Bicara Tentang Harga Diri

Jika kita bicara masalah self esteem (harga diri) semua tentu tak lepas dari bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri terhadap orang lain. Di lain sisi pula, itu semua juga berkaitan bagimana kita memperlakukan orang lain terhadap kita. Bagaimana kita melakukan respect yang cukup terhadap orang tersebut, yang mana akan menimbulkan sikap saling menghormati dan menjaga antara mereka

Melakukan kesalahan, itu adalah salah satu fitrah manusia. Bahkan kesalahan yang terbesar sekalipun. Seorang manusia pun gak akan luput dari sebuah unsur kesalahan dalam hidupnya. Mungkin hanya Rasulullah saja yang menjadi manusia tanpa cela, yang lurus dan bersih sepanjang hidupnya.

Bicara tentang kesalahan, atau suatu nasehat menarik yang aku dapatkan dari seorang teman. Dia berkata dengan cukup bijak, bahwa yang paling penting adalah bagaimana kita menyesali perbuatan tersebut, bukan berapa besar kesalahan yang telah kita buat. Kita tak tahu bagaimana penerimaan Allah terhadap kesalahan kita, tapi kita berharap bahwa taubat kita dapat diterima oleh Allah.

Lalu bagaimana jika kesalahan tersebut mengakibatkan orang lain menjadi benci terhadap kita? Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang berakal karena dia diberikan pikiran sehingga logikanya berjalan. Pun juga manusia merupakan makhluk yang mempunyai perasaan karena mempunyai hati untuk menjiwai setiap langkahnya dalam hidup. Sekeras-kerasnya manusia dia akan lembut pula ketika kita menunjukkan ketulusan dalam bersikap, selama itu pula tidak menjadikan sebuah permasalahan yang lebih rumit lagi

Sekarang, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana jika kesalahan itu mengakibatkan hilangnya harga diri, baik harga diri seseorang, maupun harga diri sendiri? Jika kita telusuri lebih lanjut, apa sih yang menyebabkan kita menjadi “sekeras batu” atau apa sih yang menyebabkan kita menjadi menganggap remeh orang lain, menyalahkan orang lain.

Pada dasarnya, setiap manusia pun diberikan sebuah ‘ego’. Nah, ego ini pada masing-masing manusia memiliki kadar yang berbeda-beda. Ada yang tinggi, namun ada pula yang biasa aja. Ketika ego itu sudah mendominasi, maka sikap superior alias mau menangnya sendiri dan berkuasa menjadi dominan, dan sat itu pula kita mulai tidak menghargai seseorang sebagai pribadi yang perlu dihormati. Berutungnya pula, manusia dianugerahi oleh sang Pencipta sesuatu yang disebut ‘Feel’. Dengan perasaan ini membuat seseorang manusia mempunyai kemampuan untuk memaafkan dan meminta maaf terhadap apa yang pernah terjadi dalam hidupnya.

Jika memang sebuah kesalahan adalah sesuatu yang tak bisa dihindari, maka biarkan penyesalan dan permaafan yang akan bicara selanjutnya.

(Hikmah dalam Hidup : Ada saat kita berduka, aada saat kita bahagia, ada waktu kita meminta, ada pula waktu kita memberi. Ini cuma sebuah perjalan waktu yang akan berakhir, dan biarkan hidup kita mengalir menjadi sebuah keniscayaan dalam mencapai sebuah kebahagiaan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: