Dua Sisi Berbeda (1)

Tegap lebih baik dari pada bungkuk

Tapi MENUNDUK lebih baik daripada MEMBUSUNG

Itu adalah sebuah "kado" dari seseorang yang entah siapa aku dapatkan sewaktu aku menjadi seorang "senior" di SMA. Saat itu aku kelas 2, so bisa jadi itu dari teman seangkatanku atau juga bisa jadi adalah kakakku di kelas 3. Aku menutup kemungkinan itu adalah para junior karena gak mungkin, soalnya yang ngasih itu adalah seorang junior yang pada saat itu jadi "bahan garapan" para senior.

Okelah, tidak perlu kita bahas siapa yang memberi hadiah itu, tapi kita lebih fokus pada isi dan muatan dari tulisan tersebut. Sebuah nasehat yang sebenarnya sangat baik, bahwa kita ini sebagai manusia, memang mempunyai sifat yang bangga akan diirnya sendiri, dan pada level tertentu kebanggan pada dirinya itu bisa berubah menjadi sebuah kesombongan dan ketakaburan.

Mungkin kita tidak sadar bahwa dalam kehidupan, ada sebuah keseimbangan antara dua sisi kehidupan yaitu kasih sayang dan kebencian.Yang aku maksudkan keseimbangan ini, bukan berarti keberadaan yang sama pada dua sisinya, namun adanya kekuatan untuk saling mempengaruhi dari positif dan sisi negatif tersebut. Ketika dua sisi itu mengalami tingkat yang sama, maka ada sebuah saat dimana adanya "kejenuhan". Dan ketika kejenuhan itu datang, maka rasa kebencian akan mulai menunjukkan dominasinya.

Sekarang kita lupakan sejenak tentang rasa benci dan sayang itu. Tapi kita kembali pada hal kesombongan itu tadi. Kadang, kita tidak menyadari bahwa yang kita lakukan, dan itu berhasil membuat kita menjadi "besar kepala". Kita sering merasa bahwa karena usaha kita, juga karena adanya kita maka semua bisa terlaksana. Kita sering lupa, bahwa kita itu hanyalah sarana semata. Segala kesuksesan dan keberhasilan itu semua bersumber dari Allah dan kita bukanlah sapa-sapa tanpa-Nya.

Lalu….ketika kita sudah dihadapkan pada fakta demikian, masihkah kita akan sombong akan segala yang kita miliki? Masihkah kita menganggap remeh yang ada pada diri setiap orang? Akankah kita merasa lebih baik dari orang lain??

Iklan

2 komentar

  1. percaya ato tidak, ini adalah penyakit yang paling susah di lawan. orang yang baik berkurang kebaikannya karena ini. dalam segala aspek kehidupan yang namanya sifat sombong ini teruss saja menjadi bayang2 kita. bahkan dalam hal beribadah… apakah pantas wong beribadah kok ada sombongnya. ketika mengaji misalnya, apa bener niatnya lillahita’alah… atau ada fikiran “wahh kalo si dia dengerin fasihnya dan merdunya suaraku saat mengaji, pasti deh tambah kesengsem”. Banyak orang sadar bahwa semua berasal dariNya, tapi banyak juga diantaranya tidak bisa mengenali kesombongannya sendiri… keep fight, n postingan yang bagus, mengingatkan kita

  2. noorma · · Balas

    =) tertusuk nih
    terima kasih atas tausiyahnya ya
    semoga juga bermanfaat untuk yang lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: