Antara Kang Barry dengan Patrol

Mungkin akan timbul pertanyaan, kenapa saya menaruh sebuah lirik lagu “modern� didalam blog saya. Mana lagunya (menurut saya sih) sangat puitis. Well itulah lagu kang Barry Manilow dengan Can’t smile without u

Baru sehari saya menulis lagu tersebut diblog, langsung mucul komentar dari beberapa temen. Ada yang bilang saya lagi jatuh cinta, ada pula yang bilang saya sok naruh lagu, tapi yang paling ‘pedes’ ada yang protes kenapa saya masang lagu “jahiliyah� diblog saya. Oke, semua bisa saya terima kok, meski gak semuanya benar. Terutama sindiran kalo saya lagi jatuh cinta. lha gimana mau jatuh cinta, kalo dalam beberapa hari belakangan ini saya deketnya ama diktat dan jurnal berbahasa inggris demi sebuah proposal skripsi. Kalopun lagi jatuh cinta sama sapa juga he3, lha wong lagi ancur-ancuran gini kok.

Nah, yang “pedes� itu, saya bisa maklumin kalo dia belon tahu background saya. Well… mungkin suatu anugerah yang terindah bagi saya saat saya dipertemukan oleh Allah dengan teman2 yang sholeh dan juga berazzam kuat untuk meninggikan kalimatullah di muka bumi. Padahal dulunya, naudzubilah mindzalik deh, ancur banget saya ini. Bagi temen2 yang pernah atau emang mengetahui zaman baheula,saya, pasti pada geleng2 kepala deh. bahkan, pas saya cerita sama seseorang yang jadi adekku, dia ajah gak nyangka kalo mas nya ini gak cuman bandel, tapi emang brutal dan berandalan.

Dulunya sih, pas jaman masih muda (emangnya sekarang udah tua?), pas lagi keranjingan ama musik, sempet bikin Band sama temen2 kelas di SMA. Saya pas waktu itu megang Bass. Rada unik sih band kami, soalnya aliran masing2 personil beda-beda. Klepon di vocal suka ama jamrud dan GNR, willy di gitar rada Nirvana-an, Zenk di drum juga rada ngerock, nah saya di Bass gandrung ama Paul McCartney dengan BEATLES nya, gara-gara sejak kecil udah sering denger beatles koleksi bokap. Nah, meski gitu masih bisa jalan walau gak lama.

Nah, meski kemudian mulai “ngaji� dengan aktifitas Liqoatnya, namun jiwa seni masih ngalir nih dalam diri saya. Beruntung, selepas dari Band, bersama temen2 Rohis SMA membentuk sebuah grup nasyid (bukan nasyid goreng lhoh, tapi nasyid anak kos). Yah meski gak pake alat sama sekali, paling gak bisa nyalurin bakat seni saya (lain kali akan saya tulis tentang nasyid di SMA ini, termasuk juga sampai bikin grup nasyid pas Kuliah)

Sebenarnya ampir saja saya jadi pemain band pas Kuliah kao saja saya nerima tawaran temen akrab di kampus buat ngisi posisi bass di grupnya. Untung ajah masih nyadar, masak label ikhwan, tapi nyanyinya ngerock sih

Tapi, bagaimanapun juga saya gak bisa memungkiri kalo saya masih suka sama lagu2 yang “modern� gitu. Bahkan sampai sekarang, kaset NAIF masih ada, juga di Kompie masih ada file nya lagu Muse, GnR, dan tentu saja Kang Barry. Nah disinilah saya pingin mengajak anda untuk berpikir. Emangnya kalo kita main musik itu salah? Terus kalo saya ndengerin musik gituan juga salah? Atau kalo saya megang gitar dan kemudian nyanyi meski lagu kritik social nya Bang Iwan atau Ebiet itu juga salah?
Well…. Saya jadi inget pas jamannya kampanye pemilu Parpol Maret lalu. Pas saat itu, saya beserta seluruh tim Nasyid saya diperbantukan untuk mengisi kampanye salah satu partai Dakwah (tentunya juga jadi kader lhoo, dah tahu khan partai apa). Nah, saat itu kita kolaborasi dengan kesenian daerah Jember yang bernama musik PATROL. Patrol adalah sejenis alat musik yang berupa kentongan dengen berbagai macam ukurang yang dipukul dengan berbagai variasi sehingga menimbulkan harmoni. Nah, saya jadi bertanya-tanya, apa bedanya dengan sebuah band, karena menimbulkan nada yang beraneka ragam.

Pas kampanye propinsi di Jember, yang diisi wakil ketua DPPnya, yaitu Ust. Muzzamil Yusuf, sempet ada peringatan dari ketua DPW Jatim, agar jangan sampai menggunakan gitar sebagai alat musik. Kita bisa nerima itu, karena emang gak pake gitar kok he3. kemudian, pas kampanye nasional di Surabaya, putaran terakhir di tambaksari, lagi2 kami diminta tampil dengan Patrol. Nah disinilah saya sempet berbincang-bincang dengan salah satu seniman yang dimiliki oleh partai ini, yaitu Mas Zack Sorga, well bagaimanapun juga nanti pas kampanyenya akan menampilkan teaterikal yang kemudian diiringi musik dengan gitar.

Saya gak akan membahas tentang boleh dan nggaknya pake gitar, tapi yang saya garis bawahi, apakah kalo kita ngeband kemudian kita bawain lagu rohani itu salah? Atau apakah kita membawakan lagu rohani dengan diiringi alat musik missal gitar itu juga salah? Permasalahannya sekarang banyak sekali grup2 nasyid romantis (begitu saya menyebut mereka) dengan lagu yang mendayu-dayu dan juga lirik yang sangat halus (biasanya kaum hawa sangat suka grup-grup ini) yang menyelipkan komponen musik disitu. Nah, kalo udah gitu gimana?

Saya gak akan munafik, gak mengakui kalo saya menyukai musik, namun jangan sampai sodara-sodara saya menafikkan fakta bahwa diluar sana banyak yang perlu mereka “protes� keberadaannya
Wallahualambishshowab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: