Banyak kata yang ingin terucap
Banyak hati yang ingin terungkap
Banyak jiwa yang ingin bersama
Banyak pikiran yang ingin tertuang
Banyak nada yang ingin tercipta
Banyak waktu yang ingin terlewatkan
Banyak hal yang ingin……
Arsip untuk Agustus, 2006
banyak………
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 30, 2006
Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »
Kotak Pandora
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 21, 2006
Setiap orang memiliki berbagai macam kenangan dalam hidupnya, baik itu berupa kenangan manis atau pahit, baik atau buruk. Ada kalanya kita tidak ingin mengingat kenangan-kenanganm tersebut, meskipun “memory” itu tidak akan pernah hilang dalam pikiran kita. Ibarat sebuah hard disk, kenangan yang tidak kita inginkan itu bagaikan boot sector yang tidak berguna, namun selalu ada dalam hard disk tersebut.
Salah seorang temanku, yang aku cukup tahu banyak tentang suatu cerita hidupnya bercerita bahwa dia mempunya kenangan yang manis sekaligus pahit. Dan kenangan itu masih melekat dalam ingatannya. Namun dia berusaha mengumpulkan memori tersebut, diletakkan dalam sebuah kotak dan kemudian berusaha untuk tidak menyentuhnya sama sekali. Bukan karena takut, atau bukan pula karena terlalu pahit. Namun lebih dikarenakan saat dia mendekati dan tergoda untuk membuka kotak itu lagi, maka khawatir dia akan makin tergoda dan bermain-main dengan kotak itu selalu, dan melupakan yang lain.
Mungkin demikian pula dengan diriku, dengan suatu kenangan buruk dalam hidup. Ingat sebuah istilah yaitu sebuah “Kotak Pandora”, kisah dari sebuah legenda kuno, dimana kotak itu berisikan masalah yang akan makin menyebar dan tidak terselesaikan. Pun demikian, berbagai kenangan buruk itu, aku masukkan dalam sebuah Kotak Pandora dan aku coba untuk menyimpannya rapat-rapat, dan jangan sampai untuk membukanya kembali. Meskipun godaannya emang sangat berat, karena seperti aku bilang tadi, itu terlalu sulit untuk dilupakan total dalam isi kepala, namun biarkan saja itu menjadi sebuah kenangan sejarah dalam hidup.
Ditulis dalam Dari Hati | 7 Komentar »
Kata Lebih Tajam dari pada Pedang(2)
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 21, 2006
Kata lebih tajam dari sebuah pedang. Mau tau kenapa??Sebagai contoh aja, beberapa bulan kemaren, aku terserang sebuah berita miring yang menceritakan sepak terjangku selama ini. Dan berita itu datang bagaikan air bah, yang kemudian menjelma sebagai opini public, sedangkan berita itu sama sekali belum pernah confirm ke diriku, sampai akhirnya aku secara sepihak “dibekukan” dari sebuah tugas fungsional. Dan alangkah “bijak” nya sang pelapor saat ketika eksekutor mencoba untuk mengklarifikasikan berita itu kepadaku sebagai tertuduh, sebuah tekanan dilancarkan kepada sang eksekutor dengan statemen bahwa jika di klarifikasikan, maka aku sebagai tertuduh tidak akan mengaku dan justru akan mengelak dari kesalahan.
Satu comentar ku tentang statemen tersebut adalah “bull shit” (maaf jika kasar), tapi saya justru sedikit geram dengan statemen tersebut, yang mana dia selaku pelapor sebagai sosok orang yang tahu agama, justru telah menyimpan prasangka buruk dalam hatinya dengan tuduhan kepada sodaranya yang akan berbohong jika ditanya. Jika kamu memang seorang ikhwah, maka seharusnya kamu sendiri juga malu, karena arogansimu tersebut.
Bagaimanapun juga, aku seorang manusia, yang memang tak luput dari kesalahan. Tapi aku bukan seorang pengecut dan oportunis yang hanya berani mengambil keuntungan sendiri. Aku adalah seorang laki-laki yang akan dengan berani dan terbuka untuk mengakui kesalahanku. Dan selama ini aku tidak pernah mengelak dari kesalahan dan tanggung jawabku.
Kesalahan yang pernah aku perbuat hampir setahun yang lalu, dan hanya berkisar 2 bulan dan bisa aku selesaikan, kemudian muncul ke permukaan 3 bulan kemudian, dan 6 bulan berikutnya baru aku di beritahukan kesalahan ku itu. Dan sekarang aku mesti menanggung akbitanya. What the hell man….apa yang ada dalam pikiran dan otakmu itu sehingga arogansi yang kau lakukan??
Its oke..itu semua udah finish…dan sekarang aku emang keluar dari system mereka, dan justru bagiku itu adalah sebuah kemenangan. Kenapa demikian?? Karena tak ada lagi alasan mereka untuk menjatuhkan aku lagi, thoh aku udah diluar system kok
Dari dulu aku emang gak betah kalo ada dalam system. Hanya karena beberapa pertimbangan, akhirnya aku mengikuti arus untuk ada dalam system. Jika sekarang keluar system lagi, bukan sebuah akhir dari cerita kok. Masih bisa berkembang dan berjuang di luaran.
Hanya tetap aja terbersit rasa sedihku. Sudahkah luntur rasa saling mempercayai antar sodara, sehingga untuk sekedar bertanya saja, sudah ada dugaan bahwa akan mengelak dan berbohong. Bahkan untuk sekedar mengingatkan pun, tidak lagi. Jadi, sebenarnya yang salah itu aku atau kamu???
Ditulis dalam Dari Hati | 3 Komentar »
Kata Lebih Tajam dari pada Pedang(1)
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 21, 2006
Aku sempat tersenyum, saat membaca dua buah komentar yang sempat mampir ke blogku. Komentar itu menyikapi postingan ku yang berjudul “in collaboration with”. Isinya emang tidak menggunakan kata-kata kasar seperti yang biasa mampir dan kemudian aku delete karena mempertimbangkan aspek bahasa. Bukan karena takut akan hujatan, atau emang tidak mau dikritik. Tapi seperti yang tadi aku bilang, pada aspek bahasa. Blogku adalah rumahku, dan aku berhak menulis apa saja yang aku mau sesuai dengan kode etika penulisan (lebih ekstrim lagi, kode etik jurnalisme, karena blog khan emang di publishkan), jadi aku sendiri juga berharap siapapun yang sempat mampir dan kemudian menuliskan komentar, untuk mengikuti aturan kode etik penulisan pula. Lagian khan blog ini khan milikku, jadi kalo mau bertamu, ya jaga sopan santunlah
Nah.. balik lagi ke comentar itu. Sebuah tuduhan dari orang yang gak mau diketahui identitasnya, juga emailnya hanyalah email sembarangan yang menuduh dan berkomentar dengan tendensi yang negatif. Namun meskipun demikian, dia tidak menyadari (atau mungkin emang gak pernah tau) bahwa setiap comentar, statistic, bahkan juga jejak yang mereka tinggalkan dapat aku ketahui dengan mudah. Dan lewat komentarnya itu pula, meskipun memakai dua nama dan dua email yang berbeda, meskipun isinya juga berbeda, aku tetap saja dapat melacaknya. Dan seperti yang aku perkirakan sebelumnya, aku sudah tau siapa orangnya. Siapa dia, tidak perlulah di ungkapkan disini. Seperti sebuah peribahasa bilang, siapa yang menabur angin maka akan menuai badai (emang ada peribahasa begitu yah?
)
Sabar, tersenyum, ketawa kecil dan juga evaluasi. Hanya itu yang aku lakukan. Dan dengan tulisan ini pula, aku akan menjelaskan siapa “her” yang dimaksudkan dalam postingan “in collaboration with” tersebut. Dia (her) itu adalah seorang temanku, yang ada di Surabaya sana, yang hanya pernah bertemu sekali dengan jarak sekitar 5 meter karena dia di lantai dua sedangkan aku di lantai satu, dan hanya itu pula kami pernah bertemu. Selama ini, kami sering bertukar puisi dan juga syair, sebagai bahan koreksi atas hasil karya kami. Jadi emang tidak ada hubungan yang aneh-aneh sehingga aman aja selama ini
Jadi…kalo malah muncul isu baru tentang dia seperti isu yang sering datang kepadaku, aku hanya senyum simpul aja dan ketawa kecil. Habis mau gimana lagi, lha wong berita yang gak jelas, lebih dipercaya dari pada berita yang semestinya di klarifikasikan pada yang bersangkutan.
Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »
minta tolong
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 10, 2006
Jika anda bekerja disebuah perusahaan yang bergerak di bidang forex (valas) dan indeks market alias IHSG atau indeks harga saham gabungan……bagaimana pertimbangan anda dengan produk tersebut sedangkan ada sebuah hukum yang menyatakan bahwa jual beli saham itu adalah haram, tidak syari’ah karena jual beli barang yang tidak ditangan
jadi…..
please dong..jangan sampe aku terjebak didalam sesuatu keraguan
silahkan berkomentar di “coment” yah… aku tunggu..
dan maaf..berhubung belum mesti bisa OL.. jadi maaf kalo comentnya lama di moderatorin
anyway..jazzakumullah atas semuanya
Ditulis dalam Dari Hidup | 5 Komentar »
back again
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 10, 2006
Alhamdulillah, akhirnya bisa lagi menulis sesuatu diblog ini. Ada beberapa hal penting yang terjadi selama aku “menghilang”. Yang pertama, aku udah melewati wisuda sarjana ku. Setelah menunggu cukup lama, 4 tahun kuliah dan 2 tahun lebih nganggur, akhirnya bisa juga wisuda sarjana. Mungkin sepele bagi banyak orang, namun bagiku itu sebuah “perjuangan” yang cukup melelahkan. Jadi pantas buatku untuk bersyukur banyak kepada Allah atas wisudaku ini.
Yang kedua, akhirnya aku menjadi salah satu korban urbanisasi di kota Jakarta ini. Setelah melewati banyak fase kehidupan, lahir di Solo, kecil di Bandung dan besar di Wonogiri, serta terdampar kuliah di jawa timur tepatnya Jember, sekarang aku melewati fase kehidupan selanjutnya di kota Jakarta. Sebuah tawaran untuk “belajar” dan “bekerja” di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang financial konsultan, akhirnya aku terima dengan berbagai macam pertimbangan. Pertimbangan utamaku adalah, saatnya aku untuk belajar sesuatu yang baru, meskipun mungkin itu “meragukan”. Dalam pikiran dan pandanganku, jangan pernah menolak terhadap sesuatu yang baru tentang kehidupan, meskipun itu “jelek”, asalkan kita tidak tercebur kedalamnya, why not?? Dan suatu saat nanti, kita akan bisa mengambil “inti sari” dari yang meragukan itu, sehingga nanti kita bisa lebih tahu dan paham akan hal tersebut.
Pada awalnya, aku sempat “terkaget-kaget” dengan system dan pola kerja yang ada. Bahkan aku sempat melakukan sebuah kesalahan “kecil” tapi cukup fatal didepan “senior” lainnya. Ada perasaan bersalah, juga grogi karena masih di awal sudah salah. Tapi, justru kita belajar untuk benar dari kesalahan yang pernah kita buat. Kalo kata Manager ku, “kesalahan pertama karena kita sedang belajar tetapi kesalahan kedua berarti kita tidak belajar”
Aslinya, aku enggan dan gak suka dengan hangar bingar kota metropolis seperti Jakarta. Sudah terbiasa dengan suasana yang tenang dan damai, walaupun aslinya aku ini “tukang rusuh”. Tapi gak ada salahnya kita belajar sesuatu yang baru dalam hidup ini. Dan jika “proyek” yang lain bisa goal, mungkin gak akan lama di Jakarta, dan siap hengkang ke luar Pulau Jawa untuk bekerja disana.
Yang ketiga, karena aku pindah ke Jakarta, maka mau gak mau statusku juga harus “mutasi” ke Jakarta. Nah masalahnya, aku tinggal di Ciputat, Tangerang, sedangkan wilayah kerjaku di Sudirman, Jakarta Pusat. Jadi, mesti ikut Tangerang atau Jakarta nih?? Ah, sama baiknya kok
Dan yang ke empat, kalo kata temanku ini, hati-hati hidup di Jakarta, karena banyak godaannya. Apalgi ntar bisa lebih deket dengan “sejarah” dan masih banyak hal lainnya. Tapi aku percaya, jalan hidup itu adalah mutlak Allah yang menentukan bagaimana dan seperti apa yang akan terjadi. Jadi kita manusia, hanya menjalaninya dan bersyukur akan atas apa yang kita terima.
Dan sepertinya, blog ini juga jarang terupdate karena emang gak setiap hari aku akan OL, jadi mohon maaf kalo juga jarang silaturahim ke blog sodara-sodara semua. Namun, ikatan silaturahim kita, masih terlantunkan dalam doa Rabithoh kita masing-masing. Amin
Bersyukurlah ketika kita diatas, dan tetap optimis saat kita berada dibawah, karena Allah memberikan cinta dan kasih sayang kepada umatnya lewat berbagai macam cara (inspirited by Reza M Syarief)
Ditulis dalam Dari Hati | 3 Komentar »
in colaboration with….
