Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk Januari, 2007

“Kebetulan”

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 28, 2007

Sepanjang hidupku, banyak hal yang serba “kebetulan”. Mungkin terkesan sepele, namun bagiku hal sepele itu merupakan hal yang merubah jalan hidupku

Mulai dari masuk kuliah, mungkin suatu kebetulan jika formulir PMDK yang aku kirimkan asal-asalan, justru menjadi satu-satunya yang tembus padahal ada beberapa temanku yang lebih pintar dan nilainya juga bagus. Lalu juga sebuah kebetulan, jika kemudian waktu kuliah, aku membutuhkan waktu yang cukup lama karena selama 2 tahun “nganggur” justru aku bisa belajar soal komputer sedikit :)

Dan sebuah “kebetulan” pula, di saat yang tepat, ketika aku menyelesaikan kuliah dan kemudian ada seseorang yang bersedia menemani hari-hariku untuk selanjutnya dan selamanya menyayangi. Saat yang tepat pula, ketika “hati” yang letih membutuhkan sandaran yang bisa menyejukkan atas semua hal yang selama ini pernah aku alami :)

Dan pasti sebuah “kebetulan” juga, jika ketika Allah memutuskan untuk mengambil kembali “sesuatu” yang sempat ada di dalam rahim istriku. yah, istriku keguguran. Sebuah takdir yang sempat membuat ku sedih, namun kemudian aku sadar bahwa di balik keputusan Allah pasti ada hikmahnya. Sama halnya, ketika aku menerima banyak hal pahit yang aku jalani selama hidup, dan akhirnya sekarang aku mendapatkan jalan untuk meraih manisnya hidup :)

Jadi, tak perlu bersedih. Insya Allah, sang junior akan hadir lagi :)

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Alhamdulillah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 20, 2007

Alhamdulillah

Insya Allah, Keluarga Kami akan bertambah jumlahnya, meski masih nunggu 9 bulan lagi :)

Semoga diberi kelancaran dan kemudahan dalam menanti kehadiran anggota keluarga baru ini :)

Amin

Ditulis dalam Dari Hati | 4 Komentar »

Menjawab Tantangan

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 20, 2007

“Anak bontot, jadi pikirannya pendek. Gak ada kabar apa-apa, ta-tau udah mau nikah aja”

 

Komentar itu yang dilontarkan oleh kakak sepupuku ketika aku menemuinya di sebuah hotel di Surabaya saat beliau sedang dinas di Surabaya. Komentar itu pula yang beliau ucapkan ketika keluarga besar ku mempertanyakan keputusanku untuk menikah. Sebuah keputusan yang teramat cepat, dibandingkan dengan proses pernikahan saudara-saudara ku yang lain dalam keluarga besar ini.

Aku menikah, setelah melalui diskusi yang panjang dengan bundaku, yang akhirnya berujung dengan restu dari bunda kepadaku untuk menikah. Sebuah restu yang menjadi awal dari segala kemudahan yang terjadi dalam proses menikah.

Banyak protes kenapa aku mesti buru-buru menikah, banyak pula yang sempat menentang kenapa mesti cepat untuk menikah. Dan alasan yang dipakai hampir semuanya sama, yaitu kesiapan financial. Aku masih baru bekerja beberapa bulan, dan masih berstatus kontrak ( dan akan segera berakhir pula :) ), sedang istriku baru saja disumpah menjadi dokter, dan masih harus melakukan PTT yang kemungkinan besar adalah keluar jawa. Tentu saja, dalam segi ekonomi akan menimbulkan tanda tanya besar buat banyak orang.

Belum lagi, pertanyaan apakah “dia” adalah orang yang tepat untuk kita. Pertanyaan itu pula yang terlontar dari seorang teman yang secara kebetulan, sempat aku temui di hotel ketika dia juga sedang dinas di Surabaya ( Thx atas sarapan pagi nya ya Chi, pertama kali gw sarapan di hotel :) ). Dan tetap seperti yang udah aku jawab pada teman tersebut, bahwa “dia” akan menjadi orang yang tepat buat kita ketika dia juga menjadikan kita sebagai orang yang tepat buat dirinya :)

Dalam sebuah tulisan diblognya, seorang teman juga mempersoalkan tentang kesiapan ekonomi dalam berumah tangga. Karena jika gak siap, maka akan banyak konsekuensi yang akan di tanggung, termasuk kemungkinan cerai :(

Namun buatku, justru adalah sebuah tanggungjawab besar dalam diri kita, juga buat keluarga untuk selalu menekankan rasa bersyukur  kepada keluarga kita, dengan semua yang kita punyai, baik hal positif maupun negatif. Karena dengan bersyukur itu pula, maka apa yang tidak kita punya, bukan menjadi sebuah beban yang harus kita pikul, namun dengan apa yang sudah kita punya, maka adalah sebuah anugerah Allah yang mesti kita jaga

Hidup adalah bersyukur, dan rasa syukur itu pula yang membuat kita merasa cukup atas apa yang kita punya

 

Dedicted for

1.  Bunda dan Papa, terima kasih atas ajaran untuk bersyukurnya. Dengan segala kekurangan yang ada, bunda dan papa telah membesarkan anak mu ini hingga dewasa

2.       My Lovely Wife, Marin. Selalu ingatkan abang, untuk terus bersyukur setiap harinya atas apa yang kita punya!

Ditulis dalam Dari Hati | 1 Komentar »

Menikah Untuk Berubah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 20, 2007

Saat orang menikah, biasanya dia akan mendapatkan salam serta ucapan “selamat menempuh hidup baru”. Sebenarnya apakah setelah menikah kita mendapatkan hidup baru serta meninggalkan hidup lama kita??

Setelah menikah, pastilah setiap orang akan mengalami masa transisi perubahan kebiasaan dalam hidupnya. Tentu saja, karena yang biasanya cuman ngurusin diri sendiri, after merrid akan jadi mengurusi hal pasangannya :)

Dan aku tentu saja menjadi salah satu yang mengalami hal tersebut. Meski baru 4 minggu menjalani “kehidupan yang baru”, tapi banyak hal yang berubah dalam keseharianku :) . Sebut saja kebiasaan pola makan, sejak kuliah sampai aku bekerja di Jakarta dan kemudian pindah ke Surabaya, aku jarang sarapan pagi. Biasanya kalo waktu kuliah aku melakukan Brunch alias breakfast and lunch, yaitu sarapan yang digabung makan siang pada sekitar jam 11 an  :) . Setelah lulus kuliah dan kemudian kerja, aku gak pernah makan pagi dirumah dan selalu makan nasi di waktu istirahat siang jam 12 dan biasanya di warung. Setelah menikah, jam 7 pagi aku sudah mesti sarapan di rumah, serta kemudian membawa bekal ransum makan ke kantor  :) . Meski menu nya sederhana, tapi tentu saja nikmat karena istri yang nyiapin  :)

Belum lagi kebiasaan nyuci baju yang seminggu sekali saat masih bujang, sekarang hampir tiap hari baju ku selalu bersih karena istri yang nyucikan, jadi gak perlu khawatir kalo kehabisan baju bersih untuk ngantor.

Istriku ini, meski rada galak dan cerewet (sorry ya say, buka kartu  :) ), tapi teliti sekali dalam kebutuhanku. Selain itu, juga care banget dengan kondisi fisik . Paling suka protes dengan perutku yang makin lama makin maju. Emang sih, semenjak kerja, udah gak pernah olah raga lagi, karena full day di kantor, praktis hari minggu (sabtu aku masih ngantor) sebagai hari libur ku habiskan dengan tidur dan istirahat di kos saat masih belum nikah. Dan meski masih kurus, tapi berat badanku udah mulai merambat naik dari 57 menjadi 62 kilo. Jadilah, setiap pagi mesti sit up buat mengecilkan perut :)

Dan ini dia yang paling fenomenal, seminggu setelah nikah, aku dibuatkan jadwal harian yang tetap. Mulai dari bangun tidur di pagi hari, yang mesti harus terjaga sebelum shubuh agar dapat waktu buat qiyamul lail, sampai malam tiba untuk tidur, semuanya diatur.

Aku yang terbiasa hidup bebas, jadi garuk-garuk kepala sendiri ngebaca jadwal harian tersebut. Untunglah, aku emang suka iseng, jadinya aku bilang aja sama istriku bahwa “peraturan dibuat untuk dilanggar serta peraturan tidak berlaku kalo disembunyikan peraturannya” :) Bagaimana rasanya?? Beraneka macam yang tak bisa diungkapkan dengan kata.

Namun meskipun demikian, anda akan mengalami hal tersebut ketika anda akhirnya memutuskan untuk menikah. Menikah dulu baru akan menikmatinya

PS : buat semua sodaraku yang masih membujang, ayo..buruan nikah:)

Ditulis dalam Dari Hati | 2 Komentar »

Tentang Berjabat Tangan

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 20, 2007

Jaman dahulu, saat belum ada kapal pesawat terbang komersial, jamaah haji Indonesia berangkat dengan menggunakan kapal laut. Tentu saja perjalanan menuju tanah suci tidak secepat saat ini. Butuh waktu sebulan untuk sampai ke arab, tergantung arah angin. Nah, suatu ketika jamaah haji Indonesia yang berasal dari madura sampai ke pelabuhan di arab sana, maka nampaklah orang-orang arab yang bertubuh tinggi besar. Ada tradisi bagi orang-orang madura pada khususnya dan orang Nahdliyin pada umumnya, bahwa sebuah kebanggaan pencarian berkah untuk mencium tangan para habib (orang keturunan arab yang dipercaya keturunan Rasulullah), dengan mencium tangan para habib, maka mereka berharap mendapat berkah dari keturunan nabi. Kembali ke cerita, melihat banyak olrang arab, maka serentaklah, para jamaah haji asal madura tersebut berebut mencium tangan orang-orang arab tersebut. Tentu saja orang-orang arab tersebut pada bengong melihat kelakuan pada jamaah haji tersebut. Ternyata, orang arab yang berad adi pelabuhan tersebut sebenarnya adalah kuli pelabuhan yang mencari nafkah dengan mengangkut barang-barang jamaah haji 

Sebuah cerita usang memang, namun cerita tersebut lah yang sedikit mengispirasikan tulisan berikut ini. Jika anda orang madura (saya mohon maaf jika ada yang kurang berkenan setelah membaca tulisan ini), atau anda yang pernah tinggal dalam komunitas madura, maka anda akan tahu tentang kebiasaan berjabat dan mencium tangan yang sudah saya tulis di awal tadi. Saya bukan bermaksud mengejek kebiasaan tersebut, namun saya justru akan menceritakan sebuah fenomena yang terjadi di depan mata saya, dan tidak hanya satu tapi berkali-kali saya lihat dengan orang yang berbeda.

Satu contoh, ketika saya menghadiri walimah teman saya di Situbondo, saat itu yang akan menikahkan adalah seoarang habib (tentu saja habib ini keturunan arab dan “bergelar” Kyai Haji). Ketika sang habib ini datang, serta merta tamu yang datang sontak berebut berjabat dan mencoba mencium tangan sang habib ini. Tapi saya jadi heran, sang habib tentu saja menjulurkan tangan untuk berjabat tangan, tapi bukan sebuah bentuk berjabat tangan yang ‘normal’. Sang habib ini, hanya menempelkan ujung jari tengahnya dan dengan cepat menariknya kembali, sehingga hanya menempel sepersekian detik seakan sang habib ini enggan berjabat tangan dengan para hadirin, dan sekedar formalitas belaka.

Muncul pertanyaan buat saya, apakah begitu berharga tangan sang habib tersebut, sampai tidak mau berjabat tangan dengan sempurna. Sedangkan Rasulullah sendiri memberikan contoh, ketika berjabat tangan maka beliau tidak akan melepaskan sampai yang menjabat tangannya melepaskan. Apakah karena sang habib orang arab, yang tentu saja lebih dekat garis keturunan dengan Rasul sehingga merasa derajatnya lebih tinggi, sedangkan Rasul sendiri, tidak pernah memberikan contoh kepada para sahabat untuk mencium tangan Rasul.

Dalam Islam sendiri, derajat seseorang di hadapan Allah ditentukan oleh ketakwaannya. Bukan mendiskreditkan, namun belum tentu seorang habib lebih bertakwa dibanding orang lain. Manusia dihadapan Allah adalah sama, jika mengharap keberkahan dari Rasul, maka perbanyaklah shalawat kepada Rasul, bukan dengan mengharap keberkahan dengan cara mencium tangan para habib. Mereka memang guru dan pemuka agama, namun mereka tetap manusia yang mempunyai derajat sama dengan kita.

Catatan

1. Saya hanya mengungkap fakta, bukan bermaksud menghina. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan

Ditulis dalam Dari Hidup | Leave a Comment »

After Nikah

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 6, 2007

Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis kembali di blog ini. Bukan karena lagi keasyikan honey moon setelah menikah, tapi karena emang baru bisa nulis kembali sekarang :)

Bicara soal nikah, alhamdulillah lagi sekarang sudah mendapatkan amanah untuk mencintai dan menyayangi seorang istri yang insya Allah akan kujaga sampai akhir hayat.

Proses kami cukup simple tapi rada rumit ( bingung khan :) ). Setelah melalui berbagai macam perenungan panjang, juga pemikiran yang dalam, akhirnya kami memberanikan diri untuk mengikat janji hidup bersama.

Dimulai tepat 3 hari setelah lebaran, ketika aku mengutarakan niatku untuk menikah kepada mertua (saat itu masih calon mertua). Dengan sedikit nekat, serta beberapa penjelasan tentang planning masa depan, akhirnya mertua ku mengijinkan aku untuk menikahi anaknya (istriku). Sebulan kemudian keluarga ku melamar dan akhirnya tanggal 24 desember 206 kemarin, kami resmi menikah

Banyak halangan saat kami memutuskan untuk menikah, namun kami mampu melaluinya. Dengan bekal itu pula, kami yakin untuk menghadapi rintangan yang akan kami hadapi dalam hidup bersama. Aminnn!!!

Ditulis dalam Dari Hati | 8 Komentar »

met merid

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Januari 4, 2007

Happy Married

Sebagian dari beberapa ucapan sodara, sahabat dan teman yang dikirmkan kepadaku. Meski kalian semua tidak bisa datang pada hari pernikahan, tapi doa kalian sangat berarti buat kami berdua. Dan inilah beberapa ucapan tersebut :

· Topo (+6281336763***)

Wah, barakallah mas. Ana jadi penasaran sopo akhwat sing gelem karo ntm!He… joking lho mas…again and again”Absolutely state of art”. Siip deh

· Sam Ilham (+6281578133***)

Alhamdulillah, sidane kowe ktmu jodomu. Mg2 barokah. Sorry gak iso teko yo, kecuali ono wektu senggang aku sekalian tugas nang kantor cabang. Btw calonmu wong endi?kpn to lamaran?kok ga kabar2?

· Yuni (+62858091***)

SUBHANALLAH, akhi padahal barusan aku mo sms ntm mhn doa restunya akan walimah kami, ahad 24 des 06 di wng. Smg Allah memberkahi pernikhn kami (Yuni&Ari) kpn luang?bisa ngobrol?

· Desi Septin (+6285215339***)

Ass, mas aku boleh kasih tahu Huda ga? Klo berita bahagia aku suka ga tahan nyimpen2. apa mas kasih tahu sendiri?

· Tyka (+628175137***)

Selamat kang, saya turut berbahagia dan mendoakan smg sakinah mawadah warahmah

· Maya Puspita (+6281519944***)

Wah slamat ya…barakallahulaka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khair. Finally, u find ur soulmate!smg b’bhagia. Ada undangan + tiket ga?? J

· Bagus (+6281211605***)

Hehe, laku juga ni orang J barakallahu akhi.mg dpt membina keluarga sakinah mawadah warahmah. Surabaya ngendi akh?

· Teh Maya (+6281322590***)

Amin…met prepare dek

· Meirina Darmastuti (+628151690***)

Barakallah, smg Allah memberkahi pernikahanmu. Smg menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah.

· Ika (+622470334***)

Alhamdulillah akhirnya guru laku juga. Lama ga ada kabar, tiba-tiba ada kabar walimahan J semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah. btw ada ngunduh mantu di wonogiri ga ?

· Erfina (+623160393***)

Waah, alhamdulillah, dek diundang kan kak? Awas ya ga diundang, ga direstuin. Dimana tempatnya?

· Enno (+6285230012***)

OK bang, insya Allah aku datang. Jangan lupa aku pengin foto sama manten, OK! Hehehehe

· Kang Mono (+6281315751***)

Baru tadi malam aku batin, piye perkembangane, semoga lancer dan berkah ya. Maaf ga iso teko L

· Badria Moen (+6281809812***)

Iya Ndres, selamat ya. Semoga walimahnya lancer, dapat membentuk keluarga sakinah, mawaddah warahmah, amin. Sekali lagi, selamat Ndres, hehehe (pengin..)

· Wuland Fauzi (+6285228095***)

Barakallahu laka, wabaraka alaika wajama’a bainakuma fi khoir. Semoga Allah selalu membersamaimu dalam setiap langkah.

· Hanoy (+6281332007***)

Barakallah untuk kalian berdua saudaraku J makaci untuk congratnya, pfiuh amanah besar bo! Semoga hanoy dkk bisa menunaikan dengan baik. ya deh ntar kutraktir maret J datang ya…. Duh hepi dengar kabar kalian J

· Sofyardi (+6281519629***)

Selamat saudaraku! Akhirnya dirimu temukan pelabuhan hati. Undangannya udah dikirim ke Kamda Jember? Daku boleh sebar ke teman-teman kan?

· Suroi (+628170143***)

Alhamdulillah, barakallahu lakum, cepet amat ya. Gitu ga bilang-bilang ya kemarin J hepi for you.

· Zulfa Faiza (+628129979***)

Alhamdulillah, barakallah ya, akhirnya…. Hehehe

· Yustisia (+6281384041***)

Selamat ya, semoga berbahagia.

· Dwi Wahyuni (+628128313***)

May Allah SWT bless your wedding in this month. CONGRATULATION!

· Ningtyas (+6281233202***)

Alhamdulillah, mau nikah ya atau udah ? selamat ya, barakallah, doain aku cepat nyusul…

· Annete D’Arqom (+628562261***)

Ada yang deg-degan nih. Ga usah tegang gitu mas! Semoga akad plus walimahnya dilancarkan, dijadikan keluarga yang penuh rahnat, diberi mujahid kecil penerus perjuangan. Semoga berkumpul di surga-Nya.

· Idzma (+6281320081***)

Barakallah akhi….. akhirnya jadi juga nt nikah. Akhwat mana? Cantik ga Ndres? Kalau solehah sudah pasti J ane juga harusnya januari, tapi kayaknya diundur, ane belum lulus euy J

· Martina Rahmi (+6281952700***)

Iya, Rahmi doakan. Barakallahu laka wabaraka alaika wa jama’a bainakuma fi khoir. Selamat ya…

· Nilam (+628133667818***)

Barakallahu lakum. Semoga pernikahan ini menjadikan kk lebih baik J semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, bahagia and bersama selamanya. Afwan ya, kita ga ada yang datang.

· Alifah (+6281227271***)

Semoga dikaruniai pernikahan yang berkah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, amin..

Jazzakumullah khairan katsir my bro and sis, semoga kami berdua bisa membina rumah tangga yang berkah dan mendapat ridho dari Allah

Andres dan Noorma

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »