The Great General

Beberapa waktu lalu, sempat membaca sebuah buku yang berisikan 100 jenderal ternama dalam sejarah manusia. Mungkin buku lama, soalnya aku gak sempat melihat cetakan keberapa buku tersebut. Tapi ada satu hal yang menarik bagiku

Jenderal Soeharto, menjadi salah satu jenderal yang dianggap jenius dalam peperangan disamping Hitler, Napoleon bahkan Dwight “Ike” Eisenhower dan beberapa jenderal terbaik lainnya. Namun dalam buku tersebut, tidak ada sama sekali jenderal Revolusi Islam pada masa penyebarannya, seperti Thariq bin Ziad, Salman Al Farisi dll. Padahal ada beberapa jenderal yang hidup dimasa romawi dan kerajaan eropa masuk kualifikasi.

Okelah, mungkin sang penulis emang tidak pernah atau gak banyak membaca sejarah islam, atau mungkin juga emang bukan muslim jadi kurang tau. Namun sungguh menggelikan jika jenderal Soeharto justru masuk menjadi salah satu jenderal terbesar

Mungkin sang penulis emang pengagum Soeharto. Padahal jika kita runut dalam sejarah, hanya pernah sekali Soeharto menang dalam peperangan yaitu serangan umum 1 maret tahun 1949. itupun karena mendapat dukungan penuh dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan abdi dalem dan rakyat jogya yang patuh pada Sultannya. Bahkan juga muncul berita bahwa sebenarnya konsep dan rencana serangan umum tersebut merupakan pemikiran Sri Sultan

Berapa musuh yang di kalahkan Soeharto? Apakah seluruh tentara belanda datang ke indonesia? Apakah Soeharto kalah dalam jumlah tentara dan senjata? Apakah Soeharto langsung memimpin di garis depan di setiap pertempuran?

Belanda hanya datang membawa beberapa ribu pasukan, ditambah pasukan dari Gurkha namun jumlahnya jauh dibawah tentara Indonesia saat itu. Belanda memang membawa tank dan panser serta pesawat terbang, namun mereka tidak kenal medan pertempuran serta tentara kita juga memiliki senjata yang meskipun rampasan namun masih dapat mengimbangi kekuatan Belanda. Lalu apa yang menjadi kehebatan Soeharto?

Apakah karena berhasil merebut jogya meskipun 6 jam, sudah merupakan prestasi besar? Okelah, pengaruhnya memang besar dalam menaikkan moral tentara, tapi secara frontal apakah itu dapat disebut kemenangan?

Soeharto sempat menjadi Jenderal Trikora, namun perang merebut Irian saat itu belum sampai terjadi secara frontal dan besar-besaran. Lalu apa prestasi sebagai jenderal?

Bandingkan dengan salah satu “Hero” ku, Khalid bin Walid. Dalam pertempuran melawan tentara Romawi, sebagai jenderal dia mampu mengalahkan 200 ribu tentara Romawi hanya dengan 3000 prajurit saja. Bahkan dengan membawa 40 orang saja, dia mampu mengalahkan sayap pertahanan romawi yang berkekuatan 40 ribu orang.

Dalam perang lainnya, dia mampu mengalahkan pasukan Persia yang menunggang gajah sedangkan pasukan Islam hanya membawa beberapa kuda saja sebagai kendaraan perang, kalah jumlah tentara dan juga persenjataan. Namun dia mampu membawa pasukan Islam yang sedikit itu meraih kemenangan

Dia memimpin langsung disetiap peperangan, berbeda dengan Ike, Napoleon dan banyak jenderal lainnya, hanya memberi komando saja di tenda belakang.

Khalid rela melepas jabatan jenderal bahkan merotasinya setiap hari, setiap prajurit mendapatkan jatah jenderal. Bahkan ketika dia dicopot oleh Khalifah Umar r.a, beliau dengan ikhlas menerimanya dan tetap berjuang sebagai prajurit biasa. Bandingkan dengan banyak jenderal lainnya, yang mengejar karir sebagai jenderal dan berambisi menjadi pemimpin selamanya.

Sampai sekarang, konon strategi perang Khalid bin Walid menjadi salah satu hal yang dipelajari di West Point Academy. Akademi ini adalah akademi militer amerika yang mendidik dan menempa para calon perwira angkatan darat amerika. Sebuah pengakuan, bahwa Khalid adalah seorang jenderal jenius.

Jadi, kalau memang di ranking siapa jenderal terbaik dunia sepanjang masa, maka aku tidak akan menepatkan Soeharto didalamnya. Dan buat ku, Khalid layak mendapatkan tempat tertinggi dalam peringkat tersebut karena kemampuan dan dedikasinya bersama banyak Jenderal islam lainnya

Iklan

One comment

  1. soeharto itu hebat, hebat sekali, kalo dia bodoh nggak mungkin nguasai Indonesia 32 tahun lamanya. sayangnya cuman satu, dia itu “rusak”, hebat untuk dirinya sendiri

    ***punya buku tentang Khalid kang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: