Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk Maret, 2007

Dari Che sampai Soekarno

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 18, 2007

Anak sulung dari keluarga arsitek itu bernama Ernesto, lahir di Argentina, mengidap asma sejak kecil dan kemudian sekolah kedokteran. Tidak nampak jiwa pemberontak pada masa kecil anak sulung tersebut.

Namun, itulah jalan hidup seorang Guevara, bukan dikenal sebagai dokter atau arsitek, tapi nama Guevara hanyalah sebuah rangkaian dari Ernesto “Che” Guevara

Terjun sebagai seorang dokter di daerah yang sedang bergolak, menempa jiwa Che menjadi seorang yang revolusioner, dan satu hal yang dia tahu dari berbagai hal yang dia temui, bahwa terjadi ketidakadilan di bumi amerika latin.

Bergabung dengan seorang pemberontak Kuba, Fidel Castro, bergerilya di hutan dan musuh terbesar mereka adalah pengkhianatan, keletihan dan tentu saja lepra, Che menjadi ahli kesehatan di antara mereka. Namun bukan sekedar menjadi dokter, Che menjadi sosok pemimpin diantara mereka. Dan Che yakin, pengalaman bertahun-tahun di hutan, adalah bagian dari sebuah ujian untuk “lulus sebagai manusia”

Meski menjadi pejabat setelah kemenangan pemberontak, jiwa revolusioner Che tidaklah padam. Setelah pamit kepada Castro, Che hijrah ke Bolivia, untuk membantu pemberontak disana. Dan akhirnya, sejarah mencatat bahwa seorang Ernesto “Che” Guevara tewas ditangan Jenderal Bolivia, yang kemudian mengatakan “Ia salah memilih negeri, ia salah memilih kawan, ia salah memilih
medan. Ia seorang pemberani, tapi Tuhan tidak bersamanya ….”

Ernesto hanyalah seorang pemberani yang terketuk jiwa revolusionernya setelah menyaksikan ketidakadilan. Dia rela hidup di hutan, demi sebuah kemenangan, dan setelah menang, Che pun memilih melepas jabatan tingginya untuk terus berjuang.

Di Indonesia kita pernah punya seorang pemberani bernama Soekarno, lahir dari keluarga ningrat, kemudian meraih gelar arsitek, terjun menjadi seorang politikus, ditangkap dan diasingkan oleh Belanda, kemudian bersedia bekerjasama dengan Jepang sampai akhirnya mengumandangkan Proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Tapi jabatan kemudian membutakan jiwa revolusi Soekarno, setelah mengumumkan sebagai Pemimpin Besar Revolusi, Soekarno kemudian menerapkan Demokrasi Terpimpin dan menjadi pemimpin seumur hidup. Soekarno telah kehilangan jiwa revolusinya.

Dan sejarah mencatat pula, Soekarno meninggal dalam “tahanan rumah” tanpa sebuah penghormatan yang layak bagi seorang pemimpin revolusi. Soekarno dibesarkan oleh kharismatiknya (hampir seluruh pemimpin Indonesia seperti ini), bukan oleh sebuah kekuatan revolusinya

 

Ditulis dalam Dari Pikiran | 6 Komentar »

Membuat Tanpa Memelihara

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 18, 2007

Anda pemakai Telkomsel? Jika anda menggunakan Kartu Halo, Simpati atau Kartu As, maka anda adalah pelanggan dari Telkomsel. Banyak keutungan memang menggunakan kartu yang dikeluarkan salah satu BUMN (atau mungkin lebih tepatnya ”mesin uang” negara), diantaranya adalah jaringan terluas di seluruh Indonesia, selain tarifnya yang cukup murah (tentu saja bersaing dengan operator lain). Dan Telkomsel sendiri mengklaim mempunyai pelanggan lebih dari 20 juta nomor.

Sebagai pengguna Telkomsel, maka ada kesempatan buat anda untuk ikut Gebyar Hadiah Telkomsel. Hadiahnya tentu saja anda tahu dari mobil sampai HP dan pulsa gratis

Tapi, saya ingin mengajak anda sedikit berhitung-hitung. Saat anda mengirimkan sms untuk konfirmasi undian, maka pulsa anda akan berkurang sebesar Rp 350. Jika saja hanya setengah saja pelanggan telkomsel yang ikut undian, maka 350 dikalikan 10 juta, sehingga akan didapat angka sebesar 3,5 Milyar. Angka itulah yang dipergunakan oleh Telkomsel untuk memberikan hadiah dari undian tersebut. Padahal, dalam sebuah perusahaan biasanya ada biaya promosi yang dipergunakan untuk mempertahankan serta mendongkrak penjualan dari perusahaan.

Tentu saja hitung-hitungan ini hanya sekedar iseng-iseng belaka. Namun, dari situ jika kita iseng-iseng menghitung lagi, jika saja setiap pelanggan telkomsel setiap hari hanya menggunakan pulsanya sebesar  Rp 1000 saja (dalam sebulan akan habis sebesar Rp 30 ribu), maka akan didapatkang angka 20 M per hari, jika sebulan maka akan didapat angka sebesar 600 Milyar. Itu belum lagi dengan pelanggan Kartu Halo, yang tagihan perbulan bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Omzet yang sangat besar memang, makanya tak heran jika seorang Direktur Utama Telkom mendapat gaji tak kurang dari 150 juta tiap bulannya.

Itu baru telkom, belum dengan Indosat. Jika Indosat mengklaim mempunyai 13 juta pelanggan, maka jika disamakan dengan Telkomsel, setiap pelanggan Indosat menggunakan pulsanya sebesar 1000 saja, maka akan didapat angka 13 Milyar per hari dan 390 Milyar pertahun. Omzet yang sangat besar memang, namun sayang karena separuh keuntungan Indosat masuk ke kantong Singapura (masih ingat
kan, kalo 49 % saham Indosat dikuasai Temasek Holding, perusahaan Singapura)

Itulah mental bangsa ini, tidak mampu memelihara namun meminta bayaran tinggi, tanpa prestasi.

Ditulis dalam Dari Pikiran | 1 Komentar »

Planning….

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 17, 2007

Mungkin terkesan terlalu awal di umumkan di blog ini, namun kami berdua (saya dan istri) telah mengambil keputusan dalam hidup kami

Yang pertama adalah, akhir bulan ini kami akan berangkat ke Maluku. Hal ini dikarenakan istriku mengajukan PTT Dokter di Kabupaten Ternate. Dengan demikian, jika istriku diterima aplikasi PTT nya, maka kami akan segera pindah ke Ternate.

Kalopun akhirnya tidak keterima, sudah ada alternatif yaitu kami akan ke Ambon. Sudah ada tawaran dari PKPU Ambon, untuk bekerja di sana dan kami akan menerimanya jika PTT istriku tidak tembus.

Kondisi di Maluku, tentu saja aku belum tahu. Jadi, mungkin saja blog ini bakalan lama gak terupdate jika saya gak bisa ngenet

Jadi, bersama ini kami mohon maaf jika kami punya salah atau janji yang belum bisa kami penuhi. Semoga Allah melindungi kita semua

 

Ditulis dalam Dari Hati | 2 Komentar »

Perubahan yang Laku

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 9, 2007

Ada satu pertanyaan buat saya, kenapa komunis itu laku?

Bukan saya anti agama atau tidak bertuhan. Tapi ada satu hal yang harus saya garis bawahi, bahwa komunis tidak sama dengan atheis. Selama ini komunis selalu di simbolkan sebagai orang yang anti agama dan tidak percaya kepada Tuhan. Sebenarnya itu keliru, bahwa komunis sendiri adalah sebuah gerakan radikal yang lebih bertujuan pada penyetaraan hak yang didapat, dan salah satu gembong nya adalah Karl Marx.

Komunis adalah saudara kembar dari sosialis, meski tidak semuanya sama antara komunis dan sosialis. Tapi tujuannya adalah sama, untuk menggugat kapitalisme yang di dominasi oleh kaum borju dan penguasa yang kaya raya yang menindas kelas pekerja yang berada di strata paling bawah dalam kehidupan sosial.

Kenapa komunis itu laku? Jawabannya karena bagi kelas pekerja, paham komunisme membuat mereka merasa terlindungi hak-haknya, dimana pekerja tidak menjadi bagian yang tertindas serta adanya kesamaan bekerja buat semua golongan (termasuk kaum borju)

Tapi sebenarnya ada satu paham lain yang semestinya layak untuk mendapatkan tempat dalam meningkatkan kesejahteraan, Sosialis – Utopia

Sosialis – Utopia adalah sebuah pemahaman, bahwa perubahan bagi kelas buruh, semestinya dilakukan oleh para penguasa dan pengusaha. Bahwa sebenarnya, dengan menyejahterakan pekerja, mampu meningkatkan kinerja dari kaum pekerja, dan salah satu tokoh paham ini adalah Robert Owen

Robert L. Heilbroner dalam The World Philosophers menulis “berbeda dengan komunis, orang ‘sosialis-utopia’ berbicara kepada kelas atas. Mereka berharap dapat membujuk kelas atas bahwa perubahan akan bermanfaat juga bagi kelas atas itu sendiri. Sebaliknya kaum komunis berbicara kepada mereka yang ada di bawah. Mereka tak percaya bahwa kelas di atas bisa diubah”

Lalu pertanyaannya adalah, kenapa Komunis lebih laku dibanding Sosialis-Utopia? Jawabnya adalah karena pengusaha tidak mau berubah, bagi mereka keuntungan adalah segalanya, tanpa peduli kesejahteraan pekerja. Mau bukti? Lihat saja negeri kita, potret buram dimana banyak buruh yang mogok kerja akibat perlakuan yang tidak adil dari para pemilik perusahaan.

Lalu apakah komunisme bakalan laku untuk buruh Indonesia? Masih panjang jawabannya!!

 

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

Ngangsuuuuurrr…!!!!

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 9, 2007

Anda bergaji 20 juta, tapi selama 2 tahun ke depan anda mesti membayar hutang sebesar 75 juta dengan potong gaji, walaupun sebenarnya uang 75 juta itu bukan hak anda tapi karena silau dengan uang yang belum jelas statusnya itu anda tergiur menggunakannya.

Tidak jauh dari kita, bahkan terjadi di negara kita. Hal tersebut terjadi di lembaga rakyat daerah alias DPRD, baik tingkat propinsi maupun tingkat kabupaten / kodya.

Dengan di revisi PP 37, maka membuat uang rapelan dan tunjangan tidak jelas lainnya yang sudah diambil oleh anggota DPRD mesti dikembalikan lagi. Dan seperti kebiasaan negara ini yang suka ngangsur utang ke luar negeri, maka cara pengembalian uang rapelan tersebut juga diangsur dengan cara potong gaji.

Jika anda seorang guru honorer, atau tukang sapu jalan, atau pegawai negeri rendahan dengan pangkat IIa, mungkin dimaklumi jika mesti ngangsur, karena gaji anda sendiri untuk hidup sebulan aja tidak cukup. Tapi anggota DPRD yang berkursi empuk sehingga dapat tidur waktu sidang, justru nyicil ngembalikan “hutang”nya.

Okelah, saya tidak akan membahas lebih panjang soal metode ngangsur diatas. Hanya yang mesti diingat , bahwa watak sebagian besar (atau hampir seluruhnya anggota dewwan adalah gila harta). Bahkan dengan berdalih meningkatkan kualitas dan kemampuan anggota dewan, maka mereka meminta berbagai macam fasilitas dan kemewahan untuk diri mereka sendiri.

Mereka beralasan bahwa fasilitas yang diminta untuk meningkatkan kinerja anggota Dewan, tapi 3 tahun berjalan semenjak dilantik menjadi anggota Dewan, belum ada kebijaksanaan yang mampu menyejahterakan rakyat. Lalu mesti minta fasilitas apa lagi??

Dan jawabannya cukup satu… rakyat tidak percaya kepada Dewan

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

Hadiah dari Istriku

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 6, 2007

Anda terbiasa memakai jam tangan? Di tangan sebelah mana anda biasa memakainya, kanan atau kiri? Tulisan ini memang berisikan tentang jam tangan

Tapi sebelum saya menuliskan tentang jam tangan saya, saya punya sebuah falsafah tentang jam tangan. Buat saya, jam tangan itu merupakan sebuah benda yang mempunyai 3 simbol

Simbol yang pertama, jam tangan menunjukkan sebuah kedinamisan dan harmonisasi yang saling terkait dan terikat. Dalam sebuah jam, ada jarum pendek yang menunjukkan jam, jarum panjang yang menunjukkan menit dan jarum panjang lain yang berdetak setiap detiknya. Jika salah satu jarum mati, maka jam tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Jadi bisa di bayangkan, begitu dinamis dan harmonisnya kerja dari sebuah jam.

Simbol yang kedua, jam menunjukkan komitmen. Jika anda berjanji untuk datang pukul 12 siang, maka anda bisa melihat jam tangan anda, dan kemudian segera bergegas untuk memenuhi janji anda datang jam 12 siang. Dan dari mana anda tahu kalo saat itu jam 12 siang? Tentu saja dari jam yang anda kenakan. Dengan melihat jam, maka anda bisa memenuhi komitmen anda.

Dan simbol yang terakhir, jam menunjukkan waktu. Tak peduli bagaimana dan sedang apa anda, jam akan terus berdetak mengikuti waktu yang terus berjalan. Dan dengan jam pula, anda dapat menyadari betapa berharganya waktu yang telah anda gunakan selama ini.

Dari ketiga simbol diatas, semuanya dapat disimpulkan bahwa jam itu melambangkan sebuah kebaikan. Dan kebaikan, selama ini diterjemahkan dalam kehidupan sengan simbol sebelah kanan. Karena itu pula, saya terbiasa menggunakan jam tangan di sebelah kanan, tangan yang dipergunakan untuk makan, mengambil sesuatu serta bersalaman, dibandingkan dengan tangan kiri yang digunakan untuk (maaf) cebok saat BAK atau BAB.

Okelah, itu tadi sekedar pembuka dari saya, whateverlah anda dalam menyikapinya, karena saya sendiri tahu bahwa menggunkan jam tangan adalah kebiasaan. Jika sudah biasa memakai di tangan kiri, susah juga jika pindah ke tangan kanan, lagian juga malah ada yang risih kalo memakai jam tangan J

Saya menulis ini, terinspirasikan ketika jam tangan yang biasa saya kenakan sehari-hari rusak. Rusaknya sebenarnya gak parah, hanya kaca depannya pecah. Pecah ketika istri saya tanpa sengaja menjatuhkan jam tangan tersebut dari meja di kamar. Awalnya hanya retakan-retakan kecil di tengah kaca yang kemudian memanjang sampai ke tepi. Namun kemudian lama-lama retakan tersebut lepas sehingga membentuk bolongan. Jam nya sendiri masih aktif dan berdetak pada awalnya. Namun mungkin karena ada retakan yang halus yang masuk ke dalam sela jarumnya, membuat jam tersebut kemudian mati mendadak.

Istri sebenarnya memohon maaf karena sudah merusakkan jam tanganku tersebut. Aku sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkannya, thoh jam tangan tersebut pemberian dari seseorang, dan masih ku pakai karena lebih mengutamakan daya fungsinya, yaitu waktu. Tapi tetap saja istriku merasa tidak enak L

Walhasil, selama sebulan aku sempat tidak memakai jam tangan. Sebenarnya gak terlalu masalah sih, soalnya masih bisa lihat jam di HP. Tapi tetap aja gak enak karena mesti ngambil HP dulu dari kantongnya.

Sampai akhirnya kemaren, bareng istri aku jalan ke mall, sebenarnya kami sengaja ke mall buat ‘ngerayain’ kesembuhanku. Setelah makan, gak taunya istriku ngajak ke toko jam buat nyari jam tangan baru buatku. Tentu saja, aku kaget dan yang pastinya bahagia. Setelah beberapa saat, akhirnya aku jatuhkan pilihan ke sebuah jam tangan yang desainnya sederhana dan simple. Jadi sekarang aku dapatkan sebuah jam tangan yang merupakan pemberian dari istriku (walau belinya jam tangan tersebut juga pakai duitku J )

Dan tentu saja, jam tangan tersebut aku pakai di tangan kananku J

Ditulis dalam Dari Hati | 1 Komentar »

Hiatus, Karena……???

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Maret 6, 2007

Long, long time??. Blog ini memang lama gak terisi tulisan baru. Tentu saja karena aku emang jarang ngenet (maklum, kantor jaringan internet di block, cuman bisa intranet), ke warnet cuman seminggu sekali (itupun karena ngejemput istriku liqo:) ), dan banyak hal lain yang membuat jadi jarang ngenet.

Sebenarnya bisa aja di rumah ngenet pake dial up (telkomnet instant) karena ada laptop istriku, cuman entah kenapa sepertinya ada yang gak beres pada settingan dial up nya :(

Dan selama dua minggu kemaren, ada satu hal yang membuat aku juga gak bisa ngenet, alasannya adalah aku mesti dengan sukses terbaring di rumah (bahkan sampe masuk RS) gara-gara satu hal, yaitu sakit Hepatitis A.

Awalnya ketika aku merasa gak enak badan, dan kemudian demam serta keringatan, namun tidak disertai gejala flu lainnya. sempat istirahat beberapa hari dirumah, tapi ketika masuk kantor lagi aku justru muntah-muntah. Setelah periksa ke lab, ternyata positif Hepatitis A.

Perut yang nyeri, dan kembung masih bisa aku tahan. Tapi mual dan muntah setiap habis makan membuat ketahanan tubuhku menjadi drop, karena gak ada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Akhirnya, masuk RS lah diriku.

Namun beruntungnya, mungkin karena istriku dokter sehingga bisa lebih terawasi dengan cermat, sehingga hanya 3 hari saja aku nginap di RS dan bisa sambil rawat jalan. Dan alhamdulillah, meski di wanti-wanti mesti bedrest total, tapi aku masih bisa ngantor sehari buat ngurus pemberhentianku serta masih bisa melakukan hal lainnya

Dan sekarang, tetep mesti istirahat :)

 

Ditulis dalam Dari Hati | Leave a Comment »