Duka

Tak mengira
Langit cerah diangkasa
Seketika tertutup awan gelap
Dan dukapun turun bersama hujan.

 

Tak menyangka
Lilin kecil yang menerangi
Kemudian berkobar tinggi
Menghanguskan harapan yang ada

 

Aku terhempaskan badai,
Tenggelam dalam lautan kesedihan
Tanpa daya, melawan “titik hitam”
Yang merenggut semua rasa yang ku punya

Iklan

6 komentar

  1. sing sabar yo mas…
    pasti ada hikmahnya dibalik itu semua
    keep smiling bro.. 🙂

  2. Godzihu · · Balas

    Hmm.. tenang bro, masih banyak janda-janda yang mengalami hal serupa..mungkin itu die hikmahnya..biar mereka bisa tetap tersenyum. Karena harapan itu seperti embun yang tak pernah bosan merasakannya.. Klo nt ngerasa sendiri, DON’T BE..cause you can be the candle that lights them (single parent), then i’m sure your life will be colorfull anymore..kekekeke… Keep smiling bro…^_^

  3. de' eno · · Balas

    Mengapa langit hitam berarak di penghujung sore ini? sedangkan kabarnya badai enggan menyapa.Ah, mungkin cuma perasaanku saja. Tapi benar adanya,ku cium aroma bau tanah yang basah.. benarkah hujan telah turun? di bagian bumi yang manakah?jika benar,biarlah..kan ku hadapi.meski dingin menggeletarkan dan aku tergenangkan,asalkan bunga ditamanku dapat mereguk sejuknya rintik hujan tanpa terkoyak sedikitpun..
    (bro,mendung tak berarti hujan..)

  4. kok puisinya sedih, lagi sedih ya

  5. adddddduuuuuuuuuuuh ishbir ya Akhi!! silakan komentari tulisanku juga ya hehehhe

  6. ehem, blognya lagi postingan ama puisi yah Dress?….lagi melankolis toh?…:)

    idem aja deh, penikmat aja saya mah 🙂

    Salam

    Vera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: