Ritualku

Beberapa hari belakangan ini, hampir tiap malam saya menyempatkan diri untuk keluar kamar sejenak, ke teras depan musholla untuk melihat langit. Emang sih, rada-rada suntuk juga akhir-akhir ini, apa lagi semakin sepuh? di kampus, mau gak mau mikir wisuda juga, jadilah deh ngerjain skripsi sekarang.

Nah, pas lagi suntuk gitu jadi mengulang kebiaasaan lama, malam-malam jam 12an gitu keluar sejenak untuk melihat malam dan langit yang hitam dihiasi bintang-bintang dijauh sana. Serasa damai sekali melihat mereka yang bersinar dengan terang meski jarak yang sangat jauh membentang, namun meski kecil, tapi bintang2 tersebut seola tersenyum melihat kita.

Emang sih setahun terakhir ini, semenjak pindah kos, jadi jarang melakukan ritual? tersebut. Soalnya kalo kos yang dulu enak, tinggal naik ke tingkat dua, duduk diatas tandon air, sambil merenung dan menatap langit, malah kalo bulan lagi terang bisa sambil tilawah lho, sangat menyentuh hati dan jiwa ketika kita mendapatkan momen yang begitu khusyuknya. Tapi semenjak pindah kos, dua kali malah, gak nemuin tempat senyaman kos ku yang dulu untuk melakukan ritual tersebut

Tapi gak masalah kok. Sekarang aku masih bisa melakukan, meski tidak begitu nyaman. Asal jangan lama-lama aja diluar dan melihat bintangnya, cukup 20-30 menit saja, lebih dari itu bisa sesak nafas nih karena asmaku kumat akibat kedinginan he3.
So kalo ada yang punya ritual sama, bikin perkumpulan penikmat bintang yuuukk!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: