Menikah itu Butuh Proses

(Tulisan Pertama dari Tiga Bagian)

 

 

 

Ass, Andres. Gimana kabarnya? Sekarang udah kerja yah, udah kaya dong, jadi kapan nih proses dan nikah?

Mas, jadinya nikah kapan niy? Khan udah kerja

Akh Andres, katanya mau nikah tahun ini. Udah hampir habis lhoh waktunya, jadinya kapan?”

Ndres, kapan rabi?”

 

 

Banyak sms atau email yang masuk ke HP atau inbox mail ku yang senada dengan beberapa pernyataan diatas. Pada intinya adalah menanyakan kabarku, kemudian kerjaanku, dan terakhir apakah aku sedang proses atau mungkin bahkan sudah lamaran

Sesaat jika kita mau sedikit berpikir keluar jalur, mungkin memang seperti itu hidup manusia. Dari lahir, kemudian besar dan kuliah, lulus kuliah lalu kerja dan kemudian akan menikah

Itulah proses dalam kehidupan ini, begitu banyak hal yang kita lewati dan kita pelajari dalam mengarungi hari demi hari dan kita pun kemudian mengambil keputusan.

Menikah, adalah perkara yang tidak mudah, namun bukan berarti sulit. Menikah merupakan sebuah fase kehidupan, saat diri sendiri bisa (baca : membutuhkan) kehadiran orang lain disisi kita untuk sama-sama beribadah dan saling melengkapi. Begitu banyaknya hal yang akan berubah saat masih sendiri dengan saat sudah mempunyai suami atau istri.

Untuk menikah, maka kita memerlukan sebuah “proses”. Proses yang dimaksud adalah sebuah usaha untuk mencari calon, berkenalan, menimbang dan berfikir, melamar sampai kemudian akhirnya walimah atau menikah.

Banyak cara untuk mencari. Tidak dibatasi harus lewat orang tua, atau keluarga. Jika anda merupakan bagian dari sebuah jamaah, maka proses menikah bisa jadi akan melibatkan jamaah, dalam hal ini biasanya murobbi atau pembina anda yang akan terlibat. Mulai dari mencarikan, mendampingi saat berkenalan sampai melamar dan menikahnya.

Namun semestinya juga tidak harus dibatasi harus menikah lewat murobbi. Jika kita ingin mencari sendiri, semestinya tetap diperkenankan dengan mengikuti adab-adab yang harus dilakukan. Diantaranya seperti memberitahu murobbi bahwa sedang proses serta perkembangannya sampai mana. Dalam hubungan dengan sang calon pun juga dijaga bentuk komunikasi sampai juga kerahasiaan bahwa sedang proses dengan seseorang (hal yang amniyah).

Mungkin sedikit dilematis, karena sesuatu yang dirahasiakan jika diketahui oleh orang lain biasanya akan menimbulkan gejolak atau fitnah. Tapi semestinya hal itu juga bisa di redam karena sesungguhnya meski kita berproses sendiri tapi kita sudah memberitahukan proses kita termasuk perkembangannya kepada murobbi kita.

Kenapa saat berproses mesti dirahasiakan? Kenapa mesti hanya sedikit orang yang tahu, kenapa mesti begitu?

Jawabannya adalah karena anda manusia . Anda punya hati, anda juga punya perasaan. Kenapa mesti dirahasiakan, karena untuk menjaga hidup kita masing-masing. Jika saja hasil dari proses adalah positif, alias sampai pada fase menikah, mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun jika terjadi hasil negatif semisal sudah oke dari kedua pihak namun ternyata ada orang tua yang tidak setuju sehingga akhirnya proses dibatalkan, bisa jadi akan muncul rasa malu, yang kedua adalah untuk menjaga emosi dan perasaan sang pendamping sesungguhnya.

Semisal contoh begini, Ikhwan A berproses dengan akhwat B, dan ternyata gagal menikah padahal sudah disebarluaskan bahwa ikhwan A lagi proses sama akhwat B, bisa jadi akan muncul rasa malu pada kedua pihak ketika ternyata hasilnya adalah negatif. Selain itu, ketika nanti sang ikhwan atau akhwat berproses dengan orang lain, tidak akan menimbulkan gesekan dengan calonnya yang sekarang karena sang ikhwan / akhwat tersebut pernah berproses dengan orang lain, terlebih jika sang calon dulu dengan calon sekarang saling mengenal atau berteman.

Anda manusia, anda pasti punya emosi dan perasaan. Jika istri anda ternyata pernah berproses dengan teman dekat anda dan itu diketahui oleh umum, bagaimana reaksi anda? Mungkin ada bisa terima, namun saya tidak yakin jika anda tetap terima karena mungkin suatu saat rasa itu akan meledak dengan sendirinya. Jadi itulah kenapa, berproses itu sebaiknya dirahasiakan dari orang-orang yang tidak perlu tahu sampai saatnya nanti untuk dimumkan

 

Menikah adalah sebuah proses, dan proses itu butuh waktu!

 

 

(menjelang pulang kantor, 16.25, sambil mendengarkan “Begitu Indahnya” Padi, teringat saat-saat masih awal kuliah, aku pernah melantunkan lagu ini saat ngeband sama anak-anak kampus. Dan sore ini tampak begitu indah karena ramadhan menghiasinya. Begitu banyak dosaku ya Allah, Rabbighfirli3x)

 

Iklan

6 komentar

  1. Saya sebagai orang yang barusan menikah juga sering nggodain temen-temen yang belum nikah dengan bertanya: kapan nikah? atau sok nyuruh: ayo cepetan nikah. Tapi sebagai orang yang baru menikah saya juga sering ditanya: mana nih ponakanku? atau Mana nih Dino Jr.? Ya jadi kayaknya sih sama aja antara yang belum nikah dan baru nikah hehehe. Salam kenal

  2. *nunggu undang-undang 2006*:)
    Sekalian, Mohon maaf lahir bathin ya

  3. hmm… kang, gini aja deh.
    menikahlah, engkau menjadi kaya 🙂
    kalo kau sudah nikah,
    yo giliranku taktunggu saja 🙂

  4. wah, serunya perbincangan ttg nikah…ikut donk…:)).
    kebetulan banget lagi cari bab nikah.
    btw, apa sj sih yang diperlukan dalam nikah. maksudnya apa yang q persiapkan dalam menikah? semisal: agama mungkin, atao materi? plz confirm aku yo,butuh bantuan banget nih.

  5. hanooy...^_^ · · Balas

    Assalamu’alaikum….
    Yuhuu…here i am…my brother in Islam..
    hehehe..iya dieh..noy setuzu azaa..noy percaya kq,dua dunia pasti dah mikir mateng2 4 evry path u take…mpe botak gitu deh…hm,tharu…mwahahaha…ampun2…insyaAllah noy doakan perjuanganmu diridloi Allah SWT amiin…tak tunggu undanganny zaa…n..once again…welcome tomy world brother;)

    wassalamu’alaikum…
    honey4eva

  6. wah informasinya bagus banget,,,jadi penegn nikah nih,,tapi kesandung dana nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: