Latihan Sabar

Sudah genap 3 bulan aku kerja di lab komputer dan itu berarti 3 bulan pula aku menjalani kehidupan sebagai seorang teknisi kompter (mesti masih amatir) 🙂

Dan selama itu pula, aku menghadapi berbagai macam karakter manusia yang beraneka macam ragamnya. Mulai yang biasa aja, sampe yang banyak tingkahnya. Mulai dari yang sekedar make aja, sampe yang banyak tanya. Dan..kebanyakan adalah anak-anak baru, angkatan 2005 yang aku sendiri aja sampe heran bahwa mereka masih sangat blank tentang komputer.

Aku bisa memaklumi mahasiswa “sepuh alias tua” yang kebingungan dengan operasional komputer, karena memang tidak ada mata kuliah yang terkait dengan komputer di kurikulum lama, pun demikian juga dengan bapak/ibu dosen yang sering bertanya tentang operasional komputer, termasuk tentang penggunaan internet. Namun aku justru heran dengan para mahasiswa baru yang kebingungan dengan operasional komputer.

Dalam persepsiku, semestinya mereka sudah bisa menggunakan komputer, thoh di SMA mereka memakai komputer untuk mengerjakan tugas dan paper mereka, atau bahkan ada yang terbiasa untuk main ke warnet. Tapi ternyata, masih pada kebingungan soal operasional komputer.

Belum lagi tingkah mereka, juga ucapan mereka yang sebenarnya menurutku “kebangetan”. Sudah dikasih harga murah yang ditetapkan oleh tim management lab komputer, tapi masih saja mengeluh dan komentar kalo harga di lab komputer mahal. Biasanya kalo ada yang komentar seperti itu, langsung saja aku timpalin dengan ucapan besok gak usah ke lab lagi aja yah, ngetik aja di trentalan lain biar ngerasakan “murah”. Sebenarnya, kalo sekali dua kali aja seperti itu sih gak masalah, namun setiap hari selalu saja ada keluhan seperti itu dan orangnya ya itu-itu mulu. Asal tau aja, lab komputer direntalkan untuk pengetikan dengan harga hanya 600 perak per jam sedangkan diluaran berkisar 1000 rupiah. Belum lagi akses internet yang hanya 1200 rupiah / jam, sedangkan di warnet sendiri rata-rata 3000 rupiah. Opo rak kebangeten tho, diwenehi murah ngunu isih ra trimo lan ndresulo. Jane kiy, lare-lare kae opo ra ngajeni awake dhewe.

Untungnya aku udah bisa lumayan sabar, sebgai satu-satunya teknisi yang udah lulus membuat waktu luangku menjadi lebih banyak. Dan akhirnya aku lebih sering jaga dibandingkan yang lain, dan kuterima dengan enjoy aja kok

Namun…karena seringnya jaga membuat aku menjadi banyak interaksi sama para user. Dan seperti yang tadi aku bilang diawal, karena pada gaptek semua, sehingga aku sering ngider menuhin panggilan mereka (sampe aku ngerasa jadi cowok panggilan aja, dipanggil orang terus disamperin :D). Dan yang biasanya bikin aku rada gak betah adalah kalo segerombolan mahasiswi yang kebingungan dan aku berada ditengah-tengah mereka. Waduh…aku paling gak betah dalam kondisi seperti itu, karena jangankan banyak orang, dekat dengan satu orang cewek aja aku udah males, ini suruh nanganin ditengah-tengah kumpulan cewek.

Belum lagi mereka seenaknya njawil alias nyentuh tanpa permisi, bisa di pakaian, tangan atau juga pundak. Hey… gini-gini aku masih njaga tentang hijab, tentang sentuhan dan tentang pandangan. Semua kesalahan yang lalu, biarlah berlalu, dan aku coba mulai yang baru. Jadi serba salah juga, karena nyentuh seenaknya

Ah sudahlah….

Belajar ditengah-tengah komunitas heterogen gini ternyata cukup membuat aku sadar bahwa ini hanya dunia kecil, belum kondisi nanti ketika aku terjun ke masyarakat. Namun paling tidak, aku sudah punya persiapan untuk itu.

Segi positifnya aku kerja di lab adalah, Dhuhur sampe Isya ku terjamin untuk sholat berjamaah di masjid, karena lab komputer persis di depan masjid fakultas yang selalu adzan setiap saat. Belum lagi kalo aku tidur di lab yang pastinya Shubuh pun aku akan terbangun.

Efek negatifnya adalah, sering begadang dan badan jadi tambah kurus, untungnya kantin buka sampe jam 9 malem jadi makan mulai terjamin. Udah gitu, aku jadi jarang pulang ke kos, karena biasa tidur di lab. Sampe ada seorang teman ikhwan yang ngolokin aku, kalo istriku ntar kasihan karena ditinggal trs ama suaminya :D……….. Ah teman, becandamu emang keterlaluan, masakan aku lebih betah tidur di lab komp yang dingin dan sepi sedangkan dirumah ada seoarang bidadari yang siap melayani pangerannya, mendingan pulang lagi he3 :P. Namun berhubung masih bujang, ya dinikmatin aja tidur bersama komputer dan juga kebiasaan tidur sehari cuman 4 jam, atau pulang ke kos an menjelang atau sehabis shubuh. Mumpung masih bebas dan gak ada tanggungan 😀

Iklan

2 komentar

  1. laki laki panggilan? :))

    no hp yang bisa dihubungi brapa kang? [sapa tahu butuh]

    **kabuuuuuur**

  2. emg enak jadi bujangan..sya ajuga mumpung masih single total: no husband no boyfriend. jadinya ya kelayapan ajaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: