Gaya Pikirku BUKAN Gaya Pikirmu

Tepat seperti prediksi ku, akan banyak muncul komentar yang beragam tentang dua tulisan ku yaitu “Aku seorang Pendosa” dan ” Aku bukan Ikhwan”. Dan seperti yang memang sudah aku perkirakan akan banyak muncul kesan “negatif” tentang dua tulisan itu.

Tau kenapa dalam footer tulisan ini aku nulis seperti itu (baca sendiri tuh, yang warnanya ungu di bawah postingan ini), yang pasti anda semua bukan diriku, jadi anda gak akan pernah bisa merasakan yang aku rasakan. Cukup diam, dan tunjukkan sedikit empati anda, itu cukup. Tapi jika hanya buat mempertanyakan kenapa dan mengapa, lebih baik anda bertanya pada diri anda sendiri.

Jarang yang bisa mahamin gaya berpikir ku. Bahkan orang yang sempat bertahan dua tahun dekat dengan ku sebelum ini, dengan gaya berpikir ku yang “berbeda” ini pula akhirnya menyerah dan undur diri, meskipun dengan cara yang menyakitkan. Jadi, aku juga gak heran ketika seseorang yang baru kenal tidak sampai 2 bulan kemudian mulai “dekat” dan kemudian akhirnya dia pun undur diri pula karena berbeda pola dan gaya pemikiran denganku.

Aku gak suka dikritik, tapi aku suka dijelaskan salahku dimana dan tunjukan. Setelah itu, ya sudah, jangan kau bawa-bawa terus salahku. Aku gak menolak nasehat, tapi aku gak suka dengan cara nasehat yang hanya memojokkan. Aku pikir, semua orangpun pasti akan seperti itu pula

Dan bicara masalah tulisan, terima kasih buat semua yang ngasih nasehat tentang membuka aib sendiri. Berarti anda semua belum membaca postingan-postinganku terdahulu. Asal tau aja, postingan ini sebuah “review” dari postingan ini sebuah tulisan yang menyegarkan ingatan lagi, bahwa aku pernah juga nulis sesuatu yang gak kalah serunya meski emang lebih fokus tulisan saat ini.

Aku gak minta anda tau bagaimana salah dan jeleknya diriku, thoh aku gak malu dengan itu semua. Itu salahku, dan semua dosaku, aku yang nanggung. Gak aku buka pun banyak orang yang tau, dan aku juga gak mempermasalahkan itu. Tapi…..tau gak maksud semua itu???

Silahkan anda semua punya pikiran lain, silahkan pula anda mengomentari macam-macam asal tidak memojokkan dan menghujat. Dan kalaupun adan tidak puas ya silahkan aja bikin bantahannya di blog anda sendiri, jangan marah-marah sama aku. Thoh aku gak menyebut nama anda

Yang pasti, aku menulis baik tentang dosa, ataupun juga tentang ikhwan adalah sebagai pengingat untuk anda semua, sapa sih anda sampe mendiskriminasikan orang lain, apakah anda hanya manggil akh dan ukh hanya terbatas lingkungan “ngaji” anda?? Kenapa mesti muncul sekat-sekat seperti itu? Kalo ikhwan-khwat sebagai pembatas, lalu dimana batasan yang jelas? Tunjukkan dengan nyata, jangan pakai gambaran dan khayalan. Atau anda merasa dengan panggilan dan stempel ikhwan maka anda merasa ekslusif? Gak banyak memang tapi pasti ada diantara kalian yang seperti itu.

Aku juga punya salah, dan aku akuin itu. Bahkan “salah” ku terhadap seseorang yang membuat dirinya sempat hancur pun aku tanggung sampe sekarang, dalam sebuah penyesalan. Tahukah dia??? Mungkin tidak, atau malah tidak perduli thoh aku juga gak minta dia peduli kok. Pun dengan rasa hati yang mencoba ditegarkan meski teramat sakit, saat kesalahan lain yang berbeda aku lakukan pada orang selanjutnya, bahkan aku memutuskan untuk memutus harapanku terhadapnya, aku terima resiko itu, karena aku juga manusia yang masih punya hati. Tapi, apakah mereka paham dengan apa yang aku rasakan??? Never and never again. Gak pernah, dan gak akan pernah karena buat mereka aku adalah orang salah yang berulang-ulang akan melakukan salah. Cukuplah aku yang kalian anggap buruk, jangan sampai aku menganggap kalian buruk dimataku

Dan bicara tentang komentar, heran aja masih ada yang gak berani naruh nama disitu saat komentar. Ngakuin nama aja anda gak berani, gimana ngakuin salah anda. Asal anda tahu aja, sempat terpikir menghilangkan “comment” termasuk juga Shotbox dari Blog ini agar anda semua tidak bisa komentar. Karena, bagaimanapun juga, ini adalah rumah ku. Saat anda masuk rumah ini, aku ijinkan anda berada diteras rumah ku. Jadi selayaknya pula anda juga harus menjaga adab bertamu. Tapi akhirnya, aku masih pertahankan coment dan juga Shotbox ini demi kenyaman anda semua.

Sekali lagi, di blog ini adalah gaya pikirku, bukan gaya pikirmu yang berkuasa. Kalo gak suka, ya silahkan aja protes, gak ada larangan kok!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: