Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk November, 2006

Alhamdulillah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 26, 2006

Alhamdulillah, hari ini “kaki kanan” telah menapak selangkah ke depan, jadi tinggal melangkahkan “kaki kiri” agar ‘jalan’ itu menjadi sempurna. Ya Allah, ridhoilah langkahku

Surabaya, menghitung hari menuju impian 

Ditulis dalam Dari Hati | 6 Komentar »

Lets…do it!

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 21, 2006

Semalem…. aku dibilang sama ’seseorang’, Ego ku tinggi.

Hal itu terlontarkan setelah dia mendengarkan seluruh keluh kesahku selama 2 bulan terakhir ini. Dan semua keluhanku itu adalah pekerjaan.

Bukan aku gak menikmati pekerjaanku, atau aku tidak kuat dengan tekanan yang aku terima dalam bekerja. Terlalu banyak hal yang berputar di dalam kepalaku saat ini.

Aku hanya bisa bicara dengan ’seseorang’ dan satu lagi adalah “mbak” di kantorku. Dan kesimpulan sementara yang ku dapat adalah..berpikir lebih jernih dan menentukan pilihan

Lets…do it!!

 

Ditulis dalam Dari Hari | Leave a Comment »

General Affair (GA, baca = JE)

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 16, 2006

Udah dikasih tau, kalo kemaren itu aku pindah job dari Eksekutif Marketing ke pos Eksekutif General Affair. Kalo dulu aku berkutat dengan pemikiran dan strategy pemasaran, sekarang aku justru banyak mengandalkan tenaga dan waktu untuk bekerja.

Berhubung kantor masih baru, dan properti juga belum lengkap, akhirnya aku gak kebagian meja dan komputer pribadi alias aku jadi satu dengan GA yang lama. Beruntung aja selama 2 minggu ini, aku dapat pinjeman laptop gratis karena yang punya lagi sibuk masuk pagi dan pulang jam 8 malem setiap hari :)

Namun…dikalangan temen-temen kantor, ada sebuah guyonan internal diantara kami, yaitu GA (baca = JE) adalah kepanjangan dari “JONGOS EKSEKUTIF” :) atau bisa diartikan adalah Jongos yang mempunyai level eksekutif. Memang levelnya eksekutif, namun tetap aja kerjaanya jongos alias tukang sibuk. Dan itulah kerjaanku sekarang :)

Bukan tidak suka, Alhamdulillah sampe sekarang aku tetep enjoy di GA selama 10 hari ini. Lagian, gimana aku bisa “bertanggungjawab” jika aku sendiri tidak punya penghasilan :) .

Semoga… kerjaku ini menjadi ibadah yang berarti dihadapan Allah…..Aminnnn…!!!

 

Ditulis dalam Dari Hari | 11 Komentar »

Selamat Datang di Negara Boneka

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 16, 2006

Akhir-akhir ini pemberitaan di media cetak didominasi oleh berita kunjungan presiden Amerika, George W. Bush (GWB) ke Indonesia dan bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor. Kunjungan GWB kali ini adalah kunjungan yang kedua setelah tahun 2004 lalu mengadakan kunjungan di Bali dan bertemu dengan beberapa tokoh nasional. Bukan sebuah kesalahan jika Bush ingin melakukan kunjungan ke Indonesia. Indonesia adalah negara yang berdaulat dan merdeka, dan juga bagian dari negara-negara dunia. Dengan demikian, secara konstitusional, tidak ada larangan dan juga alasan kenegaraan untuk menolak kedatangan Bush ke Indonesia.

Namun tidak sesederhana itu, dibalik kedatangan Bush, tentu pasti ada maksud-maksud tertentu. Kita masih ingat, saat kedatangan Menlu Amerika, Condoleeza Rice ke Indonesia, pasca kedatangan miss Condi ini, blok minyak Cepu yang kaya akan minyak mentah jatuh ke tangan Exxon milik Amerika. Sekali lagi, negara kita memakai jasa luar dari pada jasa anak negeri dan memperkaya negara lain, bukan menyejahterakan rakyatnya. Lalu kali ini apa yang akan jatuh ke tangan amerika??

Belum lagi, dengan dominasi muslim yang sangat mayoritas, ditambah dengan anggapan pada banyak kelompok muslim di Indonesia bahwa Bush adalah penjahat perang dalam perang Iraq, tentunya kedatangan Bush akan membawa gesekan keras dalam jiwa muslim Indonesia. Bush adalah penjahat perang, pembela Israel, Yahudi laknatullah dan tentu saja muslim Indonesia tidak tinggal diam dengan keberanian Bush datang ke Indonesia. Jangan terjebak tulisan saya persis diatas ini.

Di awal tadi sudah saya tekankan, bahwa Indonesia tidak punya alasan secara kenegaraan untuk menolak Bush datang ke Indonesia. Dan tidak ada larangan untuk Bush menjejakkan kakinya di bumi Indonesia, sama seperti SBY yang juga diterima Bush di negara asalnya sana.

Tapi… yang sungguh menggelikan buat ku adalah, SBY telah menelantarkan rakyatnya dan lebih memilih terlihat terhormat di mata penguasa asing dari pada dianggap sebagai pemimpin adil bagi rakyatnya. Dimulai dengan pengamanan yang super ketat dengan menutup akses jalan di sekitar Istana Bogor sehingga ratusan supir angkot tidak bisa lewat jalan itu dan menelantarkan ribuan pengguna angkutan umum tersebut. Berapa banyak kerugian yang di bebankan kepada rakyat sedangkan SBY justru menjamu penguasa yang menjadi musuh nomor 1 kaum muslim Indonesia bahkan mungkin dunia.

Belum lagi pengacakan sinyal HP, yang membuat ribuan pengguna HP dirugikan. Secara hukum, sebenarnya pemerintah telah melakukan perbuatan yang merugikan umum.

Dan berapa ratus juta atau mungkin milayaran uang rakyat yang dipake buat “memoles” Istana Bogor, menyiapkan Helipad, Membooking hotel untuk pejabat negara, keamanan serta masih banyak lain, hanya untuk menjamu seorang penjahat perang bernama Bush

Alangkah lebih bijak, jika SBY menerima Bush di daerah yang bisa memantik picu kerusuhan, seperti Bali misalnya (karena mayoritas Hindu, dan mereka tidak peduli dengan sepak terjang Bush) atau kalo perlu terima aja Bush di Batam sana, sehingga gak perlu jauh-jauh terbang dari Singapura ke Jakarta.

Memang susah, kalo pemimpin hanya pernah bilang untuk siap hidup susah, sedangkan dia sendiri tidak pernah merasakan kesusahan yang dialami oleh rakyatnya

Dan yang terakhir, aku tersenyum lebar ketika Trans TV memberitakan demo penolakan Bush di Bogor hari Selasa lalu dengan menyebut organ sebuah parpol, tidak jelas parpol mana bahkan juga sama sekali tidak ada take gambar bendera parpol tersebut sedangkan RCTI dan Metro pada waktu yang tidak jauh berbeda dengan ‘gagah’nya menyebut Wanita Partai Keadilan Sejahtera yang berdemonstrasi serta take gambar bendera parpol. Apa Trans TV sudah “dibeli” oleh Kedubes Amerika?? atau emang PimRed nya PKSphobia :)

 

 

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

Yakin Menghalau Keraguan

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 9, 2006

Ada beberapa hal yang akan aku tulis kali ini. Yang pertama adalah resmi aku pindah posisi sebagai General Affair di kantorku. Dengan serta merta aku melepas beberapa program marketing yang sedianya bulan ini harus aku lakukan. Dengan demikian, aku pun menjadi bertempat di Ruang Operasional yang sempit dan dipenuhi banyak orang. Berbeda dengan ruang marketing yang lebih ekslusif :)

Menjadi seorang GA sebenarnya tidak pernah terlintas dalam pikiranku. Awal aku masuk ke kantorpun aku berbekal ijazah sarjana pertanianku dan pekerjaanku pun masih terkait dengan pendidikan, yaitu marketing pupuk. Sekarang, aku membawahi beberapa office boy yang emang sering nyangkruk bareng ku, juga cleaning service dan teknisi serta security. Tapi ini jadi tantangan buatku, karena kata seoarang teman di kantor sebenarnya aku ini flexibel yang bisa di taruh di mana-mana :)

Yang kedua adalah berita sedih. Berhubung adanya perbaikan maintenance di kantorku, dimana seluruh kompie rata-rata di format ulang termasuk komputerku. Akhirnya seluruh data tulisan blog yang sedianya akan aku buat menjadi hilang tak bersisa, termasuk beberapa tulisan yang sedang aku garap dan akan di publish ketika selesai. Diantaranya adalah tulisan kedua dari tiga tulisan yang membahas tentang NIKAH, lalu 4 episode dari Cerbung ‘Ketika Cinta Menyapa’ dan beberapa tulisan lagi. Jadi, mohon maaf kalo tulisan tentang Nikah belum bisa aku update dan juga erita Ketika Cinta Menyapa.

Yang ke ketiga,aku sedikit heran. Karena mesti ngurus “surat-surat” di rumah yang membutuhkan beberapa berkas termasuk foto, akhirnya aku kirimkan pula berkas yang diperlukan. Namun anehnya, yaitu foto mesti background biru. Sedangkan aku cuman punya BG merah, dan itu gak boleh. Akhirnya kepaksa foto lagi. Jadi aku punya dua master foto yang kepala sama-sama botak namun BG nya berbeda warna :)

Yang keempat, tentang pengetatan anggaran pengeluaran. Berhubung semakin dekatnya akhir tahun (emang ada apa di akhir tahun??? :) ) dan mau gak mau aku mesti ngumpulin uang buat suatu hal (gak kepengen ngerepotin bundaku lagi :) ) jadinya 1/3 gajiku bulan kemaren aku serahkan kepada “seseorang” untuk diamankan dari penggunaanku :) . Aku itu relatif boros dan royal, jadinya kalo soal keuangan mungkin aku gak begitu jago mengelolanya, jadi butuh istri yang pintar ngelola keuangan :)

Dan yang terakhir, entah kenapa “ketakutan” itu sempat membayangi. Meskipun aku sudah memberanikan diri, memantapkan hati dan ikhlas bahwa hidup, mati, rezeki dan jodoh adalah hak Allah, “ketakutan” itu masih membayangi, terlebih setelah aku mengambil ‘keputusan besar itu’. Bukan main-main karena resiko dan tanggungjawab ini akan aku tunjukkan di hadapan Allah kelak sebagai bentuk ibadahku kepada Nya. Mekipun bundaku, dia, juga beberapa orang terdekatku membantu menguatkan, namun ketakutan itu masih membayangi.

Belum lagi, makin kencangnya ‘tekanan’ dan ketidaksetujuan dari beberapa pihak akan keputusan yang telah ku buat, dan mempertanyakan kemampuanku. Makin kencang, dan makin banyak yang aku ketahui. Meskipun tidak semua menghakimi namun mau tidak mau hal tersebut menjadikan pikiran terbebani.

Namun aku yakin, jika emang rezeki tersebut adalah hak ku, maka meski bersembunyi ke dasar bumu rezeki itu akan tetap aku dapatkan. Jika ayam saja yang tak bisa berfikir saja bisa hidup dan diberikan rezeki olah Nya, apalagi aku sebagai manusia yang bisa berbuat, bekerja dan berusaha serta berdoa akan hidup ini kepada Nya

Jika dia saja mendapatkan hak nya, mengapa aku tidak bisa mendapatkan hak ku?? Jika manusia mendapatkan lindungan Nya, tentu aku juga akan mendapatkan lindungan Nya.

(Hanya berserah diri kepada Mu, My Lord)

 

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Kategori

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 6, 2006

Akhirnya, setelah menimbang-nimbang aku kemudian memasukkan satu kategori tambahan dalam tulisan di blog ini. Sebelumnya ada 4 kategori yaitu dari hati, Dari Hidup, Dari Jiwa dan Dari Pikiran.

Masing-masing kategori mewakili ungkapan dan perasaan yang terkandung di dalam setiap tulisanku. Dari Hati, merupakan kumpulan tulisan yang biasanya bersumber dari perasaan yang dalam pada inspirasi tulisanku. Kalo ingin menemukan tulisan curhat, kesedihan atau juga kemarahan ada di kategori ini.

Dari Hidup menceritakan tentang perilaku hidup manusia yang sering aku jumpai. Hal itu menginspirasikan tulisan yang mengangkat permasalahan yang ada di sekitar ku dan lingkunganku.

Dari Jiwa, merupakan sisi melankolisku yang teramat dalam. Disini merupakan kumpulan hasil karya sastra berupa puisi, syair dan juga cerita-cerita roman yang aku buat. Mungkin kalo ada istilah sastrawan gendheng bisa dilihat juga dari tulisanku disini.

Dan Dari Pikiran adadalah kumpulan tanggapanku atas fenomena dan realita sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Mungkin hampir sama dengan Dari Hidup, namun bedanya adalah pada tulisan ini lebih bersifat prosedural atau juga tanggapan atas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Kalo dari segi bahasaku, disinilah sifat Kolerisku aku keluarkan

Dan sekarang aku menambahkan satu kategori lagi, Dari Hari. Ini adalah cerita ringan tentang hari-hariku, yang berisikan kegiatan harianku dan disajikan dengan santai. Lebih tepatnya, mungkin ini bentuk diary ku :)

Jadi, mungkin beberapa waktu kedepan akan lebih banyak cerita santai dalam Dari Hari ku

(penting gak seeeh postingan ini??? ) :)

Ditulis dalam Dari Hari | Leave a Comment »

Marketing Or GA

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 6, 2006

Aslinya aku bekerja di Kantorku sekarang di tempatkan di bagian Marketing. Departemen ini adalah bagian dari perusahaan yang menjadi ujung tombak dalam menunjang pemasaran. Aktifitas marketing adalah merancang kegiatan selama satu bulan kedepan dengan tujuan tentu saja untuk mendongkrak omzet perusahaan. Kerjanku tentu saja harus siap bekerja keluar kota beberapa hari untuk melakukan kegiatan promo. Dan karena basic ku di bidang pertanian, mak aku mendapatkan tugas konsentrasi pada salah satu produk pupuk pelengkap produksi perusahaan. Jadi marketing disini bukan berarti menjual secara langsung namun pada lebih non teknis nya.

Hebatnya dengan aktifitas sepadat itu marketing hanya digawangi oleh 3 orang. 2 orang Staff marketing dan 1 orang admin marketing.

Nah, karena kantor akan pindahan menempati gedung baru yang lebih megah, akhirnya aku di alihtugaskan (sementara) untuk membantu General Afair (GA) mengurusi perijinan dan surat serta dokumen ke instansi terkait. Aku yang sama sekali buta soal perijinan dan juga prosedurnya akhirnya dengan nekat ngambil alih tugas tersebut.

Jadilah aku wira-wiru wira-wiri dari kantor lama ke Deperindag buat ngurusin perijinan cabang, lalu ke Telkom buat ngurusin penambahan line telpon yang semula cuman 3 menjadi 9 line. Juga ngurusin SITU-HO ke UPT Pemkot Surabaya.

Nah, di telkom ini akhirnya sempat ketemu sama sedhulur lama Kang Funs .Setelah setahun, akhirnya bisa bertemu lagi dengan Funs. Meski sempat putus nyambung (kayak pacaran aja :) ) tapi alhamdulilah tidak begitu banyak konflik yang berarti diantar kami. Hanya sempat mucul reaksiku yang sedikit berlebih ketika ada orang lain yang melibatkan Funs pada masalah antar aku dan dia. Dan dikau Funs, engkau membalap aku yah ternyata :)

Kembali ke topic. Sekarang kantorku pindah. Dan sekarang aku mesti naek angkot kalo mau ngantor. Kalo dulu kantorku di jalan Veteran sekitar Tugu Pahlawan (yang orang surabaya pasti pada tahu) sekarang mesti pindah ke dekat Pasar Kembang di Jalan Arjuna.

Kalo dari kos ku yang deket kantor lama, tentu saja harus naek lyn (bemo) dari Pasar Turi (asli deh, gak pernah kebayang kalo sekarang tempat maenku adalah pasar Turi :) ) dan menyusuri jalan Semarang. Di jalan Semarang ini ada stasiun pasar Turi tempat pertama kali setelah 5 tahun aku tak pernah punya pikiran pingin menghajar orang, setahun lalu. Dan akhirnya sampelah di kantor setelah 20 menit.

Dan sekali lagi, bukannya ngurusin aktifitas marketing tapi aku tetep ngurusin sarana dan prasaran yang masih belum terpasang dengan baik di kantor baru

Jadi sekali lagi, aku ini marketing or Ga siy??

 

Ditulis dalam Dari Hari | Leave a Comment »

Dendam

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 3, 2006

Pernahkah anda merasa dendam?? Atau anda merasa tidak terima akan perlakuan orang dan akhirnya anda menyimapn perasaan tidak puas dan menjadi dendam pada orang tersebut.

 

Aku pernah…!!!

Hampir setahun belakangan ini, aku menyimpan “dendam” kepada seseorang. Sungguh hal yang aneh, karena sebenarnya aku sama sekali tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun. Semenjak kecil, aku tumbuh jadi laki-laki yang menyelesaikan masalah pada saat itu pula. Jika harus berkelahi, ya berkelahi dan setelah itu selesai.

Pun demikian setelah “tobat” dan mulai belajar agama lebih dalam, meski beberapa kali pernah disakiti namun sama sekali tidak pernah menyimpan dendam. Bagiku, semua itu adalah kehidupan.

Namun untuk kasus yang satu ini adalah pengecualian. begitu besar dendam di hati, yang tanpa aku sadari akhirnya malah menjadikanku lepas kontrol dan penuh gejolak emosi. Seakan kembali ke alam bawah sadar, ‘back to basic’, karakter liar yang lama hilang muncul dengan sekejap dan membuat semua yang semestinya bisa di selesaikan dengan baik-baik atau sejujurnya semestinya bisa berakhir dengan damai menjadi jauh dari kenyataan.

Ketika semua emosi itu hilang, yang ada hanyalah penyesalan. Menyesal karena semestinya aku bisa lebih bijak dalam mengatasi hal tersebut, dan sedih karena malah membuat semua menjadi lebih kacau.

Semenjak konflik meledak, hanya 2 x (just 2 moment) aku bertemu dengan dia. Dan pertemuan terakhir sebenarnya bisa lebih “adem”. Namun, karena sebuah kesalahan yang dianggap fatal yang ku lakukan, akhirnya konflik meledak kembali dan kali ini membuat kami sama sekali tak pernah bertegur sapa lagi.

Dendam, kesan terakhir kali aku berkomunikasi dengan dirinya. Dendam pula, yang juga menemaniku sebelumnya. Namun aku sadar, aku telah banyak menimbulkan “luka” dalam banyak hal. Dan aku sadar, jika emang mesti menanggung semua salah, seharusnya semua ini menjadi tanggung jawabku.

But show must go on. Dengan semua dendam yang aku punya, akhirnya dendam itu terlepas juga dari diriku saat semua sudah terlambat untuk mencoba memperbaiki yang sudah hancur sama sekali.

Hanya karena semua sudah ‘terlambat’, akhirnya hidup di ‘dunia’ masing-masing adalah hal yang terbaik yang bisa kami lakukan. Semoga semua dendam di masa lalu, tidak menjadikan sebuah hal yang menyakitkan untuk masa depan. Bersaudara itu selamanya

 

(Mencintai karena Allah, membencipun karena Allah pula)

 

(Surabaya, 23.01 WIB. Diiringi November Rain G’nR, Malam ini, teringat setahun yang lalu ketika dendam makin menghujam. Maafin aku ya d! Akhirnya kau menemukan pelabuhan terbaikmu. Dan aku meraih “bintang” untuk menghapus pelangi yang pernah muncul)

Ditulis dalam Dari Hati | 7 Komentar »

Thx to U

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 1, 2006

Alhamdulillah, akhirnya setelah perjuangan selama beberapa bulan terakhir untuk meyakinkan sesuatu akan kehidupan, “Jalan” itu akhirnya ditunjukkan

Semoga ini adalah bukan dari akhir sebuah perjuangan namun sebuah penghormatan untuk memulai awal dari perjuangan selanjutnya

Thx to U, My Lord…. My Rabb!!

Ditulis dalam Dari Hati | 3 Komentar »

Ketika Cinta Menyapa (5)

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 1, 2006

Semenjak itu, resmilah proses antara Rifat dan Angie memasuki babak baru. Ketika Rifat melamar Angie, dirinya sudah menyelesaikan study dan telah diwisuda. Dan dengan cepat, dia mendapatkan kerja di ibu kota. Karena itu pula, akhirnya dia berani mengajukan lamaran kepada Angie (selengkapnya baca di sini)

Ditulis dalam Dari Jiwa | Leave a Comment »