Nih Die Jagoan Gw

Akhirnya, Italia melangkah juga ke final Piala Dunia 2006 setelah tadi malam mengkandaskan ambisi tuan rumah Jerman untuk berjaya di rumah sendiri. Meski diawal kompetisi sempat difavoritkan, namun tuan rumah lebih diunggulkan untuk memenangkan kejuaraan. Selain tradisi sebagai tim spesialis turnamen, juga karena dukungan penonton yang all out menyemangati tuan rumah setiap bertanding.

Kenapa aku menjagokan Italia, bukan negara lain seperti Brazil atau Argentina sebagai jagoan ku?. Bukan karena tekhnik yang tinggi (masih kalah dengan Brazil), atau juga serangan frontal (masih kalah dengan Argentina) atau serangan sayap (masih kalah dengan Inggris), atau karena pemainnya Italia ganteng-ganteng (emangnya aku cewek?? :P), tapi lebih di karenakan satu faktor. Catenaccio.

Pertahanan grendel, itu istilah yang biasa diterjemahkan terhadap cara bermain Italia. Dan justru karena Catenaccio itulah, Italia dikenal sebagai tim kuat di dunia. Dan sistem pertahanan itu pula, yang menjadi “figur” ku dalam bermain bola.

Oh yah, aku mulai suka dengan Itali, semenjak Piala Dunia 1990, saat aku masih berumur 9 tahun. Saat itu aku menyaksikan, permainan Italia yang ciamik di pertahanan belakang, terutama permainan lugas seorang bek muda belia yang bernama Paolo Maldini.

Dan Maldini inilah yang menjadi “figur” saat aku bermain di posisi bek kiri tim SMA saat bermain sepakbola. Namun, karena banyak faktor dan sebagainya, semenjak aku kuliah, aku berubah posisi menjadi seorang penjaga gawang alias kiper. Dan kembali kepada catenaccio, kuci dasar pertahanan yang kuat, adalah seorang kiper yang tangguh dibawah gawang yang di topang oleh bek dan gelandang bertahan yang lugas menghalau serangan. Di tim ku sendiri, aku lebih dikenal sebagai kiper jagoan penahan tendangan pinalti. Dari 4 kali, pernah mengalami adu pinalti, kesemuanya berujung pada kemenangan timku (boleh khan narsis dikit :P)

Italia pernah membuktikan pada tahun 1982, meski berusia 40 tahun, Dino Zoff mampu mengomando para bek dan pemain lainnya sehingga mampu meraih Piala Dunia ke 3 kalinya. Dan saat ini, dengan kiper sekelas Buffon, dan bek setangguh Cannavaro dan Nesta, ada harapan untuk membawa pulang Trofi Piala Dunia tahun ini

Lawan di Final antara Perancis dan Portugal. Jujur saja, aku lebih memilih untuk ketemu dengan Portugal, karena tipikal permainan teknik yang sama dengan Itali. Namun, kalopun bertemu dengan Perancis, bukan halangan. Mungkin saja bisa membalas kekalahan di final Piala Eropa tahun 2000.

Suatu kemajuan besar bagi Italia, bisa melaju sampe final. Ingat, sampai menjelang Piala Dunia digelar, tim-tim di Italia dilanda masalah pengaturan skor dan pengaturan wasit. Tentu saja ini merusak konsentrasi para pemain. Jadi, masuk ke final adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Aku memang berharap Itali juara, namun andaikan hanya menjadi runner up, tidak akan membuatku berpaling ke tim lain. Sekali lagi, karakter catenaccio itali, merupakan salah satu penterjemahan karakter dalam hidupku, skema defensif adalah skema yang sering aku pake dalam kehidupan. Jadi……. FORZA ITALIA!!!!!

 

Iklan

4 komentar

  1. hiii..ikut2an dukung ITALI =(

  2. syahida · · Balas

    itali ahhhhhhhhh g’ banget gitu lho!!!!!!!!!!!
    aslinya aq g’ suka baca depan2 tulisan ini tapi aq lanjutin baca bout u’r filosofi.boleh deh

  3. renimaldini · · Balas

    Salam kenal ya…Biar telat 2 tahun, tapi saya senang baca tulisan ini. Karena jagoannya juga Italia. Tapi kok bisa sama juga ya pemain favoritnya Paolo Maldini…Kalau mau liat jagaon saya klik aja, renimaldini.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: