Sepele emang..namun kita sering melupakan hal tersebut

Kita mungkin bangga atau cukup senang jika di layar atau LCD HP kita menampilkan gambar kaligrafi atau lafaadz “Allah” atau juga potongan ayat di dalam Al Quran. Atau pun juga kita biasa mendownload lagu shalawat, atau nasyid yang mengagungkan kebesaran Allah Gak ada yang salah dengan itu semua, bahkan bagus sekali kok. Bisa menjadi suatu pertanda bahwa anda adalah orang yang gemar dengan nuansa keislaman. Atau malah lagu dan logo/screen saver itu bisa menjadi pembuka jalan bagi anda untuk bertemu dengan saudara seiman anda sewaktu berada di kendaraan umum semisal bis kota ataupun kereta. Seperti kejadian yang pernah aku alamin waktu tahun 2004 awal ketika aku dalam perjalanan dari Yogya menuju Solo menggunakan bus setelah ada beberapa keperluan di Yogya.

Saat itu disampingku duduk seorang “akhwat” yang dengan santun mengajakku berbicara dan ngobrol. Mungkin saat itu melihat bajuku yang lagi rapi jali (sueer….kalo orang jawabilang ngepasi, karena biasanya aku pake baju yang gak karuan bentuknya) dan ditambah jenggot tipis yang baru beberapa hari sebelumnya aku cukur biar tampak rapi. Itu akhwat pertama tanya-tanya tentang kuliah dan aktifitasnya. Aku hanya jawab seadanya, karena males dan jaga jarak aja karena aku sempat melihat gantungan kunci KAMMI di tas nya.

Pertanyaannya kemudian menjurus tentang hal kepartaian dan juga dakwah. Maklum aja, masa itu emang masa menjelang persiapan pemilu dan juga sosialisasi sebuah partai dakwah yang mana aku juga terlibat didalamnya (Aku gak malu dan gak akan nutupin bahwa partaiku itu PKS). Dan lagi-lagi aku hanya menjawab seadanya, karena aku saat itu sedang capek banget dan juga gak mood. Dan….tiba-tiba HP ku pun berbunyi dengan kencangnya, mengeluarkan nada dering sebuah “mars” dari partaiku itu, dan serta merta langsung aku merogoh kantung celana ku buat ngambil HP ku itu. Langsung dapat aku lihat adanya perubahan air muka dari si akhwat ini. Bagaimana tidak, kalo saja dia tahu bahwa orang diajak bicara sama dia dari tadi adalah seorang mantan Ketua Komisariat sekaligus penanggungjawab sebuah kecamatan di DP II Pemilihan Daerah Jember.

Sungguh, aku mengabaikan yang dia bicarakan bukan karena ingin mempermainkan dia, atau pula mengaggap remeh, justru aku simpatik dengan yang dia bicarakan, dengan semangat dan ghiroh yang dia punya. Dan, untuk menjaga perasaannya pula, saat itu aku ngajak discuss dia setelah dia tahu kalo aku adalah seorang “ikhwan”.

Aku sengaja tidak meminta nomor HP nya, atau mencari tahu siapa namanya, bukan karena gak suka atau pula karena tidak peduli, namun biarlah nanti jika waktu memungkinkan semoga bisa bertemu kembali di Surga-Nya.

Atau, pengalaman lainku, ketika naik bis dari Jakarta, pulang ke wonogiri, saat itu seorang disampingku. Melihat screensaverku yang terpasang lafadz Allah dengan manisnya, membuat dia langsung mengucapkan salam dan menyapaku, dan “menuduh” aku orang PKS. Dan ternyata dia sendiri adalah simpatisan dari PKS wilayah Kebayoran Lama, ah mas Dedi, semoga nanti kita dipertemukan oleh Allah kembali di Jannah-Nya.

Namun….dibalik semua segi positif tersebut, sebenarnya ada sebuah “resiko” yang senantiasa menyertai pemilik HP yang memiliki screensaver lafadz Allah, ataupun potongan ayat di Quran. Tiada lain dan tiada bukan adalah kebiasaan anda semua pergi ke kamar kecil. Tanpa anda sadari, anda sering membawa barang pribadi anda seperti dompet, jam tangan, tissu, bahkan sampai HP segala ke kamar mandi, terlebih jika anda berada di kantor, rumah suudara, restoram, warung atau bahkan sedang dalam perjalanan didalam bus atau kereta api yang memiliki fasilitas kamar mandi. Dan serta merta, HP anda yang bertuliskan lafadz Allah atau juga nasyid yang menyenandungkan shalawat atau juga kebesaran Allah juga akan “terkontaminasi” dengan suasana kamar mandi. Sedangkan ada larangan untuk membawa segala yang bernamakan Allah juga surat dalam Al Quran ke dalam kamar mandi karena kamar mandi adalah tempat yang kotor dan penuh dengan kenajisan.

Kita sering tidak menyadarinya, pun termasuk aku. Dulu aku sering tidak menyadari bahwa screen saverku bertuliskan Allah. Demikian pula diwaktu lain, tanpa sengaja HP ku itu terbawa ke kamar mandi dan ada sms masuk yang mana nada deringnya adalah nada sholawatan.

Memang, bisa aja screensaver anda dirubah dulu ke gambar lain, atau nada deringnya disilentkan alias bisu. Atau malah HP nya di non aktifkan sekalian. Tapi menurut ku itu sama aja, karena pada intinya ada tulisan Allah dan juga nada dering sejenis di dalam memori HP tersebut.

Dari situ, akhirnyaaku menghapus semua screen saver di HP ku yang bertuliskan lafadz Allah, juga potongan ayat dalam Al Quran, juga nada dering yang aku khawatirkan nanti juga akan terkena imbasnya 🙂

Walau sebenarnya, HP kesayanganku itu jarang aku gembol kemana-mana, soalnya ukurannya yang gede membuat males ngantongin, akhirnya terbiasakanlah N7650 ku itu tersimpan manis di laci meja admin sekaligus meja kerjaku. Sepele emang, tapi sering kita lupakan hal itu

Iklan

8 komentar

  1. iye juga seh..tapi selama ini kalo mo masuk toilet umum (iyalah, ngapain juga bawa2 hp ke toilet kalo di rumah sendiri) biasanya selalu nitipin ALL Things yang ada lafadz arab dan sejenisnya ketemen coz jarang jalan sendirian…
    And kalo sms yang isinya doa/taujih/dsb gimana ya?

  2. Pertanyaan:

    Ass.Wr.Wb.

    Saya memiliki PDA (personal digital assistant) yang memiliki sofware azan dan qur’an.
    Kadang saya membawa PDA ini ke kamar kecil jika sedang buru-buru atau tidak bisa menitipkannya pada orang lain.

    Apakah ini haram? bagaimana adab semestinya? terima kasih.

    Jazakallah khairan katsira..

    Wassalam,
    Muhammad

    MUhammad Arfan

    Jawaban:

    Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

    Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

    Perangkat elektronik semacam PDA secara pisik dan secara hukum memang berbeda dengan mushaf Al-Quran Al-Karim. Bukti sederhananya, kalau Anda menunjukkan sebuah mushaf kepada teman-teman Anda dan bertanya,�Benda apakah ini ?�, maka mereka dengan cepat akan menyebut mushaf. Tapi kalau sebuah PDA Anda acungkan kepada mereka, maka mereka akan menyebut PDA, bukan mushaf.

    Ini adalah pancangan secara pisik yang membedakan antara PDA dan mushaf.
    Begitu juga bila yang Anda acungkan adalah sebuah CD Program Al-Quran 30 dan tafsirnya, maka mereka tidak akan menyebutnya sebagai mushaf, tapi mereka akan katakan bahwa benda itu adalah sebuah CD. Lepas dari apa isinya. Sama juga kasusnya dengan kaset audio yang isinya murattal Al-Quran Al-Karim.

    Jadi PDA, keping CD atau kaset murattal Al-Quran Al-Karim, semuanya adalah media dimana di dalamnya tersimpan sebuah program data data. Program dan data ini tidak bisa muncul tanpa alat (hardware) untuk menjalankannya. Bila dilakukan serangkaian tindakan seperti memencet tombal dan sebagainya, barulah isinya bisa diperlihatkan. Namun tetap saja semua itu sifatnya virtual, artinya bukan berujud benda aslinya.

    Berbeda dengan mushaf Al-Quran Al-Karim yang berbentuk lembaran kertas. Pada lembaran kertas itu tertulis ayat-ayat dalam huruf arab berupa firman Allah SWT yang suci. Di masa Rasulullah SAW, tulisan-tulisan itu terkadang ditulis di atas tulang, pelepah kurma, kulit binatang dan media lainnya. Dan semua itu memang disucikan dan dimuliakan sebagai benda yang oleh sebagian ulama tidak boleh disentuh kecuali dalam keadaan berwudhu�. Begitu juga ulama memandang bahwa tulisan ayat Al-Quran Al-Karim itu tidak boleh dibaca ke tempat kotor, najis atau ke daerah musuh yang dikhawatirkan akan dihinakan.

    Sedangkan program dan data yang bersemayam di dalam memori sebuah PDA, keping CD atau pita kaset, lebih merupakan data memori digital atau analog. Bukan berbentuk tulisan dan lembaran yang disucikan. Kalau kita sejajarkan, maka data Al-Quran Al-Karim dalam perangkat elektronik itu sama dengan memori ingatan manusia yang hafal Al-Quran Al-Karim di dalam otaknya. Sebagaimana kita ketahui bahwa bila seseorang menghafal Al-Quran Al-Karim, maka di dalam memori otaknya ada data Al-Quran Al-Karim. Data itu bersemayam di dalam otak dan tidak disebut mushaf, bukan ?.

    Namun bila seseorang di dalam WC, diharamkan untuk menampilkan data itu dalam bentuk suara. Artinya, di dalam WC kita diharamkan untuk melantunkan ayat-ayat Al-Quran Al-Karim dalam bentuk suara, meski sebenarnya data itu ada dalam otak kita. Dan kita tidak harus menghilangkan memori Al-Quran Al-Karim di dalam otak ketika masuk WC. Artinya ketika di dalam WC, memori itu sebenarnya ada, tapi tidak diaktifkan atau tidak dimainkan. Jadi yang haram adalah mengaktifkannya.

    Kalau di dalam WC Anda �terpaksa� harus bawa PDA, maka tidak boleh menghidupkan program Al-Quran Al-Karim. Juga tidak boleh memutar MP3 ayat Al-Quran Al-Karim, termasuk tidak boleh menyetel kaset murattal di dalamnya. Namun bila memori itu tidak diaktifkan, maka pada dasarnya tidak ada larangan.

    Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
    Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

    http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/6316

  3. kang, kadang kalo di KmrMandi sendirian (maap bukan porno), akyu suka takut hantu, trus dalam hati baca doa bole gak ya?

    walah, ketephak’an akyu dak punya screensaver bernuansa islami, po maneh lagu. tapi aku ada ngesave doa di outbox messageku.

    HIDUP PKS..!

    NB: sudah akyu ganti alamatmu dgn yg baru.

  4. hmmm, emang klo ke ladies/gents bawa2 hp gitu ? 😀
    klo aku ambil hikmahnya, klo lagi bengong, n perjalanan jauh,
    paling seru liat kaligrafi2 di hp…
    lagian, setiap saat keinget Dia, klo screen saver kita bertuliskan namaNya,
    but tiap orang kan beda ya ?
    so…u have to decide by ur self

  5. bilang aja mo pamer hengpon baru..//cuek

    //cemplungin Hengponnya kang pecel ke gelas

    //puas…

    gak deeeeeeeng bcandaaaaaaa…iya..iya…agreee ma postinganmu

    //baca ulang

  6. hayyyo ngakuuu…. hp anyar ya…..??? Numpang foto po’o?

  7. Adakah dalil yang melarang membawa tulisan “Allah” ke dalam WC atau kamar mandi? Kalau ada, apa sajakah batasan-batasannya?

  8. ada yang punya murottal thaha al Junayd tidak….? butuh nih… enak sih suaranya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: