Report of Final Battle

Selasa 21 Februari

Jenuh banget hari ini, segalanya kacau suracau. Sekali lagi aku dipojokkan dan makin terpojok. Ah..sudahlah, mungkin dia sama sekali tidak tahu bagaimana aku menyesal dan memilih untuk keluar, jujur aja aku malu terhadapnya.

Jenuh yang kedua, naskah belum jadi dan kepalaku cenut-cenut gak karuan, Imbasnya, tensi darah ku naik tinggi sekali. Inginnya mukul orang lagi, bukan gedebhok pisang yang biasanya ku pukulin.

Rabu, 22 Februari

Makin menjadi-jadi jenuhku, gak karuan rasanya dikepala. Udah gitu, tensi yang makin tinggi butuh penyaluran, entah kenapa aku pengen ngajak “perang” seseorang yang biasanya nelpon aku, dari rumahnya, kantor or sekretariat.

Kamis, 23 Februari

Akhirnya, perang benaran deh. Dan…….akhirnya malam itu juga ber “azzam” mesti selesai naskahnya

Jumat, 24 Februari

Alhamdulillah, naskah di ACC oleh DPU ku, Bu Tatik(1), juga DPA pak Irwan(2). Wah, meski gerak cepat niy agar bisa daftar ujian besok. Mana Sekretaris penguji belum tau sapa, semoga dapat dosen yang baik

Sabtu, 25 Februari

Jam 8 pagi sudah di kampus, minta daftar ujian ke sekretaris jurusan, langsung didaftarkan dan Alhamdullillah dapat dosen yang baik, pak Avivi(3). Langsung sms beliau memberitahukan ujian selasa agar dapat dikonfirmasikan, dan Alhamdulillah bisa dan naskah segera dikirim kerumah

Dan ternyata, masih banyak syarat ujian yang belum terlengkapi..senin mesti lembur

Ahad, 26 Februari

Lembur membenahin naskah skripsi, dan cuek dengan konflik yang terjadi meski memang aku yang salah. Ah….udahlah, meski kepikiran terus, aku mencoba konsen sama ujianku, meski emang berat (maklum, mellownya masih terlalu dominan dibanding kolerisnya)

Sorenya, langsung ke rumah pak Avivi memberikan naskah ujian. Dan gak tahunya, justru diberi tentiran tentang hal-hal yang akan diujikan besok. Subhanallah, kemudahan yang Allah berikan yang kedua setelah yang pertama naskah di ACC begitu saja oleh dosen pembimbing

Malam, akhirnya mencoba merenungi diri

Senin, 27 Februari

Pagi sekali, langsung ke kantor pusat minta stempel KTM, kemudahan kedua yang diberikan oleh Allah, soalnya meski petugasnya gak ada, langsung disetempel oleh atasannya.

Langsung ke perpustakaan fakultas, minta stempel lagi dan Alhamdulillah mas Aziz(4) petugas jaga di perpus segera memberikan stempel. Dan, setelah itu menghadap Pak Jum(5) mendaftar ujian. Setelah sempat diperiksa, aku disuruh membenarkan form 14 yang masih keliru dan juga fotocopy berkas yang masih kurang.

Naik ke ruang atas fakultas, buat ketemu pak Irwan, memberikan naskah dan konfirm tentang jam ujian, ternyata pak Irwan gak bisa seperti diawal yaitu selasa jam 11 dan minta diundur sampai jam 1 siang, Pertolongan Allah keempat, ternyata setelah di konfirm ulang bu Tatik dan pak Avivi bisa memenuhi ujian jam 1 siang

Setelah fotocopy, aku serahkan semua berkas ke Pak Jum, dan ketemu dengan Fetty(6) disana. Fetty ini adek tingkatku, biasa becandaan bareng denganku di lab komputer yang memang aku sebagai adminnya sekaligus rekan seperjuangan dalam penulisan skripsi. Setelah discuss sejenak dengan Fetty, aku ke lab komputer buat jaga disana.

Habis sholat dhuhur, menghadap pak Jum lagi, ternyata ada masalah ketika satu mata kuliahku tidak keluar nilainya. Aku ingat saat itu nilaiku keluar terlambat karena sempat tidak ngumpulin tugas akhir kuliah. Atas saran pak Jum segera mencari dosen yang mengajar mata kuliah tersebut dan ternyata dosen tersebut ada di tempat. Setelah membikin surat pemberitahuan, langsung di acc dan diserahkan ke pak Jum agar diproses. Itu adalah pertolongan Allah kelima.

Alhamdulillah, setelah menanti sampai jam 2, surat undangan daan pelaksanaan ujianku selesai dan tinggal didistribusikan ke dosen dan perlengkapan buat ruangan dan kepegawaian untuk pencatatan.

Tapi undangan belum disampaikan, akhirnya sore itu juga minjem motor “Bos” ku, muter-muter nganterin undangan tersebut, ke pak Irwan dan juga bu Tatik. Di bu Tatik malah sempat discuss sejenak, bahkan dipesenin belajar yang baik agar bisa lulus.

Kelar nganter berkas dan undangan jam ½ 9 malam. Dan ternyata badanku sudah lelah dan ngantuk sekali. Sempat ngenet sejenak dan teryata, emosiku yang meluap-luap dan melimpah gak terkendali setelah pikiranku tertekan begini menyebabkan aku kehilangan seorang sodara lagi. Ah, bukan yang pertama kali memang, namun selalu saja ada penyesalan dengan semua ini. Aku gak bisa konsentrasi akhirnya

Langsung tidur dan mencoba agar bisa bangun jam 1 malam hari

Selasa, 28 Februari

Jam 1 malam akhirnya bangun, dan mencoba banyak membaca setumpuk materi dan buku yang sudah aku siapkan sebelumnya. Innalillahi, materi sebanyak itu, jangankan 50 % aku menguasai, 10 % aja itu sudah bagus. Blank, otakku lelah dan terlalu banyak penyesalan yang terlintas, juga ketakutan dan lainnya. Aku harus gimana????

Akhirnya, jam 3 pagi, mandi dan mencoba mendekatkan diri kepada sang Khaliq, Allah SWT, dalam lantunan doaku, aku memohon ampun atas semua salahku, salah kepada orang tuaku, salah kepada sodaraku yang baru saja kusakiti hatinya, salah kepada banyak teman dan lainnya. Ah, entahlah. Tapi yang jelas, malam tadi merupakan salah satu malam terdamai dalam hidupku, meski dalam kepasrahan.

Habis shubuh, ternyata ngatukku malah menjadi-jadi. Kepalaku terasa berat dan akhirnya ku putuskan untuk tidur dulu. Bangun jam 7 pagi dan langsung berangkat ke kampus untuk konfirm alat dan juga viewer. Alhamdulillah, laptop bisa pinjem teman.

Jam ½ 9 pagi bertemu Fetty, dia ujian jam 9 ternyata. Juniorku satu ini malah lebih dulu ujian dari padaku. Setelah memberikan semangat dan saling mendoakan, aku kembali ke lab komputer buat belajar sambil nyoba laptop.

Setelah sempat sholat dhuha dan juga berdoa cukup panjang, jam ½ 11 mencoba belajar lagi. Malah, bukan bisa masuk tapi ngantuk yang makin menjadi-jadi. Dan akhirnya aku sukses tertidur di masjid he he he

Bangun jam ½ 12, siap-siap sholat dhuhur. After tilawah At Taubah (soalnya mau berangkat perang) dan sholat sunat 2 rekaat, mulailah konfirm ruang dan pinjam viewer, terus masang di ruang sidang bawah. Konfirm ke dosen pembimbing tempat sidang dan siap-siap menghadapi ujian

Jam 1 siang, dosen semuanya masuk dan rapat sebentar dan aku nunggu di panggil masuk ruangan. Setelah nelpon bundaku sejenak aku matikan HP dan siap-siap di panggil. Jam satu seperempat dipanggil masuk ruang sidang.

Setelah diawali dengan pembukaan dari bu Tatik dan juga mempersilahkan untuk berdoa dulu, langsung dipersilahkan presentasi.

Dan…..#^%)(()_+|(&^(_*_$%&()(_+*&^%+_)I(

Jam 3 sore tepat, aku dipersilahkan keluar ruangan untuk memberikan kesempatan dosen rapat sejenak kembali. Setelah menunggu 10 menit, akhirnya dipanggil dan….

Aku dinyatakan lulus

Subhanallah Walhamdulillahu Allahu Akbar

Setelah menunggu selama 6 tahun 6 bulan tepat, akhirnya tanggal 28 Februari 2006, aku dinyatakan lulus meski dengan revisian yang cukup banyak

Alhamdulillah, tiada kata yang pantas terucap selain syukur kepada Allah SWT

Langsung nelpon bundaku, mengabarkan kelulusan ujianku. Dan nge sms beberapa teman yang masuk sms nya waktu HP aku matikan saat ujian. Dan……

Badai Pasti Berlalu….semoga mentari bisa bersinar kembali

**********

catatan :

1. Dr. Ir. Sri Hartatik, MS = Dosen Pembimbing Utama (DPU) sekaligus ketua jurusan Budidaya Pertanian FP UNEJ

2. Ir. Irwan Sadiman, MP = Dosen Pembimbing Anggota (DPA) sekaligus Pembantu Dekan II FP UNEJ

3. Dr. Ir. Sholeh Avivi, Msi = Dosen Pembimbing Anggota (DPA)

4. M. Aziz = staf perpustakaan FP UNEJ

5. Jumbariyanto = staf akademik FP UNEJ, bagian pendaftaran ujian dan wisuda

6. Fetty Tri N.H = Ilmu Tanah 2000, rekan seperjuangan dalam menyelesaikan skripsi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s