Bersyukur Atas Apa yang Kita Dapat

Lho…. gak kerasa udah mau tahun 2006 nih. Jadi ingat, ada satu target yang meleset tahun ini. Meskipun ada juga yang memenuhi bahkan melampaui apa yang direncanakan. Target dapat ijin nikah gak tercapai, begitu pula dapat kerja walaupun part time, gak terealisasi. Tapi disisi lain, proposal skripsi dan penelitian yang udah kelar sampai bulan desember ini, hingga tinggal pembahasan dan setelah itu seminar dan ujian skripsi melebihi target yang aku bebankan diawal tahun 2005, secara teknis, semestinya aku baru bisa mengajukan proposal skripsi itu bulan desember ini, kemudian penelitian selama 3 bulan dan analisa data, baru kemudian bisa wisuda yang dikalkulasikan membutuhkan waktu setahun. Tapi gak disangka awal juli dapat tawaran penelitian dan kemudian aku terima dan sekarang tinggal pembahasannya saja. Yah semoga bisa ngejar wisuda Maret besok

Bicara tentang nikah, ah..no comment deh, lha wong pengen nikah gak boleh-boleh sama bundaku, ya udah..mendingan ngurusin studi yang terbelengkalai. Jujur aja, selama dua tahun kemaren adalah masa-masa suram dalam studiku. Gimana gak, sejak semester 3, gairah belajar ilang drastis, yang ada hanya males di bangku kuliah, gak betah dan gak tau mesti ngapain. Kasarnya, disorientasi fokus hidup. Akhirnya lari ke “jalanan” jadi aktifis beneran. Walau aslinya tanpa dipaksain diri aja, emang udah jadi aktifis. Akhirnya, ya begitulah, nilai yang hanya segelintir ditambah beberapa kasus nilai “E” yang menghiasi form IPK ku mesti aku bereskan selama dua semester sisa studi ku kini.

Menyesal..mungkin udah terlambat kali yah, lha wong emang udah terlalu jauh. Tapi mau diperbaiki pun juga udah sangat berat sekali. Sekarang yang ada hanyalah tinggal menyelesaikan dua semester yang tersisa ini sebaik-baiknya dan segera mengusahakan skripsinya selesai

Bicara masalah studi, ada seorang “sahabat” yang malah selama 4 semester nilai IPK nya adalah 0,00 alias E semua, karena daftar kuliah tapi selama masa kuliah tidak pernah datang dan ujianpun juga tidak hadir, jadi gimana mau dapat nilai kalo gt. Sayang banget, karena dia menjadi satu-satunya harapan orang tua untuk menjadi sarjana setelah abang-abangnya tidak ada satupun yang kuliah. Dan sekarang, yang aku dengar dia memutuskan untuk berhenti dari studi dan mungkin akan bekerja atau aktifitas lain untuk mencari penghasilan.

Bersyukur terhadap apa yang didapat itu perlu, tapi alangkah baiknya pula jika dilanjutin dengan mempergunakan apa yang telah kita dapat itu sebaik-baiknya. Mungkin aku bukanlah contoh yang baik, dan emang gak layak untuk ditiru. Kadang malu juga liat banyak temen yang udah lulus dan kerja, pa lagi karena aku aktifitasnya di kampus adalah jadi admin laboratorium computer, jadinya tahu adik-adik tingkat yang sedang ngerjain skripsinya. Ya sudahlah, paling nggak adalah aku masih berupaya untuk penuhin janjiku kepada mendiang ayah untuk menjadi sarjana.

Hikmah hari ini

Menjadi sesuatu yang berarti bagi orang lain adalah sebuah kebaikan, menjadi sesuatu yang berarti bagi di kita sendiri pun adalah sebuah kebaikan pula. Tapi alangkah baiknya jika kita bisa menjadi sesuatu yang berarti bagi kehidupan kita dan sekitar kita

(ps —> buat balung..kita segera lulus yuk..masak gak malu ama adek-adek kita)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: