Ijinkan Aku Mencintaimu

Ijinkan aku memelukmu sekejap saja
Meski hanya melembutkan tangan
Dalam detak nadiku
Yang menyatu bersama angin malam

Ijinkan aku mendekapmu sekali saja
Meski hanya merengkuh dalam dada
Bersama degup jantungku
Yang mengiringi sepinya hari

Ijinkan aku menciummu sekali saja
Meski hanya sekedar keningmu
Dalam kecupan mesraku
Yang langsung kering tersapu angin

Ijinkan aku mencintaimu sekali saja
Meski hanya dalam alam bawah sadar
Dalam alunan mimpiku
Dan aku tetap mencintaimu

Iklan

12 komentar

  1. Wa’alaikumsalam….nggak apa2 kok:) wah ini ya rumah barunya, maaf ya link belum diganti Insya Allah nanti ya (padahal udah baca di milis) ikut sedih ya, tapi Insya Allah semua ada hikmahnya kan:) tetep semangat ya:)

  2. turut berduka cita atas….hiks hiks.

  3. Liat rumah baru ah…

    moga-moga ga kehilangan lagi yach:)

  4. hhmm..not bad rumah barunya..btw segitu cintanyakah ndres??

  5. Eh, koq blognya agak kuarang ng’andres’ yo? its to bright for your colour! :D. Akhirnya ane bener2 yakin dengan citra maya ane tentang wajah antum! tapi itu cukup hebat lho, biasanya ane gak mudah nginget wajah orang lain lho! kecuali bener2 spesial, misal wajah yang bener2 serem, bener2 cuantik, bener2 guanteng ato bener2 ueelek! (hehehe ampun dados gerahing penggalih lho dimas!)
    Akh, antum kenal Rudi yang dari Malang gak? HUkum Unej dia! kalo kenal titip salam ya!

  6. ida = iyya dek….rumah baru ku..slam buat ponakan yah 🙂
    tyka = ucapan belasungkawanya diterima 🙂
    arif = matur nuwun 😀
    irma = hihihi….ada aja..mau tau aja sih uni ini
    zampoerno = lhah..wes iling tho??

  7. iihh..puisinya..erotis..hahaha

  8. ok, saya izinkan

  9. Menyimak puisi anda saya jadi teringat sajaknya Sapardi Djoko Damono

    Ijinkan aku mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat terucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    ijinkan aku mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak tersampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

  10. Semoga segera dapat gantinya ya….

  11. sajauh angin bertiup sajauh air mengalir
    sejauh itu hati ku berkelana Hampa
    seakan tiada tempat bermuara
    seakan tiada waktu yang mananti

    aku ingin berteriak
    di tengah keheningan malam
    aku ingin menangis
    di keramaian dan kemegahan kota

    siapakah yang memahami ku
    siapakah yang bersedia mencintaiku
    aku hanya membutuhkan cinta yang tulus
    najis bagiku dusta menyelimuti cinta

    aku… adalah sang pencinta
    yang tidak mengenal di cintai
    ketulusan cinta tak pernah ku kecup
    mungkin cinta hanya memberi

    yah… memberi cinta lebih mulia
    dari pada menerima cinta
    karena cinta murni telah langka
    cinta tulus ku nanti sepanjang masa

  12. Ijinkan aku memelukmu sekejap saja
    Meski hanya melembutkan tangan
    Dalam detak nadiku
    Yang menyatu bersama angin malam

    Ijinkan aku mendekapmu sekali saja
    Meski hanya merengkuh dalam dada
    Bersama degup jantungku
    Yang mengiringi sepinya hari

    Ijinkan aku menciummu sekali saja
    Meski hanya sekedar keningmu
    Dalam kecupan mesraku
    Yang langsung kering tersapu angin

    Ijinkan aku mencintaimu sekali saja
    Meski hanya dalam alam bawah sadar
    Dalam alunan mimpiku
    Dan aku tetap mencintaimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: