Komentar »

Sunyi

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 5, 2006

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
<hanya sebuah keheningan malam>
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|

<hanya sendiri, dalam kesunyian>

Ditulis dalam Dari Hati | 3 Komentar »

Firefox VS Bon Echo

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 5, 2006

 

VERSUS

Perusahaan raksasa yang menciptakan browser engine, Mozilla, selama ini dikenal dengan produknya yang berupa Mozilla Firefox (FF). Engine browser ini, ketika pertama kali muncul diklaim sebagai engine tercepat, jauh melebihi Opera apa lagi Internet Eksplorer (IE).

Tentu saja, engine ini sangat laris di pasaran. Dengan inovasi dan juga peningkatan dan upgrade secara berkala, Firefox sekarang menjadi “RAJA” engine browser di dunia. Dibuktikan dengan mendapatkan penghargaan.

Tapi itu ternyata tidak membuat puas Mozilla. Meski cepat, namun masih ada kelemahan dari Firefox yang membuat perlu inovasi dan penciptaan baru. Dan tahun 2006 ini, Mozilla merilis produk engine browser lain sebagai kompetitor FF dan diberi nama “BON ECHO” (BO). Produk BO 2.0 sudah bisa di nikmati oleh masyarakat luas. Bisa di downlod dari banyak sumber. Dan rencananya, BO 3.0 juga sudah siap diedarkan.

Sepintas terlihat sama tampilan antara FF dengan BO. Bahkan content dan juga settinganpun tidak jauh beda dengan FF. Tapi ada satu ciri khas yang membedakan antara FF dengan BO.

Selama ini, pada FF, ketika kita mengklik kiri link yang ada di halaman utama, jika tidak menindih halaman sebelumnya (halaman utama), maka akan muncul window baru disamping window yang kita buka. Padahal keunggulan dari FF dibandingkan dengan IE adalah tidak perlu membuka banyak window, cukup membuka tabs baru pada window yang sama, sehingga lebih praktis.

Pada BO, kelemahan FF tersebut dibenahi dengan memberikan pilihan antara membuka window baru atau tabs baru. Caranya cukup klik “Tools” lalu klik “options” dan klik “tabs”. Disana anda akan bebas menentukan antara membuka window baru atau tabs baru.

Dengan demikian, maka kelemahan pembukaan window baru pada FF bisa teratasi. Dan satu lagi ciri khas dari BO adalah, icon “close tabs” terletak langsung pada masing-masing tab, yang mana berbeda dengan FF yang tetap meletakkan icon “close tabs” di ujung kanan atas tabs aktif.

Dengan adanya fasilitas tersebut, maka anda tidak perlu membuka tabs dan kemudian men-close nya. Anda cukup klik pada tabs yang ingin anda tutup secara langsung, tanpa harus membukanya terlebih dahulu.

Dalam hal kecepatan, tidak nampak perbedaan signifikan. sama-sama cepat, baik dalam browsing maupun mendownload. Namun kembali lagi, semua tergantung kecepatan koneksi internet anda.

Jadi, sekarang tinggal selera anda. kalo saya pribadi, saya lebih suka pake BO karena warna birunya lebih adem dibanding warna oranye menyala dari FF. Selain itu, saya termsuk orang yang malas membuka banyak window, jadinya cukup 1 atau 2 windows dengan banyak tabs :) . Kalo anda???

 

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

Nih Die Jagoan Gw

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 5, 2006

Akhirnya, Italia melangkah juga ke final Piala Dunia 2006 setelah tadi malam mengkandaskan ambisi tuan rumah Jerman untuk berjaya di rumah sendiri. Meski diawal kompetisi sempat difavoritkan, namun tuan rumah lebih diunggulkan untuk memenangkan kejuaraan. Selain tradisi sebagai tim spesialis turnamen, juga karena dukungan penonton yang all out menyemangati tuan rumah setiap bertanding.

Kenapa aku menjagokan Italia, bukan negara lain seperti Brazil atau Argentina sebagai jagoan ku?. Bukan karena tekhnik yang tinggi (masih kalah dengan Brazil), atau juga serangan frontal (masih kalah dengan Argentina) atau serangan sayap (masih kalah dengan Inggris), atau karena pemainnya Italia ganteng-ganteng (emangnya aku cewek?? :P ), tapi lebih di karenakan satu faktor. Catenaccio.

Pertahanan grendel, itu istilah yang biasa diterjemahkan terhadap cara bermain Italia. Dan justru karena Catenaccio itulah, Italia dikenal sebagai tim kuat di dunia. Dan sistem pertahanan itu pula, yang menjadi “figur” ku dalam bermain bola.

Oh yah, aku mulai suka dengan Itali, semenjak Piala Dunia 1990, saat aku masih berumur 9 tahun. Saat itu aku menyaksikan, permainan Italia yang ciamik di pertahanan belakang, terutama permainan lugas seorang bek muda belia yang bernama Paolo Maldini.

Dan Maldini inilah yang menjadi “figur” saat aku bermain di posisi bek kiri tim SMA saat bermain sepakbola. Namun, karena banyak faktor dan sebagainya, semenjak aku kuliah, aku berubah posisi menjadi seorang penjaga gawang alias kiper. Dan kembali kepada catenaccio, kuci dasar pertahanan yang kuat, adalah seorang kiper yang tangguh dibawah gawang yang di topang oleh bek dan gelandang bertahan yang lugas menghalau serangan. Di tim ku sendiri, aku lebih dikenal sebagai kiper jagoan penahan tendangan pinalti. Dari 4 kali, pernah mengalami adu pinalti, kesemuanya berujung pada kemenangan timku (boleh khan narsis dikit :P )

Italia pernah membuktikan pada tahun 1982, meski berusia 40 tahun, Dino Zoff mampu mengomando para bek dan pemain lainnya sehingga mampu meraih Piala Dunia ke 3 kalinya. Dan saat ini, dengan kiper sekelas Buffon, dan bek setangguh Cannavaro dan Nesta, ada harapan untuk membawa pulang Trofi Piala Dunia tahun ini

Lawan di Final antara Perancis dan Portugal. Jujur saja, aku lebih memilih untuk ketemu dengan Portugal, karena tipikal permainan teknik yang sama dengan Itali. Namun, kalopun bertemu dengan Perancis, bukan halangan. Mungkin saja bisa membalas kekalahan di final Piala Eropa tahun 2000.

Suatu kemajuan besar bagi Italia, bisa melaju sampe final. Ingat, sampai menjelang Piala Dunia digelar, tim-tim di Italia dilanda masalah pengaturan skor dan pengaturan wasit. Tentu saja ini merusak konsentrasi para pemain. Jadi, masuk ke final adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Aku memang berharap Itali juara, namun andaikan hanya menjadi runner up, tidak akan membuatku berpaling ke tim lain. Sekali lagi, karakter catenaccio itali, merupakan salah satu penterjemahan karakter dalam hidupku, skema defensif adalah skema yang sering aku pake dalam kehidupan. Jadi……. FORZA ITALIA!!!!!

 

Ditulis dalam Dari Pikiran | 4 Komentar »

Jowoan Mode On

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 5, 2006

rasane lemes awak iki
koyo tanpo doyo
naliko layangmu tak woco
atiku koyo ra percoyo

tak enteni rino awan wengi
sir kapan anggonmu bali
nganti ra kroso, wes sewu dino
kowe pamit lungo

salahku opo, dosa ku opo
kowe tego, nggandeng prio liyo
aku ra ngiro, lan ora nyono
yen atimu, ra koyo ayumu

(Sewu Dino by Didi Kempot)

Jangan berpikir aku lagi mellow atau sedang sakit hati saat ini karena ada postingan ginian. Tapi lebih disebabkan karena aku lagi punya kegemaran nyetel Campursari di komputer admin Lab Komp kampusku. Jadinya, sepanjang hari ya ngedengerin lagu-lagu jowo yang biasa ditembangkan oleh Om Didi Kempot dll.

Cuman kalo mau dikait-kaitkan, emang ada kaitan antara lagu itu sama beberapa kisah yang aku temuin dalam hidup ini. Gak usah diceritakan secara detail, tapi dari lyrik lagu tersebut diatas, sudah bisa nebak khan??

Hemm…  balik ke lagu jowoan ini, jadi serasa di rumah niy. Jadi kangen rumah euy :D

Ditulis dalam Dari Hati | 1 Komentar »

Perenungan

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 4, 2006

Kedewasaan itu adalah proses, menjadi seseorang yang mampu berpikir bijak, mengenyampingkan emosi dan bertindak secara dingin serta hati-hati dengan pertimbangan yang merujuk pada Quran dan sunnah, adalah sebuah fase dalam kehidupan manusia yang akan dilalui.

Kedewasaan bukan merupakan sifat turunan atau warisan. tapi kedewasaan bersumber dari karaker dan pribadi masing-masing manusia. Pada intinya, adalah sebuah pilihan untuk menjadi dewasa atau tidak dewasa.

Usia juga bukan menjamin kedewasaan, bahkan ada juga yang berusia muda namun sudah bisa bersikap bijak dan dewasa. Namun….. tidak ada batasan atau patokan dalam taraf tingkat kedewasaan dalam bersikap dan bertindak

Jadi…. Semua itu hanya penilaian yang bisa berbeda tiap manusia, dalam penyikapannya. Namun yang pasti, sebelum kita bertindak, berfikirlah sebaik-baiknya, agar kita bisa mengambil langkah yang sebaik mungkin

(hanya sebuah perenungan setahun lalu..sebuah fase berakhir dibulan ini dengan jalan yang tidak baik. Ternyata Andres…juga manusia…!!!)

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Rahangku Sakit

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Juli 4, 2006

Entah kenapa, makin lama aku makin merasakan sakit pada rahangku. Tepatnya, sendi antara rahang yang terletak didepan kupingku, yang disebelah kiri. Awalnya aku biarkan saja, aku pikir karena mungkin kebiasaan makan dengan mengunyah makanan di bagian rahang sebelah kiri, sehingga perlu pindah ke bagian rahang kanan.

Tapi dengan mengubah kebiasaan mengunyah makanan di rahang kanan, tidak menjawab persoalan tersebut malah gerahamku jadi sakit dan gusinya jadi bengkak. Selain itu, bunyi klethak-klethuk di rahang kiri malah makin keras terdengar, terutama saat makan atau bicara. Dan yang bikin tambah sakit, adalah saat membuka mulut terlalu lebar, mesti memberi sedikit tenaga ke rahang agar bisa kembali ke tempat semula. Jadi, sendinya seperti bergeser gitu. Ada apa sih sebenarnya?

Aku jadi ingat, bahwa bunyi itu muncul setelah aku mengalami “insiden” di bulan puasa tahun 2003. Saat itu, aku menjadi salah seorang yang “tertangkap” oleh Polisi saat melakukan demonstrasi penolakan rektor. Dan tentunya, bukan hanya sekedar ditangkap, tapi juga di gebukin dan di tendang pake sepatu lars atau istilah terkenalnya adalah sepatu PDL. Dan saat itu, ada pukulan dan tendangan yang sempat mampir ke muka ku, salah satunya kena rahang kiriku dengan telak :(

Sebenarnya, aku sudah menanyakan sakit ini pada beberapa orang, terutama sama mahasiswa atau coass Kedokteran gigi. mereka bilang, itu namanya “klicking”, cuman belum berani menangani atau belum ada saran yang relevan, hanya sekedar suruh periksa aja, atau mengunyah makanan pake bagian yang lain (tapi buktinya khan malah gusi ku sakit). Lalu aku minta saran sama Adekku ini, tapi aku malah dicuekin aja, gak ada balasan dari emailku. Padahal khan bentar lagi mau jadi dokter gigi :( .

Kalo saran dari bu dokter , aku mesti di photo, biar ketahuan penyebabnya apa. Tapi khan juga butuh biaya buat foto. Sedangkan buat makan aja aku masih mikir2, gimana buat Photo. Lalu saran dari bu Dokter Gigi Evy, aku mesti latihan buka mulut tiap pagi dan mau tidur minimal tiga ibu jari. Lhah..aku malah jadi bingung, buka mulut gimana. Khan emang buka mulut terus, pa lagi kalo ngomong dan makan :P

Jadi..sepertinya mesti ngumpulin duit dulu buat foto. Atau ada yang mau bantu?

Ditulis dalam Dari Hidup | 1 Komentar »