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 10, 2006
Tak mengira langit cerah diangkasa
Seketika tertutup awan gelap
Dan dukapun mengalir turun bersama hujan
Tak menyangka, lilin kecil yang menerangi
Kemudian berkobar tinggi
Menghanguskan semua yang ada
Dan aku terhempaskan badai
Tenggelam dalam lautan kesedihan
Tanpa daya, melawan “titik hitam”
Yang merenggut semua rasa yang kupunya
(me)
Ada apa jiwaku yang separuh?
Diantara badai engkau berlagu
Tentang cahaya yang kau rindu
Mengapa jiwamu luruh dalam panasnya cinta?
Bukankah engkau selayak burung api
Yang bersatu tubuh dengan bara?
Telahkah mati jiwa-jiwa dalam mantra cinta?
Ada apa duhai perisai malamku
Coba beri aku alurnya
(her)
Ku menatap langit malam ini
Ku lihat sebuah bintang terang
Ku ingin menggapainya
Dan saat telah ada didalam genggaman
Langit berubaha menjadi mendung
Dan ku tak dapat melihat bintang itu lagi
(me)
Matahariku berselimut hitam
Awan gelap membawa muram yang teramat dalam
Sulit untuk kucerna maknanya
Mengapa juga pelangi turut melukis duka ci cakrawalamu
(her)
Matahari terhalang sinarnya oleh titik hitam
Tak kurasakan sinaran mentari
Yang menghangatiku selama ini
Ku ingin menahan matahari
Namun titik hitam makin keras merenggutnya
(me)
Dua pujangga muda yang tua
Beradu daya merangkum makna
Berselisih dalam Satu
Mencari yang Satu
Lautan makna berbuih dalam tanya
Apa selanjutnya?
Duhai penyair
Siapa gerangan yang kau maksud?
Mataharimu?
Bungamu?
Atau bumimu?
Perjuangan mencari cinta akan berakhir pada dua hal
Mati rasa atau bahagia
Duhai..semoga bukan air mata
(her)
Bungaku adalah matahariku
Harumnya memberikan cahaya untukku
Tapi kini kumesti menyadari
Bunga itu bisa terlepas dari sisiku
(me)
Awan mendung mesra masih bergelayut mesra diatas kepalaku
Ingin menyapaku dalam harapan kembali
Dalam keambiguan ia ingin membawaku ke langit
Tapi ke langit tidaklah mungkin
Karena dewa langit mengutuk kami
Tidak akan mungkin bersatu mesti sebatas khayal
Duhai jiwaku yang separuh
Dimanakah keajaiban itu?
(her)
Sebuah kolaborasi, antara aku dengan seorang teman. Tanpa ada tendensi apa-apa, tanpa ada keterkaitan secara emosional berlebihan, dan tanpa ada ikatan mendalam berlebihan
Jika dengan tulisan ini, maka muncul “issue” baru lagi? Berarti aku emang sukses menjadi seorang selebritis yang setiap tindakannya membuat orang yang “sok tahu” akan bersemangat untuk mengira-ngira sesuai dengan jalan pikirannya sendiri (kasihan nian dirimu sodaraku
)
Ditulis dalam Dari Jiwa | 3 Komentar »
Keras Kepala
Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 10, 2006
Kalo kata seorang temanku, aku itu adalah seorang pria dengan watak yang cenderung tidak mau ditekan, ketika di tantang, meskipun dalam keadaan terdesak malah balik nantang. Gak peduli meski akhirnya kalah dan malah terpojokkan sampai terdesak ke pinggir, namun selama aku menganggap diriku benar secara logika, maka tidak akan pernah menyerah untuk tetap berkata benar.
Entah bagaimana dengan analisa anda semua, namun temanku itu berkomentar untuk menguatkan hal tersebut saat aku beberapa waktu kemaren mengalami konflik internal dengan sebuah organ dan juga dengan beberapa orang lain yang (kalo menurutku sih) sentiment kepadaku
Benar atau tidak, anda sendiri yang akan menilai ketika anda berinteraksi denganku, secara nyata dan secara visul, setelah anda mengenal benar sisi baik dan burukku juga memahami karakterku terutama dengan sifat melankolisku.
Jadi, lain kali kalo “terkaget-kaget” dengan sifatku, jangan heran yah
Ditulis dalam Dari Hidup | 7 Komentar »









