In Another Story (again) about “Geli” (Ending Sebuah Episode)

Sebenarnya…. aku sendiri sudah capek juga berselisih. Kalo kata adekku ini, aku ini suka banget ngebuang energi yang gak kepake buat “berantem” sama orang-orang terdekatku, orang-orang yang ada di “ring 1” yang semestinya mereka memahamin karakterku, juga sifatku, walau semestinya juga justru aku lebih “memperhatikan” mereka dibandingkan yang lain

Kalo kata adekku ini (lagi), aku itu kayak anak kecil, mudah meledak emosinya, terlebih kalo udah dalam keadaan tertekan dan kepepet. Pas kapan hari aku lagi dalam fase puncak kejengkelan terhadap banyak orang, aku malah ngamuk-ngamuk gak jelas ketika dia SMS. eh gak tahunya malah dia ketawa-ketawa karena ada yang “lucu” dengan diriku. Dia bilang, mekanisme pertahanan diriku lucu, soalnya malah tidak mau menerima pendapat orang lain, kayak anak kecil (Mentang-mentang dia sekarang lagi masuk “jiwa” jadinya ngerasa sok tau psikologis orang :D). Malah ketika aku ngebalas SMS nya, dia udah nebak apa yang bakalan aku tulis (dasar gendut :D).

Demikian pula yang semalem ditulis adekku (yang lain) dalam SMS nya, dia muak dengan adanya kebencian dan pertentangan didalam blogku, konflik yang terjadi diantara dua orang yang semestinya tidak terjadi. Dan semalem, hal itu benar-bnar aku pikirkan lagi lebih dalam

Tapi sebenarnya, tetap ada rasa bersalah didalam hatiku dengan kondisi seperti ini, yang kalo boleh aku bilang, hari ini dapat sedikit nasehat dari Om Gembul, Temen diskus ku yang kalo lagi “waras” sebenarnya baik banget, tapi seringnya kok ngejek aku mulu yah kesehariannya he he he he …(piss Om..no offense yah :P). Kalo Om Gembul bilang, masak sesama “ikhwah” berantem” sih, kudu segera diselesaikan, bahkan terlepas sapa yang salah, kalo nyadar bahwa gak baik berselisih dan mendiamkan sodaranya, ya duluan minta maaf (eh..ini statemennya “mas” ku, bukan Om Gembul). Jadi pada intinya ya..tetep aja gak baik berselisih pendapat kayak gini.

Walau…. ada yang kemudian menjustifikasi aku sebagai “orang yang tidak jelas“, yah…sabar aja deh sepertinya karena itu yang lebih baik. Bukan karena tidak mau bereaksi, karena tadi pagi ketika sempat ngebaca itu, senti tensi darahku langsung naek kembali, meski makin siang bisa aku redam, dan menganggap itu hanya ucapan seorang “anak kecil yang terperangkap di tubuh manusia 26 tahun“. Jadi….ya sudahlah..buat apa juga diingat

So…., kalo emang mesti lewat cara publik…. Baiklah…..

Wahai sodaraku (kalopun masih dianggap sodara), please forgive me, semua kesalahan yang pernah aku lakukan. Dan..kalo emang mesti kita ada di dunia masing-masing, semoga bukan atas kebencian dan rasa tidak saling menghargai antar sesama.

Akhirnya……lega…. sedikit melepas beban dihati 🙂

Iklan

6 komentar

  1. kamu ngga jelas yo kang? emang gitu? hmmm… menurutku iyah! ^^ (jujur sekali). lah, sapa coba yang jelas di dunia ini? wong mutlak itu cuma Tuhan, yg lainnya relatif, ngga jelas. ah, sudahlah, ngga usah sibuk mikir jelas apa nggak. kalo dengan ketidakjelasan kita, kita bikin orang lain dan diri kita sendiri bahagia, dan tidak menyalahi Tuhan, apa salahnya?

  2. Nah..gitu donk..Damaaaaaiii…. Btw konflik itu cuman ngabis2in effort, energi, dan pikiran aja 🙂 *based on true story*

  3. semakin botak, ente semakin bijaksana aza, Bung!!

  4. Aku gak pernah benar2 marah ke kamu. Tapi selama ini yang bikin aku gak terima, adalah kamu sering sekali berprasangka. Baik itu ke aku maupun ke teman2 mu yang lainnya. Aku capek dengan PRASANGKA yang kamu punya. Itulah kenapa, aku gak mau menanggapi semua usahamu (via imel, dan offline message) secara personal lewat JAPRI, karena aku cukup mengenal kamu yang begitu sulit untuk mendengarkan masukan dan pendapat dari orang lain, apalagi yang sedang berkonflik denganmu. Dan aku pikir..ya sudahlah..Aku sudah memaafkan dirimu, semenjak kau melakukannya..Tapi, biar bagaimanapun, hanya waktu yang bisa menyembuhkan kekecewaan yang pernah terbersit itu…Diam itu, bukan aku mau memutuskan silaturahmi, tapi diam itu adalah waktu untuk aku berintrospeksi..dan satu lagi, aku gak pernah tulis komentar tanpa nama di blogmu. Aku mungkin sering pakai nick “ur sist”, tapi itu dulu di ‘rumah’mu yang lama…
    i think that’s all, semoga Allah mengampuni semua khilaf kita…

  5. wah..klo kmu lg marah aku gak mau deket2 dulu ach! takut kena sasaran.. 😀

  6. nah, gitu dong. baikan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: