Jalan-Jalan

Minggu lalu aku sempatkan diri setelah shalat taraweh buat jalan-jalan. Aku baru nyadar bahwa ternyata kantorku itu terletak di pusat pemerintahan propinsi Jatim, tepatnya dekat banget dengan kantor Gubernur. Dan persis depan kantor gubernur itu adalah tugu pahlawan. Tidak jauh dari tugu pahlawan ada sebuah pasar yang terkenal yaitu pasar turi. Disini, aku sempatin buat beli TV kecil buat nonton bola 🙂 (karena sama sekali gak ada hiburan di kamar kos 🙂)

Tak jauh dari pasar turi, sekitar 200 m sebelah utaranya ada Stasiun Pasar Turi. Tempat ini sedikit menggoreskan luka karena hampir setahun yang lalu aku nyaris menghajar seseorang di situ. Apa sebabnya, tak perlulah di jelaskan, yang pasti lebih terkait pada kehormatan seseorang.

Kearah barat pasar turi, jalan raya tersebut nanti akan tembus pada jalan tol Gempol – Gresik. Jadi kalo misalnya bawa mobil dan ingin cepat, lebih baik masuk tol aja karena Surabaya-Waru bisa ditempuh hanya 10 menit dibandingkan mesti lewat jalan kota yang padat merayap yang bisa memakan waktu lebih dari 30 menit.

Kearah utara, adalah jalan ke arah pusat kota dan perbelanjaan. Berhubung gak punya kendaraan, jadinya masih cukup puas menjadi penumpang angkot. Muter-muter Surabaya sebenarnya cepat, Surabaya itu tergolong tidaklah terlalu besar dibandingkan dengan Kota besar lainnya. Bahkan mungkin lebih besar kota Semarang.

Hal yang unik di Surabaya adalah banyaknya jalan satu arah, serta kendaraan berjalan di lajur kanan. Pada awalnya aku rada heran karena banyaknya jalur kendaraan di lajur kanan, sampai kemudian aku baru tahu bahwa cara itu untuk mencegah kemacetan di perempatan akibat bertumpuknya kendaraan yang akan berbelok ke kanan. Karena sudah berjalan di lajur kanan, tentu saja belok kanan akan langsung terus melaju.

Tapi ada satu tempat yang mungkin gak akan aku kunjungin, yaitu gang Dolly J. Meskipun pernah melintasi sekali daerah tersebut (Cuma lewat….suer kok, ga pake mampir 🙂), tapi aku gak berniat untuk jalan-jalan lagi kedaerah tersebut.

Well…. Surabaya, akhirnya aku jadi salah satu pendudukmu 🙂

(Surabaya,  istirahat siang di kantor, 12.45. Sambil mendengarkan  “Mahadewi”  Padi, serasa ingat waktu awal kuliah dulu  di Jember, karena lagu ini jadi  trademark kala itu)

 

Iklan

One comment

  1. hmm…wis dadi arek suroboyo saiki sampeyan Cak!!
    Behave ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: