Kata Lebih Tajam dari pada Pedang(2)

Kata lebih tajam dari sebuah pedang. Mau tau kenapa??Sebagai contoh aja, beberapa bulan kemaren, aku terserang sebuah berita miring yang menceritakan sepak terjangku selama ini. Dan berita itu datang bagaikan air bah, yang kemudian menjelma sebagai opini public, sedangkan berita itu sama sekali belum pernah confirm ke diriku, sampai akhirnya aku secara sepihak “dibekukan” dari sebuah tugas fungsional. Dan alangkah “bijak” nya sang pelapor saat ketika eksekutor mencoba untuk mengklarifikasikan berita itu kepadaku sebagai tertuduh, sebuah tekanan dilancarkan kepada sang eksekutor dengan statemen bahwa jika di klarifikasikan, maka aku sebagai tertuduh tidak akan mengaku dan justru akan mengelak dari kesalahan.

Satu comentar ku tentang statemen tersebut adalah “bull shit” (maaf jika kasar), tapi saya justru sedikit geram dengan statemen tersebut, yang mana dia selaku pelapor sebagai sosok orang yang tahu agama, justru telah menyimpan prasangka buruk dalam hatinya dengan tuduhan kepada sodaranya yang akan berbohong jika ditanya. Jika kamu memang seorang ikhwah, maka seharusnya kamu sendiri juga malu, karena arogansimu tersebut.

Bagaimanapun juga, aku seorang manusia, yang memang tak luput dari kesalahan. Tapi aku bukan seorang pengecut dan oportunis yang hanya berani mengambil keuntungan sendiri. Aku adalah seorang laki-laki yang akan dengan berani dan terbuka untuk mengakui kesalahanku. Dan selama ini aku tidak pernah mengelak dari kesalahan dan tanggung jawabku.

Kesalahan yang pernah aku perbuat hampir setahun yang lalu, dan hanya berkisar 2 bulan dan bisa aku selesaikan, kemudian muncul ke permukaan 3 bulan kemudian, dan 6 bulan berikutnya baru aku di beritahukan kesalahan ku itu. Dan sekarang aku mesti menanggung akbitanya. What the hell man….apa yang ada dalam pikiran dan otakmu itu sehingga arogansi yang kau lakukan??

Its oke..itu semua udah finish…dan sekarang aku emang keluar dari system mereka, dan justru bagiku itu adalah sebuah kemenangan. Kenapa demikian?? Karena tak ada lagi alasan mereka untuk menjatuhkan aku lagi, thoh aku udah diluar system kok 🙂

Dari dulu aku emang gak betah kalo ada dalam system. Hanya karena beberapa pertimbangan, akhirnya aku mengikuti arus untuk ada dalam system. Jika sekarang keluar system lagi, bukan sebuah akhir dari cerita kok. Masih bisa berkembang dan berjuang di luaran.

Hanya tetap aja terbersit rasa sedihku. Sudahkah luntur rasa saling mempercayai antar sodara, sehingga untuk sekedar bertanya saja, sudah ada dugaan bahwa akan mengelak dan berbohong. Bahkan untuk sekedar mengingatkan pun, tidak lagi. Jadi, sebenarnya yang salah itu aku atau kamu???

Iklan

3 komentar

  1. Wah, saya sepertinya bisa paham nih perasaan sampean.
    Lucunya emg (jika ini emg lucu), terhadap saudara sendiri yg melakukan salah (jika emg bener melakukan salah), hukuman tyt bisa lebih kejam, dan kemarahan bisa lebih dalam.

    Sepakat, Mas. Berbeda tidak berarti keluar dari barisan. Menjadi Deviant, begitu istilah saya. Apapun deh, yg penting kita tetep jadikan diri kita terus menyumbang hikmah & makna. Tentang apa2 yg dibincangkan orang lain ttg kita, biarlah Allah yang jadi Penjaga.

    Maap, bukan nuturi, cuman sekedar berbagi 🙂

  2. “Berbeda tidak berarti keluar dari barisan”. Ntah kenapa saya suka kalimat itu.. sepertinya ada sesuatu yang sama dalam diri saya dan ingin juga saya bisa melontarkan kata2 seperti mas Andress katakan.. tapi, gak pernah keluar. Mungkin saya terlalu takut untuk kemudian dianggap “menyimpang” dan dijauhi..

  3. Abdul Malik Ikhsan · · Balas

    dalam beberapa hal, sering kita melakukan hal2 yang kurang kita sukai, di kampus misalnya, ada program pelatihan yang sebenarnya saya bisa lakukan itu untuk pulang kampung, tapi karena itu wajib, maka saya ikut, dengan berharap mungkin nanti ada manfaatnya, dan saya pun mendapatkannya, nah, kita memang sering dipaksa keluar dari zona aman, dan itu harus dilalui, lakukan itu selama itu ga bertentangan dengan hak asasi manusia.

    regards,

    Abdul malik Ikhsan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: