Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk Agustus, 2007

Pesan Moral

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 20, 2007

PERINGATAN SEBENARNYA ATAU HANYA PEMANIS IKLAN?

Pertanyaan tersebut muncul saat saya mendapati sebuah iklan yang menyatakan bahwa menurut data BKKBN, 30 % remaja (putri?) di Indonesia melakukan sex pra nikah. Dalam artian, 3 dari 10 remaja di Indonesia, sudah tidak perawan ketika menikah. Dalam iklan tersebut juga dinyatakan untuk menjaga “keperawanan” untuk menjaga bagian kewanitaan dari remaja putri tersebut

Ada pertanyaan yang kemudian muncul di kepala saya. Yang pertama tentang pernyataan bahwa 30 % remaja putri di Indonesia, sudah tidak perawan lagi saat menikah. Terlepas apakah nanti mereka menikah dengan pria yang telah merenggut kesuciaannya, tapi yang jelas, mereka sudah melakukan hubungan intim sebelum nikah. Jika data ini benar (saya meskipun sedikit sangsi, namun karena sumbernya dari BKKBN mau tidak mau jadi rada percaya juga), maka bisa jadi wanita yang anda nikahi tidak lagi perawan.

Pertanyaan kedua adalah pernyataan dari iklan tersebut untuk menjaga kebersihan dari organ kewanitaannya, maka mesti menjaga keperawanan sampai nikah. Memang, ketika seorang wanita melakukan hubungan sex, maka resiko adanya Penyakit Sex Menular (PMS) akan menjadi besar, terlebih jika melakukan sex bebas dengan banyak pria. Beda halnya ketika menikah, dengan pria yang juga tidak pernah berhubungan sex, maka resiko terkena PMS sangatlah kecil atau mungkin tidak ada sama sekali. Namun, bukan itu yang menjadi focus saya. Melainkan apakah statemen menjaga keperawanan tersebut apakah memang pesan moral yang disampaikan oleh produk kewanitaan tersebut, atau hanya sekedar pernyataan pemanis demi menaikkan omzet penjualan J

Tapi whateverlah jika itu hanya sekedar pendongkrak nilai penjualan, karena setelah saya bandingkan dengan iklan sebuah “alat pengaman”, tentu saja pesan moral produk kewanitaan tersebut lebih mengena. Karena langsung pada inti permasalahan, yaitu menjaga keperawanan sampai saatnya menikah. Dengan demikian, menganjurkan hubungan yang benar, pernikahan, sehingga dapat melakukan hubungan intim. Sedangkan pada iklan “kondom”, lebih menekankan menggunakan kondom, biar tidak kena PMS. Dengan kata lain, berbuatlah sex bebas sesukamu, tapi pakailah kondom biar aman.

Sebuah iklan yang jelas menekankan segi komersil dari pada nilai social yang diberikan kepada masyarakat. Dan dalam hal ini, saya memberikan apresiasi khusus kepada iklan produk kewanitaan tersebut, dengan nilai social yang mendidik kepada masyarakat.

 

Ditulis dalam Dari Hidup | 6 Komentar »

Satu Istri Cukup?!

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 18, 2007

Tulisan ini sebenarnya lebih layak dimuat pada bulan lalu, saat “konflik” baru saja berkembang. Yaitu terkait dengan kontroversi buku yang ditulis oleh Ustad Cahyadi Takariawan, “Bahagiakan Diri dengan Satu Istri”

Entah kenapa. Media “memblow up” buku tersebut, yang membuat banyak ikhwah yang resah. Resah ketika banyak ikhwah yang berpoligami, karena dalam buku tersebut menuliskan bahagia dengan memiliki satu istri. Resah bagi ikhwah yang masih punya istri satu, dan punya niat berpoligami. Serta resah bagi akhwat yang selama ini mempunyai pandangan mendukung poligami J

Saya gak mau bicara masalah hukum alias fiqh poligami, karena saya emang bukan ahli fiqh, namun saya hanya ingin menekankan suatu hal.

Poligami adalah sebuah pilihan. Poligamipun, diperbolehkan bagi orang-orang yang layak berpoligami. Satu syarat yang utama dari poligami adalah “SANGGUP”. Sanggup secara financial, fisik dan juga mental.

Kesanggupan itu, tentunya juga didukung oleh pemahaman agama yang baik, karena prinsip sebuah pernikahan adalah perlindungan bagi seorang wanita. Jika wanita itu masih perawan ataupun janda, ketika menikah maka dia berubah status menjadi nyonya, dan tentunya ada suami yang melindungi kehormatan dan derajatnya dihadapan masyarakat. Dengan hal tersebut tentu saja meminimalkan fitnah yang muncul.

Namun, dari banyak hal yang saya jumpai, nampaknya poligami sepertinya sudah menjadi “cita-cita” bagi banyak ikhwah. Meskipun hanya bersifat kelakar ataupun candaan yang muncul saat bertemu atau berkumpul pada sebuah acara, namun poligami selalu muncul menjadi bahan utama dalam pembicaraan. Nampak dalam penafsiran saya, bahwa poligami adalah sebuah “keharusan” dan menjadi hal yang wajar bagi ikhwah untuk berpoligami

Ini yang saya garis bawahi, sudah saya tekankan di muka bahwa poligami adalah sebuah pilihan. Ketika seorang ikhwah merasa cukup dengan satu istri, karena dalam diri istrinya ditemukan banyak manfaat yang bisa diperoleh, maka buat apa poligami.

Keadilan adalah sebuah syarat mutlak dari poligami, dan menjadi janji Allah pula bahwa jika tidak mampu berlaku adil, cukuplah satu istri karena menjauhkan diri dari kezhaliman. Dan inilah yang harus kita perhatikan. Kemampuan untuk berpoligami didukung oleh kemampuan kita untuk berlaku adil, bukan hanya kepada istri, namun juga kepada tanggungjawab kita pada yang lain. Ada sebuah “berita negatif” yang saya terima, terkait dengan salah satu anggota dewan. Dimana anggota dewan ini jarang turun ke konstituennya karena hampir setiap minggunya kerjaannya adalah terbang dari Ternate-Manado-Makassar. Karena punya istri di Manado dan Makassar, dan kerjanya menjadi anggota dewan yang berkedudukan di Ternate. Nah, kalo gitu apakah ini bisa disebut yang namanya keadilan, ketika tanggungjawab yang lain justru tidak di selesaikan hanya karena memenuhi tanggungjawab pada istri (maaf, berita ini belum saya crosscheck kebenaran, namun tetap saya tulis sebagai sebuah pertimbangan saja)

Sekali lagi saya tidak menolak poligami, namun saya juga tidak mendukungnya. Karena bagi saya, adalah sebuah pilihan untuk memiliki satu istri, dan ketika dengan memiliki banyak istri, maka waktu kita banyak terserap buat membagi perhatian pada istri kita, sedangkan ternyata waktu tersebut justru bisa kita gunakan untuk melakukan sebuah perubahan yang berarti, maka pilihan untuk berpoligami sebenarnya adalah sebuah pilihan yang tidak layak dilakukan. Karena tentu saja, dengan memiliki banyak istri, maka ada bagian dari waktu kita yang mesti dipergunakan untuk memperhatikan istri. Dan makin banyak istri, maka makin banyak waktu yang harus kita berikan untuk istri.

Wallahualambishshowwab

Ditulis dalam Dari Hati | 6 Komentar »

Fatwa Boikot Yahudi : Masihkah Berlaku??

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 6, 2007

Ada sebuah fenomena yang saya amati, selama lebih dari 4 bulan hidup di Maluku Utara, ini terkait dengan sebuah fatwa yang setahu saya fatwa tersebut masih berlaku dan belum di cabut keberadaannya, dan bersifat internasional. Fatwa yang dikeluarkan oleh salah satu syaikh ikhwah, Dr Yusuf Qaradhawi, berkenan dengan pemboikotan produk yahudi dan amerika.

Hampir semua ikhwah pejabat (baik di partai, legislatif maupun eksekutif atau wajihah lainnya) menggunakan Nokia Comunicator sebagai alat bantu komunikasi mereka. Akhirnya muncul sebuah pertanyaan, apakah fatwa tentang pemboikotan produk yahudi dan amerika masih berlaku?

Okelah, saya mungkin bisa menerima jika Nokia Comunicator memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan type HP sejenis. Salah satu keunggulannya adalah bisa memasukkan data, dan menjadi agenda pribadi serta kemampuan daya browsing yang baik, karena memiliki layar lebar. Namun kemudian, muncul lagi sebuah pertanyaan, bukankah fungsi utama dari HP adalah telpon dan sms! Lalu, dengan kondisi telekomunikasi di Maluku Utara, yang GPRS saja tidak semua wilayah bisa mengaksesnya, 3G belum masuk, dan juga masih buta informasi untuk masalah GPRS, maka HP canggih apapun yang dimiliki oleh ikhwah di Maluku Utara, akhirnya hanya digunakan untuk telpon dan sms, dan sesekali menyimpan data penting yang diperlukan.

Jika hanya untuk itu, lalu buat apa memiliki HP canggih seperti N-Comunicator. Dan kalaupun emang ingin memiliki HP yang bisa berperan sebagai alat bantu, kenapa memilih produk yahudi? Sedangkan masih banyak alternatif lain yang bisa dipakai selain Nokia. Misalnya saja Sony Ericsson (produk Finlandia), mereka mengeluarkan smart phone yaitu P900 dan P910. Fungsinya hampir mirip dengan N-Comunicator. Atau justru saya lebih menyarankan untuk menggunakan PDA (tentu saja yang bukan produk Amerika dan Yahudi seperti HP dan IBM), ada Toshiba buatan Jepang, atau Vodafone (kalo gak salah buatan Prancis), O2, atau juga T-Sel buatan Jerman (sebenarnya ada juga Palm Treo, hanya saya ragu buatan mana produk ini). Dan tentu saja, PDA memiliki kelebihan di bidang penyimpanan data, pembuatan agenda dan jadwal serta beberapa kelebihan dibanding N-Comunicator.

Kalo yang menjadi dasar adalah azas manfaat, (sama seperti fiqh yang digunakan untuk kendaraan dinas yang diperoleh ikhwah saat menjadi eksekutif/legislatif. Kendaraan dinas seharusnya tidak boleh dipergunakan jika bukan untuk dinas, tapi akhirnya diperbolehkan digunakan jika untuk kepentingan dakwah), maka menurut saya, azas manfaat ini sebenarnya tidak berlaku untuk masalah ini, karena fungsi N-Comunicator dilapangan ternyata hanya untuk telpon dan sms saja, serta masih banyak alternatif lain jika ingin memiliki smart phone baik merk, maupun type lainnya.

Bagaimanapun pula, seorang pemimpin adalah panutan dan menjadi contoh bagi yang dipimpinnya. Seorang Qiyadah adalah menjadi teladan bagi Jundinya. Hal sekecil apapun yang dilakukan oleh seorang Qiyadah, adalah menjadi contoh bagi para Jundinya. Dan dalam hal ini, terus terang saja, saya sedikit kecewa

Jika fenomena di Maluku Utara tersebut, juga terjadi di banyak daerah di Indonesia ini, maka sama saja ikhwah menyetorkan uang bermilyar-milyar jumlahnya ke yahudi, yang berarti uang yang selama ini kita gunakan untuk mendukung kemerdekaan palestina menjadi sia-sia karena kita secara tidak sadar ikut memberikan dana bagi yahudi untuk memerangi mujahid palestina. Kalo sudah gitu, buat apa pula kesepakatan dengan Presiden RI waktu pemilu 2004 yang salah satu poinnya adalah Presiden RI mendukung kemerdekaan Palestina, jika ternyata kita sendiri secara tidak langsung justru menghalangi kemerdekaan palestina dengan tidak memboikot produk Yahudi

Wallahualambishsowwab

Catatan :

1. Buat all my bro and sis, sebisa mungkin tidak menggunakan produk Yahudi yuk.!!!, kalo mau HP canggih, beli aja PDA :)

2. Buat ustad-ustad di Dewan Syariah, afwan ustad, hanya sebuah tulisan kerisauan dari seseorang yang dhaif

Ditulis dalam Dari Hati | 10 Komentar »

Menyongsong Masa Selanjutnya

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada Agustus 6, 2007

Akhirnya setelah hampir 4 minggu di Bacan, Halmahera Selatan, aku bisa ke Ternate lagi meski hanya 3 hari saja. Selain kangen istri (hehehe :) ), juga ada masalah mutasi yang harus aku selesaikan. Dan ternyata, meski dekat dan masih satu provinsi, masalah mutasi ku masih saja molor dan gak di urusin (bikin manyun aja :( )

Yang kedua, selama di Bacan, saya mulai aktif di sebuah perguruan tinggi baru yang masih dari nol dalam kegiatannya, alias baru membuka pendaftaran mahasiswa. Nah, uniknya saya yang notabene orang baru, diluar struktur organisasi kampus, belum jelas aplikasi saya di adm atau dosen, justru menangani sendirian adm pendaftaran mahasiswa baru, juga adm kampus keseluruhan, sedangkan struktur organisasi, termasuk kepala Tata Usaha, sudah ditetapkan, namun belum kerja sama sekali :)

Jadinya, saya seperti ‘kerja rodi’, sendirian dan single fighter. Namun saya masih bisa memaklumi, karena selain kampus yang masih baru,saya juga mendapatkan kepercayaan penuh dari Ketua PT ini untuk mengelola adm keseluruhan.

Jadinya, ya dinikmati aja dulu pekerjaan ini. Thoh, selama 6 bulan kedepan masih banyak opsi pilihan yang bisa diambil, apakah tetap bertahan di Maluku Utara dengan konsekuensi adalah istri menjadi dokter PNS di Hal-Sel, dan saya tetap di kampus. Atau kembali ke Jawa, istri menjadi dokter PNS di Wonogiri, saya berwirausaha di rumah atau melanjutkan sekolah pasca. Atau ada beberapa lagi pilihan yang tersedia, tinggal dijalanin aja :)

Allah memberi rejeki dari tempat dan sumber yang tidak terduga, dan kita sebagai manusia hanya bisa berusaha, jadi nikmatin aja dulu apa yang kami punya saat ini, insya Allah, Allah akan memberi jalan…Aminnnn…!!!!

Ditulis dalam Dari Hari | 1 Komentar »