Jowoan Mode On

rasane lemes awak iki
koyo tanpo doyo
naliko layangmu tak woco
atiku koyo ra percoyo

tak enteni rino awan wengi
sir kapan anggonmu bali
nganti ra kroso, wes sewu dino
kowe pamit lungo

salahku opo, dosa ku opo
kowe tego, nggandeng prio liyo
aku ra ngiro, lan ora nyono
yen atimu, ra koyo ayumu

(Sewu Dino by Didi Kempot)

Jangan berpikir aku lagi mellow atau sedang sakit hati saat ini karena ada postingan ginian. Tapi lebih disebabkan karena aku lagi punya kegemaran nyetel Campursari di komputer admin Lab Komp kampusku. Jadinya, sepanjang hari ya ngedengerin lagu-lagu jowo yang biasa ditembangkan oleh Om Didi Kempot dll.

Cuman kalo mau dikait-kaitkan, emang ada kaitan antara lagu itu sama beberapa kisah yang aku temuin dalam hidup ini. Gak usah diceritakan secara detail, tapi dari lyrik lagu tersebut diatas, sudah bisa nebak khan??

Hemm…  balik ke lagu jowoan ini, jadi serasa di rumah niy. Jadi kangen rumah euy 😀

Iklan

One comment

  1. ketika aku mengatakan pada beberapa teman betapa indah nya makna yang terkandung dalam nada2 campursari, tak satu pun yang setuju, bahkan ketika setiap pagi aku on kan gelombang radio yang menyajikan lagu2 campur sari, semua pada tertawa bahkan geleng2 kepala, hmmm… ternyata tidak semua orang berani mengakui nya, kecuali aku yang dengan bangga mengatakan “Aku juga suka campursari” meski aku bukan seorang jawani ?????!!!!???? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: