fixing a broken heart(1)

Mestinya akan timbul pertanyaan, kenapa blog ku berubah menjadi mellow begini, begitu lembutnya seakan jadi akhwat atau cewek he he he

Sesuai dengan judulnya, yaitu fixing a broken heart, yaitu memperbaiki hati yang telah terbelah, hati yang rusak ataupun. Seminggu yang sangat melelahkan hatiku. Memberikan segenap perhatian dan seluruh apa yang aku punya, waktu, tenaga, fikiran, perasaan dan juga biaya, dan yang terjadi adalah sebuah “kebohongan” yang seperti terkamuflase dibalik airmata. Aku termangu saat ini, ketika aku mengira bahwa semua yang dikatakan adalah sebuah pengakuan dan kejujuran, namun setelah didapatkan yang dia mau, maka kata-kata manis itu tak akan berlaku lagi

Bukan aku benci, bukan aku kecewa atau merasa dimanfaatkan, tapi seperti yang barusan dikatakan oleh salah satu sahabat terbaikku, Kang Mono , “Mereka adalah makhluk-makhluk lemah, dan kita seharusnya tunjukkan mereka seperti apa kebenaran itu. Kita ingin mereka bahagia, jika mereka mengambil jalan curang, biarkan itu menjadi urusan mereka dengan Allah. Yang mereka rasakan, bukanlah concern kita, tapi bagaimana kita merencanakan langkah kita ke depan”. Sebuah nasehat yang aku terima dari kawan yang tau benar bagaimana diriku dan juga perasaanku, karena bisa dikatakanlah kami seperti senasib dan sepenanggungan, meskipun level yang tertinggi telah ku lampaui. Tinggal bagaimana mengikhlaskan hatiku sepenuhnya, bahwa seorang yang berniat baik, dan melakukan hal yang baik pula, saat dia dibohongi, maupun di khianatin, maka keyakinan bahwa Allah pun akan berlaku adil pula.

Bagaimanapun juga, aku akan kembali pada jalan yang seharusnya aku tapaki, jalan keridhoan yang nantinya akan berbuah manis Karena itu pula, akhirnya dengan sedikit ide kreatif dari “kembaran”ku di Surabaya BALUNG dan juga masukan penting dari PAK FUNS akhirnya kami bertiga sepakat untuk menggunakan lay out ini sebagai template kami sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Kedua teman yang setia menemaniku, mengorbankan hari, tenaga dan juga dana yang gak sedikit bagiku, meski sebenarnya mereka tidak tahu apa-apa masalahku. Paling nggak, aku sedih aku tidak mendekati wanita, karena itu lebih berbahaya, dan aku sedih, aku bersama orang-orang yang mencoba menemaniku dalam kesedihanku

Dan sekarang…adalah memperbaiki hatiku yang telah berkeping-keping (tulisan ini masih akan bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: