Trackback

Berdirilah kau ditepi pantai
Biarkan ombak menyapu pasir dikakimu
Dan dengarkan deru air di lautan
Rasakan gemuruhnya menelusup didalam hatimu

Atau mendakilah sebuah gunung tinggi
Sampai dipuncaknya berteriaklah sekuatmu
Biarkan rasa gundah keluar dalam pekikmu
Terlepaskan meski dalam emosi suara

Bisa juga kau berdiri didepan cermin
Lihatlah bayangan yang terpantulkan
Akankah dia berwajah muram durjana
Atau dengan senyuman kecil disudut bibirnya

Itulah kehidupan ini wahai kawan
Ada kalanya rasa gelisah menyelimuti hati
Biarkan gundah itu berlalu dalam hidupmu
Melatihmu untuk tetap tegar dalam hidup

Puisi ini…dalam waktu kurang dari 10 menit aku bikin habis sholat maghrib tadi. Entah mengapa..dengan cepat penaku langusng menari diatas selembar kertas yang kemudian tertuang puisi ini, biasanya aku butuh inspirasi sesaat baru aku tuangkan dalam coretan kecil ku baru kemudian aku edit kata-katanya. Sedang yang ini, mengalir lancar begitu aja.

Memang bukan sebuah "masterpiece" dari karyaku yang masih amatiran, tapi aku sadar didalam puisi tersebut, tersirat berbagai makna dalam berbagai hal yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Mulai dari sebuah "keterkejutan" berlanjut pada "penyesalan" yang berujung pada sebuah "pengharapan". Bagiku..mski sederhana sekali..namun inilah puisi yang terbaik yang pernah aku buat, bukan hanya terbaik saja tapi juga tercepat yang aku tulis, tanpa editan kata-kata lagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: