Selamat Datang Para Birokrat

Selamat datang para birokrat!!! Pernyataan itu akan aku lontarkan saat ini kepada seluruh saudara-saudaraku yang sedang menyiapkan kartu kerja (KK) serta kelengkapan lain untuk melamar pekerjaan. Bukan main-main, karena perusahaan yang sedang membuka lowongan kerja itu bernama Republik Indonesia dengan masing-masing kementrian dan departemennya serta pemerintahan provinsi dan kabupatennya.

Jika anda seorang pencari kerja, maka berbahagialah karena sebentar lagi akan ada perekrutan pegawai negeri di tiap instansinya atau pemerintahan daerahnya. Jika anda berminat bekerja sebagai birokrat, maka anda saat ini akan berpeluang untuk memperebutkan jatah kursi yang lowong di tiap instansinya.

Ayahku seorang pegawai negeri. Dengan gajinya yang pas-pasan masih bisa mencukupi hidup bundaku dan kedua anaknya. Meskipun demikian, aku sendiri tidak begitu berminat menjadi seorang pegawai negeri

Jujur aja, satunya-satunya hal yang menjadi nilai positif di mataku untuk menjadi seorang pegawai negeri adalah kerja yang pasti sampai tua serta uang pensiun sebagai pemenuhan kebutuhan masa tua. Namun yang membuatku jadi gak sreg adalah budaya kerja yang semaunya, gak produktif dan justru hanya seperti melewatkan waktu saja di kantor. Jadi, apa kerjaannya sedangkan dia dibayar pake uang rakyat. Memalukan.!!!! Dan gak usah dipungkiri, bahwa banyak dari saudara-saudara kita yang ingin menjadi pegawai negeri hanya berpikir untuk sekedar kerja tanpa tau apa yang akan dilakukan saat bekerja nanti.

Jadi pegawai negeri itu, datang jam 8 pagi dan jam 3 sore sudah nyantai di rumah. Atau datang jam 8 pagi dan kemudian duduk-duduk ngobrol dengan rekan kerja sampai datang atasan mengawasi. Atau masih banyak lagi hal yang gak produktif lainnya.

Bukan aku gak mau jadi pegawai negeri, tapi jika aku mendapatkan gaji sebagai pegawai negeri sedangkan aku sendiri tidak produktif, maka sama saja aku meminta uang kepada rakyat Indonesia lewat pajak mereka sedangkan aku sendiri justru tidak memberikan sesuatu yang produktif. Lalu mengapa pemerintah membuka lowongan pegawai negeri jika ternyata masih banyak pegawai negeri yang “menganggur”?? jawabannya karena perekrutan pegawai negeri adalah sebuah “proyek”.

Sebutkan saja berapa anggaran yang di habiskan untuk pelaksanaan perekrutan pegawai baru. Ini adalah lahan bagi beberapa orang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Sudah kebiasaan di Indonesia untuk melakukan mark up biaya dan ditambah adanya pameo bahwa kebocoran anggaran sebesar 20 persen itu adalah sesuatu yang wajar. Lalu berapakah orang yang bisa menjadi “titipan” oleh beberapa oknum yang mengaku bisa meloloskan ujian. Atau masuknya anak pejabat yang tidak jelas apakah sebenarnya dia mempunyai kualifikasi untuk lulus ujian atau tidak. Atau juga bisa anda pikirkan berapa banyak uang yang beredar saat mengurusi SK pengangkatan pegawai negeri baru. Uang yang biasa di sebut “biaya pengurusan” agar SK pengangkatan (terutama pegawai Wiyata Bhakti yang sudah mengabdi bertahun-tahun) bisa segera turun. Sudah banyak hal nyata yang aku temuin, ketika SK pengangkatan bisa pending bertahun-tahun karena sang pegawai belum atau lupa memberi “biaya” kepada oknum yang mengurus keluarnya SK tersebut. Sekali lagi, ini adalah proyek!!!

Dan satu hal lagi mengapa aku tidak terlalu berencana menjadi seorang pegawai negeri. Karena aku ingin jalan-jalan keseluruh Indonesia, bahkan kalo bisa keliling dunia. Dengan era desentralisasi perekrutan dengan adanya otonomi daerah maka pegawai negeri lebih diutamakan untuk bekerja di daerahnya sendiri, kecuali pegawai yang direkrut lewat instansi pusat. Dengan begitu, akan menutup kemungkinan bagiku untuk bisa keliling daerah atau dunia.

Mendingan, istriku saja nanti yang jadi pegawai negeri. Dengan begitu, waktunya yang tidak terpakai di kantor akan bisa lebih dicurahkan untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak kami kelak. Dan demikian, akan membuat ku bisa lebih nyaman untuk bekerja di manapun karena anak-anak mendapatkan waktu yang cukup dari sang bundanya (itupun kalo dapat istri yang jadi pegawai negeri )

Untuk saudara-saudaraku yang saat ini akan menjadi calon birokrat, selamat datang di dunia birokrasi Indonesia. Jaga idealisme anda semua agar tidak luntur saat berhadap dengan dunia kerja. Buktikan bahwa anda tidak hanya makan gaji buta, yang datang asal datang serta hanya duduk-duduk saja dan tidak produktif sedangkan anda dibayar oleh uang yang didapat dari pajak masyarakat daerah anda. Buktikan bahwa anda bisa membawa negara ini mempunyai etos kerja yang tinggi dalam birokrasinya serta memberikan hasil positif dalam pembangunannya.

Hampir 90 persen, para birokrat lama yang masih berkuasa merupakan sampah dari masa Soeharto. Orang berganti, namun sistem masih tetap sama. Pejabatnya pensiun, diganti pejabat yang baru namun mental korupnya masih ada. Jadi saatnyalah anda semua mulai mengambil peran dalam memperbaiki mental korup warisan feodal Belanda dan pemerintahan kemarin

Perbaikan memang tidak selalu dari luar, tapi jika perbaikan bisa dilakukan dari dalam maka lakukanlah. Bagaimanapun juga, godaan dari dalam akan lebih besar dari pada ujian dari luar. Dan saat ini, aku memilih untuk ada diluar untuk saling mengawasi. Dan mari kita sama-sama membangun bangsa ini.

Iklan

3 komentar

  1. Yah..itulah kualitas pegawai Republik Indonesia.. Hehehe… Malah yang rajin itu biasanya dianggap “penjahat” hehehe

  2. jangan pukul rata seperti itu Mas. banyak pegawai negeri yang rela kerja lembur tanpa tambahan gaji demi pengabdian.

    ibu’ dan bapak njenengan juga pegawai negeri kan? pasti njenengan thau bagaimana mereka bekerja.

    ***pegawai negeri juga manusia

  3. iya, pegawai negri juga manusiya..
    kebetulan aku hidup dan sekolah juga dari gaji PNS keduwa orang tuwaku. kehidupan PNS guru kayak keduwa orang tuwaku malah kulihat banyak pengabdiyannya dibanding leha-lehanya, ngajar di daerah yang lokasinya jauh dari rumah, bahkan kadang tidak terjangkau kendaraan umum, sehingga harus dilanjut jalan kaki dsb.

    cuma memang pegawa negri itu banyak macemnya, kalo jadi PNS yang duduk di tempat yg “kuyup” saking basahnya, dan lihai “memainkan” kekuwasaannya, ya memang nampak geregetan… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: