Heaven Oriented (Hanya sekedar obrolan warkop)

Siang tadi, aku lewatkan mengobrol dengan beberapa teman seangkatan yang masih tersisa di kampus. Dari sekitar 65 orang mahasiswa Agronomi angkatan 99, hanya ada 17 orang pria dan dari 17 orang pria itu, tinggal 6 orang yang belum wisuda dan hanya kami ber-6 lah sisa manusia agro 99 yang masih berkitar ber-edar di kampus. 2 diantaranya termasuk aku sudah ujian skripsi dan tinggal wisuda

Nah, dalam obrolan warkop ini, turut bergabung pula seorang dosen yang cukup akrab dengan mahasiswa kayak aku ini. Obrolan kami pun berkembang dari seputar piala dunia sampe masalah yang serius seperti kasus pak harto, juga soal politik dan pemilu. Dan ada satu topik diskusi ini yang kemudian jadi perhatianku. Tahukah anda, jabatan pemerintahan (formal atau non formal) apakah yang paling berat?? Jawabannya tak lain adalah ketua RT

Kenapa bisa demikian???
Coba aja anda perhatikan, saat ada masalah di warganya, sapa orang yang ditunjuk sebagai penengah atau mediator, pasti Pak RT. Atau saat ada perselisihan bahkan permusuhan antar warga atau antar lingkungan, pasti pak RT yang bakalan didepan buat menyelesaikan. Pun demikian saat ada "penggrebekan", pasti pak RT dilaporin dan ikut menggrebek sekaligus mencari penyelesaian. Juga dalam hal mengatur jadwal ronda, juga kebersihan atau pun kegiatan warga seperti tahlilan atau pengajian, pasti pak RT yang kebingungan

Belum lagi kalo ada pembuatan KTP, pasti minta surat pengantar dari RT. Sedemikian besar fungsi RT dan juga tugas dan tanggung jawabnya, maka gak ada jabatan yang lebih berat selain RT. Bukan presiden, menteri atau juga dirut BUMN.

Tapi apa imbalan jadi seorang RT?
Mungkin di Jakarta, aku dengar ketua RT ada insentif yang beliau terima sebagai "balas jasa" atas kerjanya. Tapi……..jauh dan luas di hampir semua wilayah Indonesia, jabatan RT adalah sebuah pengabdian dan tidak ada balas jasa atas kerjanya. Mungkin itu disebabkan, watak rakyat Indonesia yang "heaven oriented" alias Surga Semata. Biar Allah yang membalas kerja kita, dengan keikhlasan.

Well..itu adalah sebuah tidakan mulia. Dan tidak masalah bagiku sendiri, tapi watak "heaven oriented" ini adalah suatu hal yang bisa bermakna ganda. Dalam artian lain, bagaikan pisau tajam bermata dua.

Kenapa???
Di satu sisi, kebaikan yang ditebar dengan keikhlasan dalam bekerja hanya mengharap ridho Alah semata. Tapi disisi lain, watak ini juga bisa mengakibatkan timbulnya kekacauan.

Kenapa demikian??
Jika anda saksikan di tipi, adanya laskar dengan jubah putihnya dan pedang terhunus "membuat kekacauan" dengan menggrebek tempat hiburan, atau di waktu lain menyerbu sebuah tempat yang disinyalir sebagai sarang kejahatan atau kemaksiatan. Saat ditanya, apakah mereka tidak takut ditembak aparat petugas karena dianggap mengacau, jawab mereka adalah kalo mereka mati maka mereka masuk surga karena syahid dalam membela kebenaran.

Sebuah jawaban yang seperti aku bilang tadi adalah "heaven oriented", surga diatas segalanya. Memang baik tapi bukan berarti benar secara keseluruhan. Kenapa demikian?? Karena perintah jihad itu ada dalam Al Quran sebagai bentuk pembelaan terhadap agama. Namun ada tahapan-tahapan yang harus diperhatikan, bukan langsung serang dan serbu dan ketika mati maka sudah yakin akan masuk surga.

Disisi lain, justru disitulah "kelebihan" sodara-sodara ku yang ada di laskar tersebut. Karena mereka merelakan diri sebagai orang yang berada digaris depan untuk beradu fisik dengan kejahatan dan kemaksiatan.

Di pihak lain, inilah uniknya negara kita. Dengan mayoritas 90% lebih muslim, sistem dan konstitusi kita terutama hukum justru mengacu pada sistem barat yang merupakan warisan kolonial belanda. Bahkan saat ada upaya untuk melindungi minoritas, justru minoritas malah mengancam akan merdeka sendiri.

Jadi…..mesti gimana??

 

Nggak tau ah…..bingung juga ama tulisan diatas 😀

Iklan

4 komentar

  1. jadi gimana?
    mas mo jadi pak RT gak tar?
    kampung sebelah butuh RT keq mas keqnya..
    *kedip2*

  2. mas, masih bingung… 😦 jelasin gimana caranya duuuuunk

  3. lha trus piye? mosok meneng ae?

  4. RT juga manusiaaaaaaaaaaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: