Untung aku masih……..

Main-main berbahaya…Yah itulah yang biasa aku lakukan dengan teman-temanku semenjak SMP sampai SMA. Aku tumbuh, meski dengan latar belakang agama yang cukup kuat, namun pergaulan disekitarku, membuat aku menjadi seorang laki-laki yang berkarakter keras, juga brutal. Sejak SMP aku udah terbiasa untuk berkelahi, duel bahkan sampai tawuran antar sekolah, itu hal yang biasa bagiku. Dan tentunya, lingkungan seperti itu, juga membuat aku menjadi remaja yang cukup nakal, dalam ukuran saat itu tentunya Ada satu hobiku, yaitu mancing. Dan biasanya aku mancing di Waduk, malam minggu sambil bareng dengan teman-teman sekolah dan pulangnya esok paginya sambil membawa hasil pancingan sisa, karena lainnya udah kami bakar sebagai sarapan pagi.

Kami biasa berangkat sekitar jam 7, perjalanan ke tempat mancing, tidak jauh kok, hanya sekitar 5 kilo, tidak sampai 10 menit kami mencapai lokasi pemancingan. Daerah waduk, seperti danau membuat angin cukup kencang, dingin memang. Tapi biasanya kami punya cara tersendiri untuk mengusir rasa dingin…Rokok kretek, itu pasti, terlebih Djarum 76 adalah favorit kami, soalnya emang bikin hangat selain Bentoel tentunya.

Namun…..ada satu yang pasti akan membuat badan hangat. Tahukan itu apa? Yup…Alkohol alias minuman keras. Bukan sekedar Bir, ataupun Anggur Ketan Hitam, tapi kami membawa mulai dari Mansion House, Red Label, Mc Donald, sampai kelas murahan macam ciu atau topi miring. Dan jangan heran, jika kami semua adalah orang-orang yang tahan minum, termasuk aku tentunya (sssttt..rahasia yah, jangan kasih tahu sapapun) Dengan minum, memang badan hangat, tapi imbasnya ada dua, kalo kebanyakan, kami jadi teler, dan gak jadi mancing, atau kalo gak kebagian banyak, jadi tetap kedinginan.

Nah…permainan gila-gilan dari teman-temanku adalah….wanita. Yup, tepat sekali. Udara dingin didaerah itu, membuat beberapa rumah disekitar sana menjadi lokalisasi terselubung. Dan rata-rata teman-temanku itu, ya emang para bajingan yang udah tahu dunia seperti itu. Sungguh hal sulit diterima, kami yang masih bercelana pendek, masih SMP udah bermain-main di lokalisasi, dan termasuk aku, terbiasa nganterin konco-konco untuk nyewa.

Bahkan, karena alasan mancing itu pula, beberapa teman yang sebenarnya “cukup baik” punya alasan untuk bisa keluar dan nyoba “jajan”. Tapi…aku masih perjaka karena emang cuman nganter aja, dan gak tergoda buat nyoba seperti teman-teman Gendhenk gak kuwi rek?

Sampai sekarangpun aku masih gak percaya, kalo dulu aku pernah njalanin hidup seperti itu, bahkan bener-bener surprise deh buatku, karena saat pulang ke Wonogiri, aku terkadang masih bertemu dengan teman-teman SMP yang biasa gila-gilaan bareng itu, dan memang, rata-rata mereka jadi preman pasarlah bahkan ada yang jadi penjahat segala.

Untung aja, aku bisa sedikit rada “aman”, ya iyalah, mana ada yang berani ganggu temannya preman pasar he3 Its my story…diceritakan kembali sebagai renungan, betapa berharganya Hidayah yang tlah ku Temukan

Iklan

One comment

  1. Hi, I do believe your site could be having internet browser compatibility
    problems. When I take a look at your blog in Safari, it looks fine
    however, when opening in I.E., it’s got some overlapping issues.
    I just wanted to provide you with a quick heads up!

    Aside from that, excellent site!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: