Impianku

Ditantang oleh Mbak Ku tentang impianku

Hemm…..jane kiy males apene ngomong soal impian….soale khan impian kuwi dinggo ngayal pas apene bobo, utowo pas lagi ngantuk…yen ngene rak kabeh uwong iso ngerti khayalanku kiy opo ae. opo rak aku dadi isin *maluw mode on*. Tapi demi rasa hormat sama Mbak ku ini..ya udah..aku tulis deh

  1. Mewujudkan amanah bunda, adalah menghajikan almarhum Ayah ku yang udah meninggal 6 tahun yang lalu. Memang sih bisa dihajikan orang lain, tapi apa gak lebih afdhol kalo anak laki-laki satu-satunya yang menghajikan ayahnya

  2. Pengen punya rumah yang biasa aja, gak usah gede-gede amat, namun bersih dan terawat, serta halaman luas, sehingga mudah bermain dan aman dari gangguan sekitar. Maklum aja, rumahku sendiri berdiri diatas tanah seluas 550 m2 yang membuat halaman depan dan samping adalah tempatku bermain dan sempat pula aku bertanam kacang panjang dan ketimun disana, sekedar mengamalkan ilmu dibidang pertanian yang aku punyai. Belum lagi 5 pohon mangga yang rindang dan tidak terlalu tinggi dengan buah yang subhanallah manis dan banyaknya saat panen yang membuat setiap bundaku pergi ke Jakarta ke tempat sodara selalu membawa kardus berisi mangga manis. Juga pohon sawo mini, dan beberapa tanaman di samping rumah yang membuat lebih hijau. Dengan begitu, rumah impianku modelnya sama seperti rumahku saat ini.

  3. Yang ketiga adalah aku pingin kuliah ke UK, bukan ngambil ilmu sains, karena aku benci dengan ilmu sains terutama matematika, namun aku ingin ambil ilmu yang terkait dengan jurnalistik. Bisa berupa reportase, fotografi atau malah broadcasting. Yang penting jurnalistik. Asal tau aja, cita-citaku jadi jurnalis foto gak kesampaian karena bundaku melarang ngambil ilmu sosial dan malah gak boleh ngambil visual grafis waktu kuliah yang akhirnya malah nyasar ke pertanian.

  4. Aku pengen banget punya kamera digital SLR, buat menggantikan kameracanon EOS 350D analog Canon Q III buatan tahun 1984 yang selama ini setia menemani diriku hunting foto, termasuk saat bentrok ketika aksi, mati-matian aku lindungi dengan tubuhku saat clash dengan aparat, tubuhku bonyok namun kamera selamat dan gak rusak. Dan gak tanggung-tanggung yang ku inginkan adalah Canon EOS 30D. Kamera SLR digital berharga 1399,99 dolar ini kamera impianku atau bisa juga Sony seharga 1200 dolar. Kalopun nggaDSC-F828k, Canon Power Shot S3 IS seharga 499,99 dolar atau Sony CybersHot F828 seharga 6,75 juta sepertinya lebih realistis untuk diwujudkan. Lengkap dengan flash lamp dan juga tripodnya serta memory card yang berkapasitas besar, dan kalo ada duit lagi mau beli lensa pendukungnya. Sepertinya asyik kalo dipake buat hunting foto. Maklum, namanya juga hobi fotografi, jadinya impiannya ya punya kamera digital yang oke.

  5. Dan yang kelima kaitannya dengan kamera diatas, karena pengen aja, nanti suatu saat ketika “phobia” ku bisa hilang ketika ketemu dengan orang yang tepat, maka saat honey moonRinjani bisa moto “my beloved wife” with her action. And with my pleasure, I will take the pose of my angel. Dan…..itu dilakukan di Gunung Rinjani, my dream mount to honey moon. Aneh mungkin, kok malah ke Rinjani sih, tapi gak papa khan, sekedar impian aja kok. Kalopun nggak, ya pengen aja ntar habis nikah, jalan-jalan ke suatu tempat yang sejuk, syukur-syukur rumah mertua didaerah yang punya suasana yang asri dan sejuk, jadinya bisa jalan-jalan dan hunting picture with the model is my girl only . Kalopun tidak, ada keinginan untuk jalan-jalan ke Padang Panjang, kampung kelahiran ayahku di Minang sana, buat hunting foto. Asal tau saja, suasana pedesaan dan pegunungan masih sangat kental di kota yang hanya satu-satunya mempunyai sekolah Thawalib serta Kauman Muhammadiyah selain yang berada di Yogya. Kota kecil nan sejuk dan asri yang banyak melahirkan ulama-ulama besar di Indonesia, ingin membawa my lady ku kesana sambil menikmati keindahan suasana pegunungan, atau kali malah dapat mertua orang sana yah he3 (hush……tidak menunjuk oknum dan orang tertentu..kali aja kebetulan sama :p). Atau, bisa aja di rumahku, soalnya dibelakang rumah itu perbukitan yang meski kecil namun cukup bagus. Ah……….di Wonogiri juga banyak tempat yang bagus kok, namun tetep aja target utamaku adalah Gunung Rinjani. Andai dapat dilakukan, dengan sepenuh hati aku akan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan tersebut.

Itu dia impianku, yang sering terlintas kala menjelang bobo. Dan cukuplah tantangan ini berakhir sampai disini, Kalopun setelah baca ini merasa tertantang untuk nulis 5 impiannya, ya terserah. Lha wong gak ada larangan untuk gak merasa tertantang kok. Yang pasti ini hanya sekedar sebuah impian yang mungkin aja bisa terwujud, dan ketika terwujud makan syukur yang tak terhingga kita panjatkan ke hadapan Allah atas nikmat tersebut. Kalopun gak terwujud, anggap aja memang yang kita dapatkan saat ini adalah yang terbaik yang bisa kita nikmatin dan itu tidak akan mengurangi rasa syukur kita kepada Allah

Iklan

2 komentar

  1. Amiiinnnnn !!

    Selamat menempati “rumah baru” ya …

    Kalau saya kepingin hidup “pas-pasan” aja. Pas kepingin punya rumah baru, ada rezeki .. pas kepingin punya mobil baru, saldo tabungan cukup .. pas kepingin Canon EOS 30D mas Andress beli dua, yang satu buat saya .. 🙂

  2. i really love rinjani,
    ranu kumbolo-indah banget…
    dah baca 5 cm by donny dirghantoro?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: