Hard Reading

Membaca. Itu adalah sebuah kegiatan yang sangat aku gemari, disaat sibuk ataupun disaat lagi senggang. Entah udah berapa buku yang telah aku beli, hanya sekedar untuk memuaskan keinginanku untuk membaca. Juga berapa buku yang aku pinjam buat menambah pengetahuan ku. Tapi jujur aja, aku paling malas baca buku kuliah, entah kenapa, menjenuhkan. Kalo gak karena skripsi dan juga mesti wisuda tahun ini pula (kalo gak kena DO) aku gak bakalan deh ke perpus kampus buat minjem literatur dan refernesi buat membahas analisa data penelitian

Terlepas dari itu, membaca adalah sebuah kegiatan yang sebenarnya lebih baik dari pada sekedar jalan, shopping, cuci mata, atau malah maen ke mall dengan tujuan gak jelas. Jujur aja, dengan membaca aku jadi males nonton TV, jadi males keluar di siang hari (takut tambah item, padahal aslinya emang item legam :D) dan sebagainya. Dan satu lagi, jadi nambah ilmu.

Dari sekian buku yang pernah aku baca, ada satu buku yang sebenarnya bagiku "istimewa" walaupun bagi orang lain buku itu mungkin biasa. Buku karangan Michael H. Hart yang berjudul (saya lupa judulnya) 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia. Kenapa aku terkesan dengan buku tersebut, karena sang penulis menempatkan Rasulullah Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh dalam peradaban manusia. Tidak ada yang mampu menyainginya bahkan termasuk Jesus The Christ yang di tempatkan di urutan ke 3 setelah Sir Isaac Newton. Sebuah pengakuan yang fantastis dimana sang penulis sendiri bukan seorang muslim. Mungkin bagi anda semua adalah hal yang biasa, tapi tahukah anda bahwa aku udah membaca buku itu saat aku masih kelas 4 SD dan langsung membuat aku terkagum kepada analisa dan pengakuan dari sang penulis. Sebuah pengakuan yang dilakukan oleh seorang anak berusia 10 tahun.

Saat kuliah aku kemudian memfavoritkan buku Karen Amstrong, seorang Filosof Inggris yang mempelajari Islam, Kristen dan Yahudi seumur hidupnya. Terlahir dalam lingkungan Katholik yang taat dan menjadi seorang biarawati. Buku yang dimaksud adalah "Berperang atas Nama Tuhan". Sebuah buku yang mengupas rangkaian bentuk terorisme yang di stigmakan kaum barat kepada masyarakat muslim, ataupun gerakan radikalisme yang dilakukan oleh agama selain Islam. Meskipun pada beberapa bagian aku masih menganggap rancu (wajar, karena dia bukan seorang muslim) namun aku masih beranggapan buku ini cukup fair dan mudah dipahami untuk mengerti tindakan jihad dan pergerakan dengan bentuk radikalisme dalam keagamaan.

Ada buku lain yang menjadi buku yang aku anggap cukup bagus. Al Ikhwan Al Muslimun, Anugerah Allah yang Terdzalimi. Sebuah buku yang merupakan "pembelaan" atas banyaknya tuduhan miring yang dialamatkan kepada gerakan Ikhwanul Muslimin. Buku ini menjawab banyaknya tuduhan dan fitnah yang diberikan kepada gerakan maupun tokoh ikhwah seperti Imam Syahid Hasan Al Banna, Ust Sayyid Quthb juga Yusuf Qorodhowi dan masih banyak lagi. Sebuah penilaian dan fitnah yang kejam terhadp para tokoh yang sholih dan bersih ini. Dan dibuku ini, menjawab tuntas semua tuduhan tersebut.

Dulu, aku sempat tergila-gila dengan "Catatan Seorang Demonstran" nya Soe Hoe Gie, pasti anda semua udah tahu dan bahkan sampai difilm kan segala. Ada kemiripan antara aku dan Gie adalah, kami sama-sama menyukai alam dan menulis puisi dalam kesunyian. Kami sama-sama aktifis yang juga menyukai sastra. Bedanya kalo Gie emang kuliah di Sastra sedangkan aku di Pertanian

Dan, buku terakhir yang aku baca (aku malu mengakuinya), adalah Ayat-ayat Cinta. Kalo tidak dikirimin oleh seorang adek ku di Palembang sana, mungkin aku gak akan pernah baca Novel ini. Asal anda semua tahu, aku itu malas ngebaca buku ginian. Buku yang katanya Best Seller, dan disukai banyak orang, walau buatku terlepas dengan banyaknya nilai dan hikmah yang bisa diambil, buku ini tak lebih seperti sebuah roman yang mungkin gak akan pernah kita jumpai dalam kehidupan ini. Awal cerita sampai pada konflik sebenarnya cukup baik, hanya dengan "keterpaksaan" untuk menikah dengan Maryam atau Maria, maka cerita seakan menjadi (maaf, kepada penulis) HAMBAR. Tapi terlepas akan itu semua, buku ini emang cukup bagus sebenarnya.

Ada sebuah buku yang aku lupa judulnya. Buku ini aku baca ketika aku masih kelas 6 SD, sekitar umur 12 tahun. Buku ini (saya lupa judulnya apa), mengupas tentang beraneka ragam peninggalan di muka bumi yang berupa bangunan besar. Dan buku ini, menduga bahwa bangunan itu didirikan oleh makhluk angkasa luar atau yang biasa disebut UFO. Ada beberapa argumen dan fakta yang diajukan, termasuk relief atau ornamen kuno yang menggambarkan "makhluk asing". Entah kemana lagi buku ini, aku gak tahu. Mungkin ada diantara anda yang tahu?

Tapi diantara semua buku itu, tiadalah guna ilmu yang anda punya jika anda lupa membaca The Holy Quran al Karim setiap harinya. karena disitulah tuntunan suci kita berasal. So…ingatlah kata pertama saat Quran diwahyukan kepada rasul..BACALAH!!!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: