Aku Akan Menikahinya, Meski…….

Jujur aja, aku sampai mengernyitkan dahiku beberapa tahun lalu ketika seorang sahabat ikhwan ku mengatakan hal yang membuat ku heran. Dia berkata kepadaku, "Aku akan menikahinya, meski aku harus ribuan kali melamarnya sampai dia bisa menjadi istriku"

Dulu aku tidak terlalu ambil pusing dengan statemen itu, terlebih juga aku orangnya emang gak terlalu suka "diatur-atur" dan "terikat'. Meski sebenarnya aturan itu digunakan untuk kebaikan kita juga, serta berguna untuk menjaga kita dari banyaknya penyakit hati dan juga masalah-masalah yang akan muncul di kemudian hari nanti

Sampai akhirnya, aku sendiri menemukan banyak cerita yang terkait dengan statemen yang dilontarkan temanku diatas. Bahwa ternyata, kembali lagi kita hanya manusia lemah yang mempunyai rasa dan perasaan serta kehendak untuk memiliki seseorang yang kita anggap berarti bagi kita.

Kalo saja kita menyadari, bahwa sesungguhnya rahasia Allah itu sangatlah indah kita dapatkan, bahkan terkadang kita tidak menduga apa yang akan kita terima dalam hidup ini sebenarnya merupakan hasil dari apa yang kita lakukan selama ini. Dan juga kita tak menyadari, bahwa yang kita inginkan itu sebenarnya "dekat" dengan diri kita. Kita lah yang terkadang gak peduli dan buta dengan itu semua dan dengan sombong dan angkuhnya meminta sesuatu yang dengan kekerasan hati kita untuk meminta agar dapat menjadi milik kita.

Aku pun sempat menjadi makhluk "angkuh", dengan sombongnya meminta sesuatu yang belum pasti akan aku miliki, dan ketika kehilangannya aku menjadi limbung dan gak tahu arah. Di sisi lain, aku pun melihat ada juga yang dengan angkuhnya, meminta sesuatu yang juga belum pasti akan bisa dimiliki dan meski lewat berbagai cara, masih berusaha sampai yang di inginkan tercapai

Jadi ingat, cerita seorang kawan. Ketika dia mengharapkan seseorang yang dia inginkan untuk menjadi pendamping hidupnya, dan disaat pula seseorang itu justru mengeluarkan pernyataan bahwa dia memilih orang lain sebagai pendamping hidupnya. Sedangkan proses untuk memilih orang lain itu masih jauh, bahkan sangat panjang jalan yang harus ditempuh.

Atau, ada juga sebuah cerita yang aku tahu, ketika ada seorang wanita yang sekian lama menunggu hadirnya laki-laki yang telah mengikat hati dengannya, namun belum juga ada keseriusan untuk melangkah ke arah selanjutnya yaitu pernikahan. Sedangkan disisi lain, si wanita ini juga sudah menginginkan adanya komitmen tingkat lanjut, padahal dari si pria, masih ada aja halangannya.

Tidak salah memang, karena itu adalah pilihan dalam hidup. Meski demikian, mungkin saja dalam hati kita akan muncul "keangkuhan" bahwa kita akan dapat memiliki seseorang yang kita inginkan itu, untuk menjadi pendamping hidup kita. Dan ketika rasa angkuh itu sudah mendominasi hati, apakah akan menjadikan kita sebagai insan yang takabur didepan Sang Pencipta kita?

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Al-Baqarah : 216)

Dan lagi-lagi ayat ini yang mengingatkan ku untuk menerima semua yang terjadi dalam diri ini. Baik suka ataupun duka , manis maupun pahit. Dan sebagai manusia adalah sepatutnya kita tunduk kepada ketentuan Sang Pencipta kita.

Jadi…. mengapa kita mesti repot-repot untuk mencoba ribuan kali melamar seorang wanita yang kita cintai, jika ternyata Allah sudah menggariskan kita untuk cukup sekali aja melamar seorang wanita yang akan menjadi istri kita. 

Iklan

7 komentar

  1. hmm…… *ngeloyor pergi sambil mikir2 soal postingan ini*

  2. hiks…hiks…*bareng dhia ngeloyor sambil mikir aku-kah wanita itu :(*

  3. hiks…hiks…*bareng dhia ngeloyor sambil mikir aku-kah wanita itu :p*

  4. hmmm…segitunya ya klo ikhwan dah punya keinginan
    duh, sayangnya dia berhadapan dengan orang yang setipe
    klo gak ya gak 😀
    hehehehe

    yup, agree dengan ayat cinta diatas
    Allah pasti memberi dan memilihkan yang terbaik buat kita
    meski prosesnya harus ada sakit hati dan luka

    dan ketahuilah wahai ikhwan,
    masih banyak koq janda2 kaya 😀
    hihihii
    jujur aja, masih questioning da reason why do a man try to propose woman thousand times even there is always NO answer !!!

  5. Jadi…. mengapa kita mesti repot-repot untuk mencoba ribuan kali melamar seorang wanita yang kita cintai, jika ternyata Allah sudah menggariskan kita untuk cukup sekali aja melamar seorang wanita yang akan menjadi istri kita.

    Asumsi atau fakta? Piye kang?

  6. Tulisan ini bagus sekali…dalem maknanya…

    Makasih yaa udah diingatkan 🙂

  7. Hm… mau ngomong apa ya?
    Habis bingung, kok bisa gitu ya?

    Enakan ilangin feeling apapun dalam hati sebelum sampai ke akad nikah.
    Kalo jadi ya syukur … kalo nggak ya nggak apa-apa. Nothing to lose aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: