Mburuh

Ternyata, dirumah itu membuat aku gak betah. Gak betah dalam artian karena bagian rumah ada yang "kurang". Akhirnya berbekal kuas dan juga cat yang minggu sebelumnya aku beli, mulailah peperangan dilakukan.

Yup, setelah dua tahun lalu aku ngecat pagar rumah, sekarang mumpung masih dirumah makanya jadi ngecat pagar lagi. Bukan kenapa sih, cuman kalo gak di cat, maka warna pagar akan pudar, lalu saat hujan akan terjadi reaksi antara oksigen, air dan juga besi, yang bisa menyebabkan pagar rumahberkarat, nantinya malah keropos. So, sebelum itu semua terjadi makanya mesti dirawat.

Nah, terkait dengan rumah ini pula. Bundaku bilang mumpung dirumah, aku buat surat pernyataan tentang status tanah milik bunda yang berada di Sukoharjo yang akan di alihkan kepemilikan kepada kakakku. Dari notaris sendiri, berhubung tanah itu berstatus sebagai warisan dari orang tua kepada anaknya, dan anaknya itu ada dua, yaitu aku dan kakakku, maka di perlukan tanda tangan atau pernyataan bahwa pengalihan kepemilikan tanah tersebut atas sepengetahuan ahli waris yang lain yaitu aku. Sebenarnya, bunda juga sekaligus nawarin mengalihkan status rumah di Wonogiri, menjadi namaku. Tapi sekali lagi aku menolak. Bagiku, selama bunda masih hidup, biarkan saja rumah tersebut atas nama bunda. Dan aku juga gak khawatir soal perebutan warisan. Bagiku, harta masih bisa dicari tapi sodara hanya satu, apakah akan bertengkar hanya materi? Dan kalopun akan ada sengketa, biarlah nanti Allah yang akan memutuskan apa yang terbaik untuk semuanya.

Lhoh, kok jadi bicara masalah warisan sih??? Aneh yah..sorry kelepasan

Nah, ini terkait dengan pekerjaan. Setelah mempertimbangkan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (nah lhoh, kok kayak naskah proklamasi he3 :P), akhirnya kesempatan untik menjadi design di harian Surabaya Post aku lewatkan begitu saja meski tinggal masuk aja. Pertimbangannya cukup banyak, dan terutama adalah restu bundaku untuk kerja di media. 

Ya sudahlah, restu ortu itu penting kok (menurutku), dan banyak hal yang terjadi pada diriku, hampi seluruhnya adalah berkat doa dan restu dari bundaku tersayang, jadi kalo kali ini gak dapat restu, aku pikir Allah akan memberikan jalan lain yang terbaik.

Buat Funs, Devie, Wul, Balung (if u hear me) and segenap bolo kurowo cangkrukan, sorry gurung jadi warga surabaya. Nantikan hadirku lagi yah 🙂

Iklan

3 komentar

  1. wadaw! kok ditolak lik? emang kenapa dengan media?

  2. allow andres..pa kabarnya…:)

  3. nglewati surabaya post???
    lemparin ke aku wae piye?
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: