in colaboration with….

Tak mengira langit cerah diangkasa
Seketika tertutup awan gelap
Dan dukapun mengalir turun bersama hujan
Tak menyangka, lilin kecil yang menerangi
Kemudian berkobar tinggi
Menghanguskan semua yang ada
Dan aku terhempaskan badai
Tenggelam dalam lautan kesedihan
Tanpa daya, melawan “titik hitam”
Yang merenggut semua rasa yang kupunya
(me)

Ada apa jiwaku yang separuh?
Diantara badai engkau berlagu
Tentang cahaya yang kau rindu
Mengapa jiwamu luruh dalam panasnya cinta?
Bukankah engkau selayak burung api
Yang bersatu tubuh dengan bara?
Telahkah mati jiwa-jiwa dalam mantra cinta?
Ada apa duhai perisai malamku
Coba beri aku alurnya
(her)

Ku menatap langit malam ini
Ku lihat sebuah bintang terang
Ku ingin menggapainya
Dan saat telah ada didalam genggaman
Langit berubaha menjadi mendung
Dan ku tak dapat melihat bintang itu lagi
(me)

Matahariku berselimut hitam
Awan gelap membawa muram yang teramat dalam
Sulit untuk kucerna maknanya
Mengapa juga pelangi turut melukis duka ci cakrawalamu
(her)

Matahari terhalang sinarnya oleh titik hitam
Tak kurasakan sinaran mentari
Yang menghangatiku selama ini
Ku ingin menahan matahari
Namun titik hitam makin keras merenggutnya
(me)

Dua pujangga muda yang tua
Beradu daya merangkum makna
Berselisih dalam Satu
Mencari yang Satu
Lautan makna berbuih dalam tanya
Apa selanjutnya?
Duhai penyair
Siapa gerangan yang kau maksud?
Mataharimu?
Bungamu?
Atau bumimu?
Perjuangan mencari cinta akan berakhir pada dua hal
Mati rasa atau bahagia
Duhai..semoga bukan air mata
(her)

Bungaku adalah matahariku
Harumnya memberikan cahaya untukku
Tapi kini kumesti menyadari
Bunga itu bisa terlepas dari sisiku
(me)

Awan mendung mesra masih bergelayut mesra diatas kepalaku
Ingin menyapaku dalam harapan kembali
Dalam keambiguan ia ingin membawaku ke langit
Tapi ke langit tidaklah mungkin
Karena dewa langit mengutuk kami
Tidak akan mungkin bersatu mesti sebatas khayal
Duhai jiwaku yang separuh
Dimanakah keajaiban itu?
(her)

Sebuah kolaborasi, antara aku dengan seorang teman. Tanpa ada tendensi apa-apa, tanpa ada keterkaitan secara emosional berlebihan, dan tanpa ada ikatan mendalam berlebihan

Jika dengan tulisan ini, maka muncul “issue” baru lagi? Berarti aku emang sukses menjadi seorang selebritis yang setiap tindakannya membuat orang yang “sok tahu” akan bersemangat untuk mengira-ngira sesuai dengan jalan pikirannya sendiri (kasihan nian dirimu sodaraku :))

Iklan

3 komentar

  1. indah =)

  2. salam selebritis hihihihihi

  3. ehemmmm…Pujangga…pujangga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: