fixing a broken heart(2)

Melanjutkan cerita kemaren….saya pikir lebih baik detail dan kejadiannya seperti apa menjadi rahasia saya sendiri, namun yang pasti ketiadaan dalam sebuah ketentuan menjadikan arti dari sebuah pengorbanan menjadi sebuah hal yang hampa.

Semuanya menyalahkan diriku, yang menjadi “orang bodoh” dalam masalah ini, meski BALUNG serta KANG FUNS tiada tahu yang terjadi sebenarnya, mereka masih saja mensupportku dengan kata-kata yang bijak, tentunya dengan versi dan karakter mereka. Ada satu yang terucapkan KANG FUNS bahwa selama masih berhubungan dengan dunia, kenapa sih harus diberatin, kenapa sih harus gak diikhlasin?. Lain halnya dengan ucapan BALUNG bahwa aku adalah “manusia bodoh” yang berharap bintang jatuh. Well…..semua nasehat mereka aku terima dengan tangan terbuka karena pada dasarnya sebuah kebaikan meski dengan cara yang berbeda dalam penyampaiannya.

Telah berbuat kesalahan, itu adalah fitrah manusia. Menjadi menarik kiranya jika kita kemudian memilih untuk meninggalkan apa yang telah kita lakukan dan kemudian menyadari kesalahan tersebut, meski kesempatan tetaplah ada untuk mengulang kesalahan. Dan alangkah bergunanya, kesalahan yang pernah kita lakukan pada satu orang menjadi pelajaran penting agar tidak diulangi dengan orang lain, bukan kemudian kemudian menyalahkan orang terdahulu atas kesalahan yang kita lakukan dengan orang lain itu. Ketika aku diskusikan dengan KANG FUNS , bahwa sesungguhnya penyesalan itu bukan dinilai dari berhasil tidaknya rasa menyesal itu merasuk dalam hati, tapi bagaimana usaha dan proses kita untuk menyesal dan tidak mengulanginya. Pada dasarnya setiap manusia akan berbuat salah, dan dalam kasusku, aku telah berupaya untuk meminimalisir kesalahan yang pernah terjadi, dan biarkan Allah lah yang menilai apa yang telah aku lakukan untuk menjaga agar tidak mengulangi salah tersebut

Terlepas dari itu semua, menata hati kembali yang telah hancur terkoyak menjadi sebuah pilihan yang harus kita lakukan. Menjadi pribadi yang berbeda adalah sebuah pilihan yang diterima, namun tetap bersama dengan kebaikan juga adalah sebuah hal yang harus dipertahankan. Kebaikan tentunya akan berbuah manis, meskipun kebaikan itu sering disalahgunakan banyak orang dalam kehidupan ini. Saya percaya, menjadi orang baik (meskipun amat naif, itu yang selalu dikatakan BALUNG terhadap saya) bagaimanapun juga adalah sebuah hal yang bisa saya berikan kepada orang lain. Dan kebaikan itu, adalah hal yang menjadi modal berharga kita dalam meniti kehidupan.

Ada sebuah kiriman yang menarik dari seoarang sahabat

Allah menguji keikhlasan kita dalam kesendirian
Allah memberikan kedewasaan ketika masalah-masalah berdatangan
Dan Allah melatih ketegaran dalam kesakitan

Semoga semua yang terjadi, mampu mendewasakan kita sehingga kita senantiasa ikhlas dan tegar dalam menghadapi ujian tanda cintaNya

Dan kepada “MENTARI” jauh disana, kejujuran lah yang selalu aku utamakan. Maaf kalo dianggap tidak mengindahkan apa yang kita sepakati, karena bagiku biarkan yang Maha Kuasa yeng menentukan nilai dari yang kita lakukan. Please forgive me!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: