Kata Lebih Tajam dari pada Pedang(1)

Aku sempat tersenyum, saat membaca dua buah komentar yang sempat mampir ke blogku. Komentar itu menyikapi postingan ku yang berjudul “in collaboration with”. Isinya emang tidak menggunakan kata-kata kasar seperti yang biasa mampir dan kemudian aku delete karena mempertimbangkan aspek bahasa. Bukan karena takut akan hujatan, atau emang tidak mau dikritik. Tapi seperti yang tadi aku bilang, pada aspek bahasa. Blogku adalah rumahku, dan aku berhak menulis apa saja yang aku mau sesuai dengan kode etika penulisan (lebih ekstrim lagi, kode etik jurnalisme, karena blog khan emang di publishkan), jadi aku sendiri juga berharap siapapun yang sempat mampir dan kemudian menuliskan komentar, untuk mengikuti aturan kode etik penulisan pula. Lagian khan blog ini khan milikku, jadi kalo mau bertamu, ya jaga sopan santunlah 🙂

Nah.. balik lagi ke comentar itu. Sebuah tuduhan dari orang yang gak mau diketahui identitasnya, juga emailnya hanyalah email sembarangan yang menuduh dan berkomentar dengan tendensi yang negatif. Namun meskipun demikian, dia tidak menyadari (atau mungkin emang gak pernah tau) bahwa setiap comentar, statistic, bahkan juga jejak yang mereka tinggalkan dapat aku ketahui dengan mudah. Dan lewat komentarnya itu pula, meskipun memakai dua nama dan dua email yang berbeda, meskipun isinya juga berbeda, aku tetap saja dapat melacaknya. Dan seperti yang aku perkirakan sebelumnya, aku sudah tau siapa orangnya. Siapa dia, tidak perlulah di ungkapkan disini. Seperti sebuah peribahasa bilang, siapa yang menabur angin maka akan menuai badai (emang ada peribahasa begitu yah? 🙂 )

Sabar, tersenyum, ketawa kecil dan juga evaluasi. Hanya itu yang aku lakukan. Dan dengan tulisan ini pula, aku akan menjelaskan siapa “her” yang dimaksudkan dalam postingan “in collaboration with” tersebut. Dia (her) itu adalah seorang temanku, yang ada di Surabaya sana, yang hanya pernah bertemu sekali dengan jarak sekitar 5 meter karena dia di lantai dua sedangkan aku di lantai satu, dan hanya itu pula kami pernah bertemu. Selama ini, kami sering bertukar puisi dan juga syair, sebagai bahan koreksi atas hasil karya kami. Jadi emang tidak ada hubungan yang aneh-aneh sehingga aman aja selama ini 🙂

Jadi…kalo malah muncul isu baru tentang dia seperti isu yang sering datang kepadaku, aku hanya senyum simpul aja dan ketawa kecil. Habis mau gimana lagi, lha wong berita yang gak jelas, lebih dipercaya dari pada berita yang semestinya di klarifikasikan pada yang bersangkutan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: