Aku Seorang Pendosa

Sempat termenung pada akhir tahun 2005 lalu, saat aku sempat membaca blog seorang teman, Yusuf Caesar (1) –maaf, atas permintaan beliau yang belum dirubah bahwa tidak boleh di link kan- tentang tulisan yang berisikan dosa-dosanya.

Lalu didepan monitor komputer, saat ini, aku termangu beberapa saat dengan semua yang aku alamin dalam sejarah hidupku yang menjelang 25 tahun ini. Sudah berapa banyak dosa yang aku lakukan????

Jawabannya sangat dan teramat banyak sampai aku tidak tahu berapa ratus lembar catatan hitam yang telah ditulis oleh sang malaikat Atid, atau berapa rak yang dibutuhkan untuk menyimpan catatan kejahatan dan dosaku

Aku memang pendosa, sungguh aku tidak bangga dengan predikat itu. Sama seperti Yusuf, aku juga pernah menyakiti hati orang tuaku, bahkan aku pernah membuat mamaku berurai air mata dengan apa yang aku lakukan. Aku juga pernah bertengkar dengan kakakku, sampai kakakku merasa sakit hati.

Aku juga pernah menjadi preman, entah berapa liter alkohol yang pernah mampir dalam perutku, entah berapa kali pula mulutku menghisap tembakau yang membuat bibirku menghitam (emang dasar orangnya berkulit gelap) juga entah berapa kali pula aku melayangkan tanganku ke wajah orang lain saat berkelahi, yang seperti sabda Rasul dilarang memukul wajah. Aku pernah menjadi penjual gambar porno, bahkan juga videonya. Aku juga pernah menjadi pengedar ganja, bersama dengan teman akrabku.

Aku juga pernah berbohong, ngibul bahkan mencuri. Bahkan aku hampir pernah jadi kriminal dengan menjadi seorang penodong. Aku pernah meninggalkan shalat, juga puasa. Bahkan aku pernah menggugat Tuhan dengan kata-kataku, aku menggugat keadilan, bahkan eksistensi Nya saat aku dalam kebingungan.

Entah berapa banyak dosa lagi yang akan kulakukan di sisa umurku yang makin sedikit, dan berapa banyak lagi catatan hitam yang akan menambah panjangnya keburukanku. Dan aku sendiri yakin, bahwa aku akan masih melakukan kesalahan lagi. Entah aku yang menyadarinya, atau karena aku terpaksa melakukannya.

Semua salahku, semua dosaku tersimpan dalam sebuah memori di kepalaku. Aku mencatatnya baik-baik, dan aku menyesal telah melakukannya. Namun, ada satu dosa besar yang sampai sekarang aku tidak mampu menghapus dari ingatanku, sebuah dosa yang teramat memalukan, dan membuat aku sangat dan teramat menyesal melakukan. Sebuah kebodohanku, mengikuti hawa nafsu, dan begonya lagi hal itu aku lakukan dengan kesadaran.

Aku memang pendosa, tapi aku tidak malu mengakui bahwa aku seorang pendosa. Sedangkan diluar sana, kalian bersembunyi dibelakang topeng-topeng kemunafikan kalian. Memalukan!!!


Aku melakukannya, maka aku terima konsekuensi dan penyesalannya. Saudaraku, maafkan aku!!!

*****************

1. Yusuf Caesar = Mahasiswa FMIPA UNSOED, teman dan sekaligus rekan sesama moderator milis KAMMI

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: