Dendam

Pernahkah anda merasa dendam?? Atau anda merasa tidak terima akan perlakuan orang dan akhirnya anda menyimapn perasaan tidak puas dan menjadi dendam pada orang tersebut.

 

Aku pernah…!!!

Hampir setahun belakangan ini, aku menyimpan “dendam” kepada seseorang. Sungguh hal yang aneh, karena sebenarnya aku sama sekali tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun. Semenjak kecil, aku tumbuh jadi laki-laki yang menyelesaikan masalah pada saat itu pula. Jika harus berkelahi, ya berkelahi dan setelah itu selesai.

Pun demikian setelah “tobat” dan mulai belajar agama lebih dalam, meski beberapa kali pernah disakiti namun sama sekali tidak pernah menyimpan dendam. Bagiku, semua itu adalah kehidupan.

Namun untuk kasus yang satu ini adalah pengecualian. begitu besar dendam di hati, yang tanpa aku sadari akhirnya malah menjadikanku lepas kontrol dan penuh gejolak emosi. Seakan kembali ke alam bawah sadar, ‘back to basic’, karakter liar yang lama hilang muncul dengan sekejap dan membuat semua yang semestinya bisa di selesaikan dengan baik-baik atau sejujurnya semestinya bisa berakhir dengan damai menjadi jauh dari kenyataan.

Ketika semua emosi itu hilang, yang ada hanyalah penyesalan. Menyesal karena semestinya aku bisa lebih bijak dalam mengatasi hal tersebut, dan sedih karena malah membuat semua menjadi lebih kacau.

Semenjak konflik meledak, hanya 2 x (just 2 moment) aku bertemu dengan dia. Dan pertemuan terakhir sebenarnya bisa lebih “adem”. Namun, karena sebuah kesalahan yang dianggap fatal yang ku lakukan, akhirnya konflik meledak kembali dan kali ini membuat kami sama sekali tak pernah bertegur sapa lagi.

Dendam, kesan terakhir kali aku berkomunikasi dengan dirinya. Dendam pula, yang juga menemaniku sebelumnya. Namun aku sadar, aku telah banyak menimbulkan “luka” dalam banyak hal. Dan aku sadar, jika emang mesti menanggung semua salah, seharusnya semua ini menjadi tanggung jawabku.

But show must go on. Dengan semua dendam yang aku punya, akhirnya dendam itu terlepas juga dari diriku saat semua sudah terlambat untuk mencoba memperbaiki yang sudah hancur sama sekali.

Hanya karena semua sudah ‘terlambat’, akhirnya hidup di ‘dunia’ masing-masing adalah hal yang terbaik yang bisa kami lakukan. Semoga semua dendam di masa lalu, tidak menjadikan sebuah hal yang menyakitkan untuk masa depan. Bersaudara itu selamanya

 

(Mencintai karena Allah, membencipun karena Allah pula)

 

(Surabaya, 23.01 WIB. Diiringi November Rain G’nR, Malam ini, teringat setahun yang lalu ketika dendam makin menghujam. Maafin aku ya d! Akhirnya kau menemukan pelabuhan terbaikmu. Dan aku meraih “bintang” untuk menghapus pelangi yang pernah muncul)

Iklan

11 komentar

  1. to forgive but not to forget…

  2. kayak judul film aja
    “forgiven but not forgotten” 😀

  3. wah wah…agak mirip..tp ga separah ini siih.. 😀
    apa kabar, mas? ni kenapa ga dipakein tagboard ajah?!!??!

  4. dendam itu sakit dan mengganggu.
    dead insting dan killing insting meningkat
    (wualah, seremnya!hehe)
    bikin muka keliatan jutek.
    gak enaklah pokoknya…

    kalo bisa sih mending nggak usah dendam.
    tapi kalo terlanjur dendam sih… menurut sy y harsnya dilawan.
    karena ktika kita meributkan perasaan benci dan dendam, sebenarnya prasaan itu malah kian menjadi_biasanya. Selain itu mendingan waktunya dipake buat mikir kedepan; mau ngapain kita dlm hidup, cita2 dan harapan yg ingin dicapai, sudah sebaik apa kita mengapresiasi hidup…dsb.

    -based on my true story-
    ^^

  5. aku juga pernah merasakannya mas. Semoga Allah memaafkan semua dosa-dosa kita. Amin.

  6. julia sari · · Balas

    saat ini aku sangat membenci seseorang sehingga mengakar dalam hatiku benci itu. aku tidak mau berbicara sama dia dan aku pun cuek terhadap semua yang berhubungan dengan dia. ya benci ini telah lama aku pendam sampai yang ada dihati hanya dendam saat ini benci itu telah meledak sampai aku ingin melupakan dia dan segala yang berhubungan dengannya

  7. Wah mas kok sama persis dengan apa yang aq alami… 😀

    tak ada kabar darinya setelah pembicaraan terakhir kalinya.
    Entah yah, kenapa dendam itu harus ada, hanya emosi yang tidak terbendung yang menyebabkan dendam itu muncul kembali…

  8. Dendam memang susah dihilangkan namun semua itu tinggal niat..niat untuk meninggalkan hal yang buruk..niat untuk berserah diri kepada The Creator bahwa pasti ada hikmah disetiap kejadian..jangan sampai ketika sakaratul maut kita masih memendam dendan kepada seseorang..karena itu juga akan mempersulit jalan kita sendiri..so..what it’s done is done,berbesar hati mungkin itu yang terbaik,meski memang sulit dilakukan tp mengapa tidak mencobanya?

  9. Sampai hr ini aku blum bisa melupakan apa yg telah dia katakan padaku.. Walau dia tlah mencoba utk meminta maaf nmun hatiku mengapa msh menyimpan rasa dendam.. Apa yg harus kulakukan karena aku merasa Tersiksa dgn perasaan ini.. Bahkan telah membuat hari2ku menjadi Gelap.. Oh Tuhan apa yg terjadi pd diriku..??

  10. aku masih punya dendam dan aku menikmatinya
    aku bahagia sa’at melihat dia sengsara
    apapun akan kulakukan untuk menyengsarakannya
    walaupun aku harus masuk neraka asal untuk bisa menyeretnya ke neraka

  11. Gue punya dendam ke orang2 yang yakitin hati gue yang mungkin gue gak akan gue ampunin……lbh baik kasi pelajaran atau bunuh mereka?????d tunggu jawabannya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: