Melintasi Batas Kesunyian

Merenungi Hidup…..Dengan Segala Macam Hikmahnya

Arsip untuk November, 2007

– No Entry —

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 26, 2007

Udah lama blog ini gak ada isinya. Bukan karena malas, tapi dasarnya emang gak ada waktu buat ngenet. Maklum, tinggal dipedalaman Halmahera, membuat terputus komunikasi internet :) . Satu-satunya akses yang aku punya hanya OL lewat GPRS HP, itupun juga cuman buat OL YM aja :)

Namun, karena sesuatu hal, HP Soner kesayanganku itu, hilang juga (sama seperti punya istri, hilang). Dan dengan sangat terpaksa, mesti ganti nomor deh :( dan berhubung masih “berjuang” jadinya urusan HP, menjadi bagian yang nomor sekian dibanding urusan-urusan lain

Jadi, maaf saja, saya belum bisa dihubungi. Lha HP nya ilang, cuman ada No aja, beli HP second juga error mulu. jadinya ya gini deh, males beli HP lagi :)

Ditulis dalam Dari Hidup | 3 Komentar »

Safety (always) comes first

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 24, 2007

Safety (always) comes first

 

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat anda lakukan sebelum, saat dan sesudah bencana atau kecelakaan terjadi.

 

Be prepared

1.      Usahakan untuk mengenal daerah tempat anda tinggal dengan baik.

a.       Jika anda baru saja pindah ke suatu lingkungan yang baru, tanyalah pada tetangga-tetangga anda mengenai kebiasaan-kebiasaan di daerah tersebut, termasuk jika terjadi bencana. Misalnya anda pindah rumah ke area yang dekat dengan gunung berapi yang cukup aktif, biasanya penduduk asli tahu kemana aliran lava dan lahar jika gunung tersebut meletus (walaupun tentu saja hal ini tidak 100% benar, tetapi setidaknya akan menambah pengetahuan anda dan kemungkinan anda selamat nantinya), atau tempat-tempat yang biasanya mengalami longsor.

b.      Jika anda tinggal/bekerja di gedung bertingkat, ingatlah dimana letak pintu, lift dan tangga darurat terdekat, jika anda nantinya harus melakukan evakuasi setelah bencana terjadi. Ingatlah letak pemadam kebakaran portable dan pelajari cara menggunakannya.

c.       Carilah informasi mengenai nomor-nomor darurat local yang dapat dihubungi jika terjadi bencana. Letakkan daftar nomor telepon penting ini di tempat yang mudah dilihat dan beritahu anggota keluarga yang lain mengenai nomor-nomor ini.

d.      Carilah letak rumah sakit, puskesmas terdekat yang dapat dicapai dan kuasai jalur-jalur jalan alternative untuk mencapainya.

2.      Tata rumah anda agar aman saat terjadi bencana

a.       Perhatikan cara anda meletakkan barang-barang anda. Sebisa mungkin, kurangi kemungkinan anda tertimpa barang-barang jika terjadi gempa bumi. Kurangi hiasan-hiasan gantung yang berat yang tidak perlu, atau pastikan bahwa posisi mereka stabil dan tidak akan jatuh jika tergoncang. Letakkan benda-benda berat di bawah, sehingga mengurangi kemungkinan anda tertimpa. Simpan benda-benda tajam di laci terbawah lemari dapur, sehingga mengurangi kemungkinan anda tertusuk jika pisau tersebut terlempar keluar saat gempa. Simpan barang-barang mudah meledak di tempat yang tidak mudah pecah.

b.      Sekrup/ikat lemari/kulkas/cabinet/lukisan anda ke dinding agar tidak jatuh jika terjadi gempa. Pastikan pintu-pintunya tidak terbuka jika mengalami sedikit goncangan.

c.       Perhatikan letak stop kontak listrik anda. Jangan terlalu rendah, sehingga tidak mudah terendam banjir, sebelum anda sempat mematikan aliran listrik, dan juga tidak mudah dijangkau oleh balita anda.

d.      Pasang pegangan tangan di dinding pada tempat-tempat yang licin (misal kamar mandi), agar anda tidak terjatuh seandainya anda buru-buru keluar saat terjadi bencana.

e.       Kalau memungkinkan, buatlah jendela cukup lebar dan dapat dilompati dengan mudah seandainya anda membutuhkan akses tambahan untuk keluar.

f.        Cek pintu-pintu dan jendela-jendela secara berkala, pastikan kuncinya tidak macet serta dapat dibuka dengan baik.

g.       Periksa tabung gas secara berkala, jika anda menggunakannya, pastikan tidak bocor dan kuncinya dapat tertutup rapat.

h.       Periksa kabel-kabel listrik di rumah anda, pastikan tidak ada yang terkelupas atau memiliki resiko menimbulkan korslet.

3.      Siapkan 1 koper siap bawa yang berisi kotak P3K, senter/lampu baterei(dan batereinya), radio, surat-surat berharga, makanan+air bersih, pakaian bersih. Letakkan koper ini di tempat yang mudah dijangkau sewaktu-waktu. Beritahu anggota keluarga yang lain mengenai letak koper ini.

4.      Belajarlah berenang. Percaya atau tidak, masih banyak orang yang belum bisa berenang.

5.      Belajarlah mengenai cara melakukan PPGD (pertolongan pertama gawat darurat). Seharusnya setiap orang mengetahui mengenai dasar-dasar PPGD, minimal mengenai pertolongan pertama mendasar sementara menunggu bantuan datang. Saat ini banyak pihak yang menyediakan pelatihan-pelatihan ini dengan biaya yang cukup terjangkau diantaranya BSMI. Anda dapat menghubungi mereka untuk meminta pelatihan tersebut bagi rekan sekantor misalnya, atau karang taruna atau ibu-ibu PKK di tempat anda tinggal. Semakin banyak orang yang mendapatkan pelatihan ini, semakin aman lingkungan anda.

 

When it happens

1.      Try not to panic. Panic hanya akan membuat anda kehilangan control pada pikiran anda.

2.      Ingatlah nyawa lebih penting daripada harta benda. Pastikan diri anda aman terlebih dahulu sebelum mencoba menolong orang lain.

3.      Berikut adalah langkah-langkah yang dapat anda lakukan saat terjadi kecelakaan/bencana.

 

Gempa bumi :

a.       Jika anda berada di dalam ruangan :

·    Lindungi badan dan kepala anda dari reruntuhan bangunan (sembunyi di bawah meja dll).

·    Cari tempat yang paling kecil resikonya runtuh jika goncangan tetap berlangsung.

·    Lari keluar jika masih memungkinkan.

b.      Jika anda berada di luar ruangan :

·    Hindari bangunan di sekeliling anda yang mungkin runtuh (misal rumah, gedung, pohon), carilah tempat yang kosong (misal tanah lapang).

·    Perhatikan tanah tempat anda berdiri, bila ada rekahan, hindarilah.

c.       Jika anda berada sedang berkendaraan :

·    Keluar dari kendaraan, menjauhlah dari kendaraan, karena ada kemungkinan anda tertimpa atau bahan bakar kendaraan dapat terbakar.

·    Cari tempat yang kosong, dan perhatikan tanah tempat anda berdiri, apakah terdapat rekahan, bila ada hindari.

d.      Jika anda berada di pantai :

·    Jauhi pantai, carilah tempat yang tinggi untuk menghindari tsunami, terutama jika anda lihat laut tiba-tiba surut.

e.       Jika anda berada di daerah pegunungan :

·    Hindari tempat yang rawan longsor.

·    Bila pegunungan tersebut aktif, perhatikan apakah gunung berapi tersebut memperlihatkan tanda-tanda akan meletus.

 

Kebakaran :

a.       Jika anda berada di dalam ruangan

·        Usahakan untuk keluar ruangan. Jika anda berada di gedung bertingkat, gunakan tangga darurat, jangan gunakan lift, karena sewaktu-waktu bisa terputus talinya.

·        Waspadalah terhadap reruntuhan atap yang terbakar, atau lantai yang runtuh karena terbakar.

·        Jika ada, selimuti diri anda dengan kain yang basah saat mencari jalan keluar.

·        Ingat, asap lebih ringan daripada udara, jadi jika anda merasa sesak napas karena asap, berjalanlah sambil jongkok.

b.      Jika anda berada di luar ruangan

·      Cari tempat yang kosong dan jauh dari bangunan yang terbakar.

·      Waspadalah terhadap reruntuhan bangunan yang terbakar.

c.       Jika anda berada dalam kendaraan

·        Jauhkan kendaraan anda dari bangunan yang terbakar, atau segera keluar dari kendaraan jika hal tersebut tidak memungkinkan.

 

Banjir bandang:

·        Cari tempat yang tinggi dan kecil resikonya untuk ikut hanyut bersama banjir.

·        Waspadalah terhadap benda-benda yang ikut hanyut bersama banjir (misal kayu, kaca, dll).

·        Waspada terhadap bahaya sengatan arus listrik akibat kabel listrik yang terendam.

 

Longsor :

·        Jauhi area longsoran.

·        Keluar dari bangunan jika anda berada di dalam ruangan.

·        Perhatikan tempat anda berpijak, jika ada rekahan, hindari.

 

Gunung meletus:

·        Biasanya telah ada peringatan sebelumnya mengenai aktivitas gunung berapi, ikuti anjuran-anjuran pihak yang berwenang.

·        Jika letusan terjadi tiba-tiba, coba perhatikan puncak gunung, lihat kemana aliran lava/laharnya dan cobalah hindari.

·        Waspadalah terhadap hujan abu panas dan batu, carilah tempat bernaung.

 

After it gone away

1.      Jika anda berada di dalam ruangan, usahakan untuk keluar dengan tertib.

2.      Jangan gunakan elevator atau lift, gunakan fasilitas tangga darurat.

3.      Periksa apakah ada yang terluka. Jika ada, lakukan pertolongan sesuai dengan kemampuan anda. Satu hal yang perlu diingat, saat sumber daya yang ada terbatas, tolong orang yang memiliki kemungkinan pulih terbesar.

4.      Minta bantuan pada pihak yang berwenang.

5.      Periksa lingkungan sekitar anda :

·        Periksa apakah terjadi kebakaran

·        Periksa apakah terjadi kebocoran gas

·        Periksa apakah terjadi arus pendek

·        Periksa aliran dan pipa air (sumber air bersih)

·        Periksa segala hal yang mungkin membahayakan.

6.      Jangan masuk ke dalam bangunan yang belum dipastikan keamanannya, waspadai resiko runtuh.

7.      Jangan kembali ke area bencana/kecelakaan sebelum dinyatakan aman oleh pihak yang bewenang.

8.      Dengarkan informasi terbaru dari pihak yang berwenang melalui radio.

Ditulis dalam Dari Pikiran | Leave a Comment »

Sebuah Bangsa Berbudaya (Tidak) Selamat

Ditulis oleh Andres Irawan di/pada November 24, 2007

Sebuah Tulisan dari Istri :)

Sebuah Bangsa Berbudaya (Tidak) Selamat

Kalimat di atas adalah judul sebuah artikel di majalah Interaksi No2/tahun IX/2007 yang aku temukan tergeletak di sebuah meja pegawai puskesmas tempatku PTT. Isinya menarik, mengenai betapa bangsa Indonesia memiliki angka ketidakselamatan yang tinggi dibandingkan bangsa-bangsa lain di dunia. Ketidakselamatan tersebut termasuk kecelakaan di jalan raya (kecelakaan lalu lintas), kecelakaan dalam kerja (working accident), kecelakaan selama mendapatkan perawatan medic, akibat bencana, alam atau buatan (kesalahan) manusia dll.

Berikut sebuah kutipan dari artikel itu.

Setiap tahunnya 300.000 nyawa hilang di jalan raya (transportasi). Mulai dari pengendara motor roda dua, mobil pribadi, angkutan umum, kereta api, kapal sampai pesawat. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari mengantuk, rambu lalu lintas yang tidak jelas, kendaraan tidak laik jalan, kebut-kebutan.

Organisasi kesehatan yang seharusnya menjunjung tinggi keselamatan, ternyata belum aman. Sayangnya di Indonesia belum ada survey kesehatan nasional yang menghitung angka keTIDAKselamatan pasien di rumah sakit, sedangkan di AS sekitar 44.000 sampai 98.000 pasien tidak selamat (meninggal) akibat medical error (if there are no evaluation, how can they know how good or how bad their job were?)

Ketidakselamatan itu konon merupakan akibat dari kesalahan system, bukan kesalahan individual. Karena memang diakui atau tidak, Indonesia belum memiliki system pencegahan dan tanggap kecelakaan/bencana yang tertata baik (pemerintah masih sedang merancangnya). Dari pengalaman-pengalaman selama ini dapat dilihat betapa amburadulnya kerja tim penanggulangan bencana. Begitu juga misalnya jika terjadi kecelakaan di jalan raya yang memakan korban cukup besar, akan terlihat bahwa untuk evakuasi korban memakan waktu yang lama jika harus menunggu tim P3K datang, sehingga biasanya penduduk sekitar area kecelakaan akan berusaha menolong semampu mereka (dan karena mereka tidak mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana transportasi korban kecelakaan yang baik dan benar, biasanya korban kecelakaan tersebut akan mendapatkan luka tambahan atau semakin parah lukanya sampai ada yang meninggal akibat cara transportasi yang tidak benar, tetapi ini tentu saja diluar kemauan dan pengetahuan si penolong). Sarana dan prasarana yang ada pun terlihat pas-pasan atau bahkan tidak ada.

Misalnya, rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan (dan banyak jalan rawan kecelakaan yang tidak memiliki rambu-rambu lalu lintas!) banyak yang sudah sulit dibaca di siang hari apalagi malam hari (entah karena pudar catnya, tertutup pohon-pohon peneduh trotoar atau kios-kios pinggir jalan, atau memang letaknya tidak strategis). Atau tidak adanya pemadam kebakaran portable di gedung-gedung bertingkat, tidak adanya tangga darurat yang mudah dicapai. Jarang sekali kita temukan adanya pipa air bertekanan tinggi di jalan-jalan yang bisa diakses sewaktu-waktu jika terjadi kebakaran.

Demikian juga dengan informasi yang diberikan pada masyarakat umum, sangat jarang sekali bahkan tidak ada. Jika anda sedang bepergian, tahukah anda nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi 24 jam untuk mendapatkan pertolongan seandainya anda mengalami kecelakaan atau melihat kecelakaan. Jika anda berada dalam kapal atau pesawat, tahukah anda apa yang harus anda lakukan jika kapal tiba-tiba tenggelam, atau pesawat anda tiba-tiba harus mendarat darurat? (akhir-akhir ini aku dan suami cukup sering naik pesawat dan kapal, sayangnya hampir separuh lebih dari pesawat dan kapal yang kami tumpangi tidak ada pengarahan mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika kondisi darurat terjadi, termasuk dimana harus mengambil pelampung, dimana sekoci dan pintu daruratnya. Tampaknya awak pesawat dan kapal berasumsi bahwa semua penumpang sudah mengerti apa yang harus dilakukan).

Jika anda berada di rumah sakit sebagai pasien yang akan mendapatkan terapi medik, tahukah anda perlakuan apa yang seharusnya anda terima, langkah-langkah prosedur terapi tersebut, apa resikonya dan efek samping, dan apa yang akan dilakukan dokter jika seandainya muncul salah satu resiko tersebut? (or you just trust 100% to your doctor to do anything to you, perhaps even give you 5 year warranty?)

Jika saat ini anda berada di sebuah gedung bertingkat, tahukah anda dimana letak tangga darurat terdekat, letak pemadam kebakaran portable, atau prosedur tetap yang harus anda lakukan seandainya terjadi gempa atau kebakaran saat anda berada di dalam gedung itu? Atau dimanapun anda berada saat ini, lihat sekeliling anda, adakah papan petunjuk mengenai apa yang harus anda lakukan seandainya tiba-tiba terjadi gempa bumi, gunung meletus, kebakaran atau tsunami? Apa anda tahu kemana anda harus pergi? Siapa yang harus anda hubungi untuk menyakan informasi macam itu?

Kemudian, jika anda selamat dari suatu bencana atau kecelakaan, tahukah anda apa yang harus anda lakukan untuk meminimalkan akibat dari bencana atau kecelakaan itu pada anda atau orang di sekitar anda? Tahukah anda bagaimana cara menolong korban-korban lain? (as in don’t move them if you think their legs or arm or neck in kinda funny position, or as in don’t give them a drink if they can’t even answer your calling, you might, in great chance, suffocated them to death).

Indonesia yang secara geografis rawan gempa baik tektonik (pergerakan lempeng bumi) maupun vulkanik (aktivitas gunung berapi) ternyata hanya sedikit sekali menerapkan konstruksi anti gempa. Pemerintah baru saja terpikir untuk memasang system siaga tsunami SETELAH bencana Aceh terjadi. (yeah, we kinda need those don’t we?)

Dari beberapa bencana alam besar yang menimpa Indonesia 10 tahun terakhir, ribuan nyawa yang hilang sebenarnya dapat dikurangi jika saja ada system pencegahan dan penanggulangan bencana nasional yang baik dan efisien serta DILAKSANAKAN dengan baik. System yang baik, secara teori, mampu mendeteksi kecelakaan yang akan terjadi, sehingga memungkinkan pihak berwenang untuk mengurangi jumlah korban dan kerugian. Tsunami memiliki tenggang waktu beberapa menit-jam sejak terjadi gempa bawah laut sebelum menghantam pantai tergantung jarak gempa dari pantai, waktu ini cukup untuk menyelamatkan beberapa ratus nyawa manusia (if you care enough for them).

Tetapi tentu saja, pencegahan dan antisipasi adalah the best policy. Desain gedung dapat meminimalkan jumlah korban dan kerugian jika terjadi kebakaran atau gempa, apalagi jika ditambah pemasangan petunjuk arah tangga darurat dan pemadam kebakaran portable di setiap tempat yang strategis, atau pemasangan system deteksi asap di setiap gedung bertingkat (it’s mean also, don’t smoke here or else). Pemasangan rambu-rambu lalu-lintas di tempat-tempat strategis, sanksi yang tegas dan berat untuk pelanggar aturan lalu-lintas, standar laik pakai untuk kendaraan yang jelas dan diterapkan dengan baik, kepedulian awak kendaraan umum untuk sekedar memberikan petunjuk pada penumpang kendaraan umum mengenai langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kondisi gawat darurat dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. System deteksi tsunami yang baik memberikan cukup waktu untuk menyelamatkan mungkin ratusan nyawa.

. Aspek budaya mungkin dapat menjelaskan kenapa masalah keselamatan mendapat perhatian yang kecil di Indonesia. Misalnya saja budaya bonek yang ada pada supporter sepakbola (biasanya dialamatkan pada supporter Persebaya, walaupun beberapa supoter klub sepakbola lain tidak kalah “ganas”) dimana mereka rela berjejalan di atap kereta api jika klub sepakbola kesayangannya berlaga di tempat yang jauh, rela bentrok dengan supporter klub lawan atau polisi tanpa mempedulikan keselamatannya sendiri. Atau bisa juga dilihat pada fenomena berani mati untuk membela pemimpinnya (tanpa peduli salah-benarnya pemimpin tersebut) pada beberapa tahun yang lalu di Jawa Timur. Entah kenapa budaya ini bisa muncul, mungkin karena rasa ketidakberdayaan bangsa Indonesia dalam segala aspek kehidupannya. Misalnya saja, karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit, maka keluarga “tidak peduli” pada keselamatan seorang calon ibu, dan hanya memanggil dukun untuk menolong proses persalinannya. Atau karena tidak mampu mencari pekerjaan yang lebih baik, maka seorang bapak tidak peduli dengan keselamatannya dan bekerja sebagai penambang pasir liar dengan resiko sewaktu-waktu terkubur dalam gua yang digalinya. Tetapi, mereka yang memiliki tingkat ekonomi yang lebih baik, bisa dikatakan juga tidak memiliki budaya selamat. Coba lihat saat pesawat akan lepas landas atau mendarat ketika tanda larangan menyalakan telepon seluler menyala, masih banyak orang-orang yang berbicara seenaknya melalui telepon seluler mereka. Entahlah mungkin memang bangsa Indonesia hanya memiliki kapasitas kepedulian yang kecil terhadap keselamatan.

Nah, apakah anda akan tetap memelihara budaya tidak selamat ini? The thing always happens the way you believe in, and the belief in a thing makes it happen.

Ditulis dalam Dari Pikiran | 1 Komentar »