Sebuah Testimoni : Kesaksian dalam Hidupku(2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan pertama yang sudah dipublikasi sebelumnya.

Aku lulus SMA dengan nilai yang biasa-biasa aja, meskipun demikian gak tau kenapa aku malah keterima di Universitas Jember lewat jalur PMDK. Disaat teman-teman masih pusing mengikuti bimbingan belajar, aku justru malah nyantai dan bisa nyemangatin teman-teman untuk UMPTN.

Masuk kuliah, aku di Fakultas Pertanian Universitas Jember Jurusan Budidaya Pertanian Program Studi Agronomi. Kampus yang sebenarnya cukup baik dan reprensentatif meskipun bukan pilihan utamaku (belakangan aku baru nyesal kuliah di pertanian)

Diawal Ospekan, aku didaulat teman-teman jadi ketua angkatan Agronomi 99, karena kebetulan aku mewakili agronomi saat ada diskusi antar mahasiswa saat ospekan di fakultas. Awal-awal kuliah aku cukup dekat dengan teman-teman baik cewek maupun cowok, bahkan cenderung nyantai. Di awal kuliah aku akrab dengan tiga orang teman yaitu Guntur(1), Thobroni(2) dan Agung(3). Kami sama-sama sering meluangkan waktu bareng, maen bareng bahkan terbiasa menghabiskan malam minggu dengan main PS alias Playstation sampe pagi. Hampir satu tahun, aku keranjingan PS meski setelah itu, aku bahkan gak pernah lagi main PS.

Kekeringan ruhiyahku membuat aku mencari tempat ngaji yang kondusif. Saat berangkat dari Wonogiri, tidak ada pesan khusus dari murobbi ku untuk ngaji disuatu tempat. Masjid kampus yang jaraknya cuman 100 meter dari Kampus ku jadi sasaran utamaku. Disana aku mencoba masuk dan silaturahim sama orang-orang yang ada disana. Dan mereka menyambut antusias bahkan mengajak aku ikut pesantren kilat yang mereka adakan untuk mahasiswa baru. Disaat bersamaan, senior-seniorku di kampus, melihat potensiku yang jadi ketua angkatan agro 99 mengajak ku untuk ikut sebuah gerakan mahasiswa yaitu HMI, aku diajak dan silaturahim untuk ikut LK 1. Aku sengaja menolak ajakan senior kampusku di HMI, karena sengaja pingin nyoba masjdi kampus dulu. Gak tahunya, dua bulan aku jalan bareng dengan mereka aku merasakan adanya “perbedaan” antara materi dan juga fokus sistem pembinaan mereka dengan yang pernah aku alamin waktu SMA dulu. Aku awalnya merasa mungkin karena dulu hanyalah materi ringan di SMA dan sekarang masa kuliah jadinya materinya berbeda. Namun, aku merasakan adanya “benang putus” antara materi SMA dan Kuliah. Akhirnya aku mutusin cabut dari masjid kampus buat mencari yang lain (belakangan aku tahu, bahwa fikroh yang bergerak di masjid kampus Jember adalah dari teman-teman Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI)

Selepas dari masjid kampus, aku ikut seorang teman kos-kosan buat “ngaji”. Aku yang masih awam soal fikroh gerakan ya manut aja diajak ngaji, dia ajak berpahala kok gak mau tho?? Diajaklah aku ikut sebuah pengajian di sebuah masjid, dari maghrib sampai jam 10an malam dengan break sholat Isya. Di pengajian ini, banyak orang dan seorang ustad membacakan ayat quran dan hadits dan dipahamin artinya. Setelah itu dibentuk kelompok kecil sekitar 10 orang, dengan teman “khuruj”. Aku yang masih pertama kali bingung, apa sih khuruj itu? Sampai akhirnya dijelaskan temanku bahwa khuruj itu pergi kesuatu tempat yang masih asing selama beberapa waktu, bisa seminggu, sebulan atu bahkan setahun untuk berdakwah. Ada satu pertanyaan dalam hatiku, kenapa mesti pergi keluar?? apakah disekitar kita udah bagus semua sehingga mesti berdakwah jauh-jauh? lalu bagaimana dengan aku yang jauh-jauh ke Jember buat kuliah, lalu malah disuruh pergi buat berdakwah ke tempat lain. Aku gak menolak berdakwah, tapi kenapa mesti pergi jauh-jauh??Akhirnya cuman sekali itu saja aku ikut kelopok tersebut, yang belakangan kemudian aku tahu itu adalah kelopok Jamaah Tabligh

Setelah Jamaah Tabligh, aku masih sempat pula nyasar di beberapa kelompok salafi, bahkan beberapa kali diajak ngaji dan sebagainya setelah sempat sekali dua kali aku ikut. Akhirnya aku bosan dengan itu semua, dan sewaktu pulang kerumah saat habis lebaran, aku minta “surat transfer” ke KAMMI.

Berbekal surat transfer itu, aku kemudian silaturahim sama M. Syafi’i(4) alias Pi’i. Dari dia, surat transfer itu aku berikan agar bisa sampai ke ketua KAMMI Jember. Dan saat itu pula, aku diajak ngaji lagi dan langsung dikenalkan kepada Bang Ramli(5). Beliaulah Murobbiku pertama di tanah jember ini.

Bersama bang Ramli, aku mulai intesif ngaji lagi setelah sempat vacuum selama 6 bulan. Disaat itu pula aku mulai terlibat kegiatan KAMMI, yaitu idul adha dan tebar hewan qurban. Berbekal keahlianku nyetir meski lom punya SIM A, aku diamanhin buat mengemudikan mobil yang membawa hewan qurban kedaerah.

Dan sejak saat itu pula, aku mulai aktif dan terlibat di KAMMI sampai saat ini (Akan aku bahas nanti di waktu lain)

Selama kuliah, jujur aja aku sama sekali gak bisa menikmati kuliahku yang di pertanian. Bahkan terkesan aku membenci kuliahku meski aku dengan sangat terpaksa terjebak didalam kampus pertanian ini.

Jujur aja, IPK ku hanya 2,3 sekian. Sebuah prestasi yang memalukan buat seorang aktifis seperti diriku. bahkan kalo aku bisa lulus 4 tahun, mungkin ada sedikit kebanggan karena bisa lulus cepat. Namun, jangankan lulus cepat, buat ujian aja nafasku terengah-engah.

Namun aku boleh bangga, bahwa nilaiku itu semua murni atas hasil kerjaku. Aku gak pernah mencontoh teman, ngelirik pekerjaan teman atau sekedar bertanya. Bahkan aku tidak pernah menjiplak dan menyembunyikan catatan kecil di saku buat di baca waktu pengawas ujian tidak melihat. Semua nilaiku murni hasil kerjaku, bukan kerjaan orang lain. Idelisme yang aku pegang sampe sekarang, anti mencotek. Tidak seperti teman-teman lain, yang banyak aku lihat mengandalkan contekan atau jiplakan dalam ujian. Meski aku bego dan gak ngerti jawaban, aku memilih menjawab seadanya dan ngeloyor pergi gitu aja, dari pada tanya sama teman. Meskipun aku mencatatkan rekor, selama 14 semester kuliah, aku memperoleh nilai dibawah dua sebanyak 6 kali, 7 matkul yang pernah dapat E, bahkan paling parah aku pernah dapat IP 0,6 (baca: nol koma enam) di form Lembar Hasil Studi. Tak terbayang, dampratan dosen waliku didepanku saat itu

Dan sekarang, menjelang akhir masaku kuliah, aku gamang dengan masa depanku sendiri. Akankah aku mendapatkan pekerjaan yang layak dengan IPK ku yang cuman segitu. Entahlah, bahkan cara buat luluspun aku masih bingung dan saat ini, aku terdampar antara sebuah kebimbangan dalam hidup

****************************
catatan
1. Guntur : Mahasiswa Jurusan tanah angkatan 99, sudah lulus dan kembali ke jakarta
2. Thobroni : Mahasiswa Jurusan Tanah angakatn 99, masih belum lulus juga
3. Agung : Mahasiswa jurusan HPT, sudah lulus dan kembali ke lumajang
4. M. Syafi’i : Mahasiswa FE angkatan 97, Biro PO KAMMI Jember tahun 1998-1999, kabar terakhir kurang jelas dimana keberadaanya
5. Bang Ramli SH : Mantan ketua KAMMI Jember peridoe 1998-1999, berdomisili di jakarta sekarang

—ketika sebuah kejujuran yang terucap, malah disalahartikan sebagai bentuk pembelaan diri, lalu apa aku harus menyalahkan diri terus?? bukan menganjurkan yang baik, kau hanya menyalahkan dan selalu menyalahkan. Itu yang kau bilang menasehati?? alangkah naifnya kau ukhti—
(catatan penting menjelang maghrib sore hari ini)

Iklan

One comment

  1. Fibri. I.S. · · Balas

    Aslm,
    Saya sekarang juga di jember n kebetulan ikut KAMMI juga sejak semester I. Tapi benar2 aktif di semester 2. Jadi ketua komsat(bukan kebanggaan malahan beban)di semester ke-4. N mendemisionerkan kepengurusan sekaligus membekukan komsat di semester 6 (hanya tersisa 2ikhkwan 4 akhwat…….paraaahhhhh!). Saya senang sekali masih ada yang peduli dengan kammi jember, semoga dimanapun berada antum selalu diberkati Allah. Amien.
    Salam dari FIS Co. Dept. SosMas Kammi Unej.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: