Cowok Cantik

Kalo anda adalah seorang yang betah untuk berlama-lama berada di depan kotak ajaib bernama TV maka anda mungkin juga penggemar sinteron yang berisi para pemain sinteron muda. Aku sendiri sebenarnya bukan penggemar sinteron. Dua alasan yang membuat aku mau nonton TV yaitu acara News (terutama Metro TV) dan juga siaran sepak bola dunia, baik liga inggris, spanyol maupun Italia. Satu alasan kenapa aku nonton sinetron yaitu nemenin bundaku liat TV. Maklum, karena dirumah sendirian, jadinya aku nemenin bunda kalo lagi pengen liat TV (pas kalo aku lagi dirumah)

Ada satu hal yang membuat aku sedikit geleng-geleng kepala, yaitu makin “cantik” nya para pemain sinteron kita. Kalo mereka cewek sih wajar, tapi kalo para pemain sinetron itu cowok terus jadi gimana?

Bukan karena aku iri sama tampang mereka, ataupun karena aku gak bisa masuk TV jadinya gak terkenal dan gak punya penghasilan (eh….jelek-jelek gini aku udah kerja lhoh ). Tapi keheranan ku adalah meskipun mereka cakep (baca : cantik), serta tenar, tapi entah kenapa para cewek-cewek ABG begitu mengidolai mereka sampai kepengan jadi pacar mereka segala

Emang pada fitrahnya, setiap manusia menyukai segala keindahan. Jadi wajar juga jika seorang wanita dewasa yang cantik, maka akan jadi rebutan para laki-laki untuk dinikahi. Pun demikian juga, jika ada cowok cakep, maka banyak cewek yang ngefans dengan dirinya. Tapi alangkah sempitnya pikiran kita jika kita begitu mengidolai mereka sampai hysteria.

Tampang kayak boys band, sedikit indo (indomie??) atau kulit putih (atau mungkin pucat kayak mayat ) sudah membikin para cewek-cewek ngefans. Padahal entah bagaimana asalnya, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba si cowok tersebut langsung menjadi idola

Media sendiri, terutama TV merupakan penyedia fasilitas untuk cepat tenar. Mulai dari ajang kompetisi semisal AFI, Indonesian Idol, KDI sampai ajang kompetisi ustad/ustadzah. Bahkan anak kecilpun menjadi komoditas lewat Pildacil.

Tapi, apakah kita menyadari bahwa terkadang kita terlalu berlebih mengagumi seseorang hanya berdasarkan dari tampangnya semata. Meskipun dengan wajah cakep dan kece, kemampuan olah vocal dan acting yang oke, namun pada dasarnya mereka tetap manusia. Manusia biasa yang gak perlu kita elu-elukan dan kita idolai berlebihan. Bahkan sebenarnya karena itu hanyalah pekerjaan mereka, kita cukup memberikan penghargaan yang sewajarnya, tak perlu berlebihan.

Apakah mereka pernah menyapa anda langsung, apakah mereka pernah membalas surat atau email anda, juga sms anda?? Sekali lagi, anda hanya menjadi komoditas dalam kepupoleran mereka

Bagaimanapun juga, jangan sampai ada catatan yang terus bertambah, dimana saat konser ataupun penampilan tertentu mengakibatkan cederanya atau bahkan meninggalnya seseorang, hanya karena sekedar ingin bertemu dengan sang idola Bukan sang idola yang ditemuin, tapi justru sang malaikat maut yang menjemput. Wallaualambishsowab

Terinspirasikan “Please Dong Ah by Project Pop”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: