Rekayasa Politis

Ada satu pertanyaan dalam diriku ketika baru-baru ini aku mengikuti berita tentang LAPINDO mengenai “musibah” banjir lumpur di Porong, Sidoarjo. Pertanyaan itu adalah mengenai blow up nya soal bencana banjir lumpur, soal kemarahan warga, juga soal ganti rugi kepada warga yang rumahnya terkena luapan lumpur panas tersebut.

Berita yang aku dengar antara lain adanya ganti rugi kepada wartga yang terkena lumpur, ditambah relokasi dan juga “biaya sewa” rumah yang terkena semburan lumpur tersebut selama 2 tahun dan dihargai sebesar 5 juta.

Yang menjadi pertanyaannya adalah, begitu yakinkah LAPINDO bahwa dalam waktu dua tahun mereka sudah mampu mengembalikan kondisi sekitar kembali seperti semula?? Serta juga begitu percaya dirikah pihak LAPINDO bahwa mereka akan mampu dan optimis untuk menutup semburan lumpur panas tersebut selama dua tahun “masa sewa” itu berlaku???

Kalo memang demikian, apa yang terjadi saat ini adalah berita yang sungguh menggelikan jika mereka emang merasa mampu mengendalikan semburan lumpur panas tersebut.

Berita terakhir yang ada adalah, jebolnya tanggul utama di sekitar pusat semburan karena amblesnya tanah karena tidak kuat menahan beban lumpur yang terus keluar. Belum lagi temuan tim geologi ITB yang menyatakan bahwa ketinggian tanah di sekitar kejadian turun berkisar 10 – 20 cm. Masih ditambah dengan amblesnya jalan tol sebagai akses utama jalan darat antara Surabaya – Gempol menuju Malang atau Pasuruan. Hal ini tentu saja memaksa pemerintah mesti membangun fly over atau jalan layang baru yang letaknya semestinya cukup jauh dari pusat semburan untuk menghindari kejadian amblesnya tanah. Jadi, masihkah optimis akan mampu mengembalikan kondisi seperti semula???

Kalo sudah demikian, bisakah anda berpikir berapa banyak dana yang harus dikeluarkan oleh LAPINDO untuk mengatasi masalah tersebut?? Sedangkan ada satu “hal” yang hilang dari pengamatan kita bahwa apakah aktifitas LAPINDO hanya menutup lubang semburan saja? Padahal di luar sana, pasti LAPINDO masih asyik mengebor sumur gas lainnya sehingga mampu mengeruk jutaan dolar dari pengeborannya yang lain. Dan itu sama sekali tidak pernah di blow up oleh media.

Mungkin saja, nanti setelah dua tahun dan stock gas yang akan di eksplor masih besar maka “masa sewa” akan diperpanjang lagi dan setelah stock gas habis maka LAPINDO akan melenggang pergi dengan seenaknya saja, tanpa ada kejelasan soal masalah yang pernah di timbulkannya karena emang jeratan hukum yang lemah pada LAPINDO seperti lemahnya sistem hukum di negara kita ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: