0 Centimeter

Entah kenapa, aku tetap merasa lebih nyaman dengan model botak gini, dengan potongan rambut 0 centimeter alias emang gak ada rambut sama sekali. Sudah 3 bulan ini sebenarnya rambutku memanjang dan mulai berombak gak beraturan (emang aslinya rambutnya keriting kok :P). Dan aku sengaja membiarkan aja, selain lagi males ngurusin penampilan (enaknya jadi bujangan, gak ada yang protes kalo penampilan acak-acakan he he he :D) juga emang kebiasaanku untuk potong rambut pas pulang ke Wonogiri.

Kenapa sih mesti potong rambut ke Wonogiri, males aja potong rambut di Jember, itu jawabannya. Terlebih, aku terbiasa potong rambut sama mas Joko, langgananku semenjak SMA, dan saking akrabnya sama mas Joko jadi tanpa aku minta, dia udah tau model apa yang aku inginkan. (Lha iyalah, soalnya modelnya cuman satu, Plontos alias botak :P)

Kenapa mesti botak???

  1. Aku orangnya sembrono, sering lupa keramas tiap hari, apalagi aku tipikal orang yang cepat kalo mandi, jadinya kadang lupa mesti shampoan segala

  2. Karena rambutku keriting, pernah semasa SMP dan SMA rambutku sampai sebatas bahu, dan bahkan waktu kuliah dan habis KKN rambut keritingku menjadi trade mark nya satu posko karena panjang dan gondrong, dan mudah dikenali karena Kordes (koordinator desa.red) nya Gondrong. Karena keriting itu pula, kalo panjang membuat susah diatur dan juga mudah berantakan, dan tentunya malah kayak preman pasar atau pemain band. Emang sih, dulu pernah ngeband, tapi sebenarnya khan gak mesti gondrong??

  3. Karena wajahku lebih "bersih". Dengan gak adanya rambut, otomatis jadi gak kelihatan kumal lagi, palagi khan kulitku emang dasarnya item, jadi bisa lebih terang dan jelas kalo rambutnya rapi, nah…..kalo gak ada rambutnya…khan jadi lebih jelas lagi (hihihi…teori yang ngasal niy :P)

  4. Efektif dan efisien, yang pastilah, karena hemat shampoo, waktu untuk nyisir dan juga bercermin dulu (ps…aku itu orang yang males bercermin)

Tapi…..meski begitu ada pula yang suka usil dan gak suka kalo aku botak, dengan alasan diantaranya

  1. Mempertegas garis "keras" di wajahku, yang membuat aku kelihatan lebih garang dan galak dari biasanya. Emang sih, dengan botak gini, seseorang emang terlihat lebih galak

  2. Mengesankan kriminal, karena biasanya yang dicukur gundul khan adalah narapidana yang baru ketangkep dan dimasukkan ke sel tahanan.

  3. Gak ada yang bisa dijadikan mainan (no comment kalo ini)

Whateverlah dengan semua itu, yang pasti aku tetap merasa lebih nyaman dengan ringnnya kepalaku tanpa rambut. Dan walau dulu tetap ada yang lebih suka aku menumbuhkan rambut, tapi sementara, enaknya emang botak dulu aja. Lagian, dosen waliku sendiri sempat berkomentar, kalo aku itu pencipta trademark botak di kampus, karena habis itu beliau dan beberapa dosen lain, juga mahasiswa lainnya juga ngikut botak kayak aku 😀

piss ah….selama masih baik dilakukan, kenapa tidak, walau aslinya….aku botak pun karena kata seorang teman disebabkan "desperate heart" 😀

*********************

ps buat Om Gembul, sekarang saya botak lagi om 😛

Iklan

5 komentar

  1. awas klo tar numbuh bbrp centi…!!
    bisa2 jadi kriteria ade tuh… hihihihi…
    btw, mnurutqu sih ‘pria2’ botak emang terkesan lebih rapih 😀

  2. gundul?? mirip si ANother-Balung donk…hehehe.
    I always like man with shortcut-hairdo. Lebih seger, kayak jeruk (lho?)

  3. cepak itu nyaman lik !

  4. kayaknya tadi gue ngetik gini “”Arrrgggggh ada TUYUL ngeblog!!”” kok ilang ya

    sentimen ya situ 😛

  5. gundul is sexy?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: