Komoditi Itu Bernama Islam

Berapakah jumlah rakyat Indonesia? Data dari BPS tahun 1999 sendiri memperkirakan bahwa penduduk Indonesia berjumlah sekitar 210 juta jiwa. Dari 200 juta tersebut, banyak pihak yang mengklaim bahwa penduduk Indonesia 90 persen menganut agama Islam. Dengan demikian, secara hitungan kasar maka jumlah muslim di Indonesia berkisar 190 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar tentunya dan sangat potensial.

Lalu berapakah jumlah penduduk Indonesia saat ini? Data dari BPS terakhir yang beredar di Koran dan surata kabar penduduk Indonesia berjumlah hampir 240 juta jiwa atau naik sekitar 12 persen. Berapakah jumlah penduduk muslim Indonesia? Jika masih mengaku 90 persen maka jumlah muslim di Indonesia adalah sekitar 216 juta. Berarti sejumlah 24 juta jiwa adalah non muslim. Pertanyaannya adalah, riil kah data diatas? Apakah benar jumlah muslim di Indonesia adalah 200 juta jiwa lebih?, sedangkan pihak Nasrani sendiri mengklaim telah berhasil menambah umatnya paling tidak lebih dari 10 juta jiwa. Bahkan menantang untuk diadakan sensus agama untuk membuktikan bahwa jumlah kaum Nasrani melonjak jauh dari perhitungan umat islam yang masih terbuai dengan jumlahnya yang besar.

Aku gak akan mengajak anda untuk menghitung-hitung dan mengira-ngira berapakah jumlah penduduk muslim Indonesia, karena bukan itu focus tulisan ini. nanti bakan aku coba telusuri lebih lanjut. Tapi saat ini aku hanya ingin mengajak anda untuk menyadari besarnya potensi jumlah muslim di Indonesia yang berjumlah lebih dari 200 juta jiwa. Jumlah yang sangat besar, dengan para pemimpin mulai timgkat pusat sampe daerah yang juga didominasi kaum muslim. Namun apakah tingkat kesejahteraan kaum muslim meningkat??

Dibidang hiburan, jika anda maniak dengan kotak ajaib yang bernama televisi maka anda akan menemukan berbagai macam tayangan film dan sinetron yang menjual indentitas Islam. Dengan menyulap para artisnya yang biasa berpakaian terbuka di kehidupan normal menjadi sosok berjilbab dan religi dalam perannya menjadikan banyak dari kita betah untuk mengikuti acara tersebut. Belum lagi ceritanya yang ujung-ujungnya adalah tentang harta – tahta – wanita dengan menampilkan sosok wanita antagonis sebagai pemicu masalah. Dan bodohnya lagi adalah kita dengan sukarela menyumbangkan uang kita yang tidak seberapa kepada produser sinetron tersebut sedangkan produser tersebut sendiri tidak pernah peduli akan isi dan pesan moral di dalam acaranya tersebut. Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana setiap episode bisa dibayar mahal oleh stasiun televisi lewat pemasukan iklan yang banyak karena acaranya itu di tempatkan di jam premiere.

Benar, kita manusia bodoh yang mau menyaksikan sinetron tersebut. Dengan kebodohan kitalah, yang rela menonton acara tersebut menjadikan rating acara tersebut menjadi tinggi dan akhirnya harga iklanpun mahal sehingga harga tiap episodepun menjuadi mahal. Dan akhirnya yang kaya adalah sang produser.

Lalu, masih ada acara yang menampilkan sosok kyai sakti, yang menangkapi jin dan makhluk halus yang ada di suatu tempat. Dan hebatnya lagi adalah, dibukanya konsultasi jarak jauh dengan sang kyai untuk menerawang masalah yang sedang menimpa orang yang sedanga konsultasi. Rasulullah sendiri, tidak pernah meminta bantuan kepada makhluk apapun untuk mengatasi masalah beliau. Beliau hanya meminta pertolongan dari Allah bukan kepada jin dan makhluk halus lainnya. Lalu sedemikian saktinya sang kyai sehingga makhluk haluspun tunduk padanya

Dan menjelang Ramadhan ini, dapat dipastikan makin bermunculnya segala hal yang berlabel islam meskipun tidak jelas akan maksud dan tujuannya serta caranya. Tahun 2004 dulu, pernah ada Festival Nasyid Indonesia yang mengadu grup-grup nasyid dari daerah untuk menjadi juara, yang kalo boleh saya plesetkan menjadi Nasyid Idol. Setelah berlangsung satu peridoe, ternyata tidak dilanjutkan lagi Nasyid Idol ini.

Kalo isu yang berdar bahwa ternyata Nasyid Idol ini tidak semegah yang ditayangkan di TV. Penonton yang datang untuk melihat langsung ternyata jauh dari harapan dan perkiraan, Lalu jumlah sms yang masuk ternyata juga tidak sesuai dengan target sehingga operator yang menyediakan layanan premium hanya dapat untung sedikit dan menyebabkan kerugian dari penyelenggara. Yang akhirnya membuat Nasyid Idol ini tidak berlanjut.

Dibidang industri, siapakah pemegang juara penyedia alat-alat atau kebutuhan sehari-hari seperti sabun mandi, pasta gigi dan sebagainya? Memang ada pengusaha muslim seperti Aa’ Gym dengan MQ nya, lalu juga pengusaha lainnya. Tapi kalo boleh saya hadirkan satu nama, yaitu UNILEVER. Meskipun berbendera Yahudi, namun produsen ini adalah yang paling tertib soal label kehalalan. Hal yang kurang di lakukan oleh para produsen lain, bahkan produsen muslim. Unilever sadar bahwa pasar yang besar di Indonesia dengan kaum muslimnya, membuat mereka harus menjaga image mereka sebagai produk halal meskipun bendera mereka adalah Yahudi.

Lalu sampai kapankah umat Islam ini hanya menjadi ajang komoditas???

Iklan

One comment

  1. Assalamu’alaikum, salam kenal….Subhanallah, tulisan yang selain memberikan pencerahan ide baru juga sangat inspiratif kawan, nice blog, keep on blogging!!! artikel-artikel untuk menjadi muslim kaya juga bisa aku temukan di sini : http://muslim-kaya.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: