Selamat Datang di Negara Boneka

Akhir-akhir ini pemberitaan di media cetak didominasi oleh berita kunjungan presiden Amerika, George W. Bush (GWB) ke Indonesia dan bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor. Kunjungan GWB kali ini adalah kunjungan yang kedua setelah tahun 2004 lalu mengadakan kunjungan di Bali dan bertemu dengan beberapa tokoh nasional. Bukan sebuah kesalahan jika Bush ingin melakukan kunjungan ke Indonesia. Indonesia adalah negara yang berdaulat dan merdeka, dan juga bagian dari negara-negara dunia. Dengan demikian, secara konstitusional, tidak ada larangan dan juga alasan kenegaraan untuk menolak kedatangan Bush ke Indonesia.

Namun tidak sesederhana itu, dibalik kedatangan Bush, tentu pasti ada maksud-maksud tertentu. Kita masih ingat, saat kedatangan Menlu Amerika, Condoleeza Rice ke Indonesia, pasca kedatangan miss Condi ini, blok minyak Cepu yang kaya akan minyak mentah jatuh ke tangan Exxon milik Amerika. Sekali lagi, negara kita memakai jasa luar dari pada jasa anak negeri dan memperkaya negara lain, bukan menyejahterakan rakyatnya. Lalu kali ini apa yang akan jatuh ke tangan amerika??

Belum lagi, dengan dominasi muslim yang sangat mayoritas, ditambah dengan anggapan pada banyak kelompok muslim di Indonesia bahwa Bush adalah penjahat perang dalam perang Iraq, tentunya kedatangan Bush akan membawa gesekan keras dalam jiwa muslim Indonesia. Bush adalah penjahat perang, pembela Israel, Yahudi laknatullah dan tentu saja muslim Indonesia tidak tinggal diam dengan keberanian Bush datang ke Indonesia. Jangan terjebak tulisan saya persis diatas ini.

Di awal tadi sudah saya tekankan, bahwa Indonesia tidak punya alasan secara kenegaraan untuk menolak Bush datang ke Indonesia. Dan tidak ada larangan untuk Bush menjejakkan kakinya di bumi Indonesia, sama seperti SBY yang juga diterima Bush di negara asalnya sana.

Tapi… yang sungguh menggelikan buat ku adalah, SBY telah menelantarkan rakyatnya dan lebih memilih terlihat terhormat di mata penguasa asing dari pada dianggap sebagai pemimpin adil bagi rakyatnya. Dimulai dengan pengamanan yang super ketat dengan menutup akses jalan di sekitar Istana Bogor sehingga ratusan supir angkot tidak bisa lewat jalan itu dan menelantarkan ribuan pengguna angkutan umum tersebut. Berapa banyak kerugian yang di bebankan kepada rakyat sedangkan SBY justru menjamu penguasa yang menjadi musuh nomor 1 kaum muslim Indonesia bahkan mungkin dunia.

Belum lagi pengacakan sinyal HP, yang membuat ribuan pengguna HP dirugikan. Secara hukum, sebenarnya pemerintah telah melakukan perbuatan yang merugikan umum.

Dan berapa ratus juta atau mungkin milayaran uang rakyat yang dipake buat “memoles” Istana Bogor, menyiapkan Helipad, Membooking hotel untuk pejabat negara, keamanan serta masih banyak lain, hanya untuk menjamu seorang penjahat perang bernama Bush

Alangkah lebih bijak, jika SBY menerima Bush di daerah yang bisa memantik picu kerusuhan, seperti Bali misalnya (karena mayoritas Hindu, dan mereka tidak peduli dengan sepak terjang Bush) atau kalo perlu terima aja Bush di Batam sana, sehingga gak perlu jauh-jauh terbang dari Singapura ke Jakarta.

Memang susah, kalo pemimpin hanya pernah bilang untuk siap hidup susah, sedangkan dia sendiri tidak pernah merasakan kesusahan yang dialami oleh rakyatnya

Dan yang terakhir, aku tersenyum lebar ketika Trans TV memberitakan demo penolakan Bush di Bogor hari Selasa lalu dengan menyebut organ sebuah parpol, tidak jelas parpol mana bahkan juga sama sekali tidak ada take gambar bendera parpol tersebut sedangkan RCTI dan Metro pada waktu yang tidak jauh berbeda dengan ‘gagah’nya menyebut Wanita Partai Keadilan Sejahtera yang berdemonstrasi serta take gambar bendera parpol. Apa Trans TV sudah “dibeli” oleh Kedubes Amerika?? atau emang PimRed nya PKSphobia 🙂

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: